-->
Telusuri
24 C
id
Katolik Terkini
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • Sosok
  • Humaniora
    • Humaniora
  • Refleksi
  • Lifestyle
  • Travelling
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
Katolik Terkini
Telusuri
Beranda Berita Daerah Inspirasi Pelayanan Sosial Umat Paroki Santa Teresa Kalkuta Datak Sambut Hangat Kunjungan Caritas Internationalis dan Caritas Indonesia
Berita Daerah Inspirasi Pelayanan Sosial

Umat Paroki Santa Teresa Kalkuta Datak Sambut Hangat Kunjungan Caritas Internationalis dan Caritas Indonesia

Katolik terkini
Katolik terkini
19 Mei, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Umat Paroki Paroki Santa Teresa Kalkuta Datak menyambut penuh sukacita dan harapan atas kunjungan delegasi Caritas Internationalis dan Caritas Indonesia

Katolik Terkini - Umat Paroki Paroki Santa Teresa Kalkuta Datak menyambut penuh sukacita dan harapan atas kunjungan delegasi Caritas Internationalis dan Caritas Indonesia yang berlangsung meriah dan sarat makna di halaman Gereja Paroki Santa Teresa Kalkuta Datak, Senin (18/05/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momen penting bagi umat setempat, bukan hanya sebagai bentuk perhatian Gereja terhadap kondisi umat di daerah, tetapi juga sebagai tanda nyata kehadiran kasih yang menjangkau mereka yang membutuhkan. 

Kegiatan ini turut melibatkan Organ Yayasan KARINA-KWI, para uskup dari Regio Nusra, Direktur Caritas-PSE Regio Nusra, komite-komite Caritas Indonesia, para mitra, serta masyarakat dampingan.

Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan 75 tahun Caritas Internationalis dan 20 tahun Caritas Indonesia di Keuskupan Labuan Bajo. Dalam kesempatan itu, delegasi melakukan kunjungan lapangan ke kelompok dampingan di Paroki Santa Teresa Kalkuta Datak guna melihat secara langsung dampak program pemberdayaan masyarakat yang berbasis pada semangat kasih dan kemandirian.

Rombongan delegasi tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WITA dan disambut hangat melalui tarian adat Manggarai “Tiba Meka” serta pengalungan selendang songke sebagai simbol penghormatan dan persaudaraan.

Kehadiran Caritas Menjadi Tanda Kasih Allah

Pastor Paroki Santa Teresa Kalkuta Datak, RD. Yohanes Fredy Saldi, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta kepedulian Caritas yang hadir nyata di tengah kehidupan umat.

“Kunjungan ini bukan sekadar agenda kelembagaan, tetapi menjadi tanda kasih Allah yang hadir melalui Gereja yang peduli dan mau berjalan bersama umat kecil,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa umat di paroki masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama dalam aspek ekonomi dan akses terhadap kebutuhan dasar. Karena itu, kehadiran Caritas dinilai menjadi harapan baru yang menguatkan langkah umat untuk bangkit dan berkembang.

Lebih lanjut, RD. Yohanes Fredy Saldi mengajak umat agar tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi menjadi subjek utama perubahan. Menurutnya, semangat gotong royong dan solidaritas harus terus dipelihara agar setiap program yang dijalankan dapat berakar kuat dan berkelanjutan.

“Kami berharap umat di Paroki Datak semakin berani berproses, saling mendukung, dan bersama-sama membangun kehidupan yang lebih baik. Caritas hadir untuk mendampingi, tetapi kekuatan utama tetap ada pada kebersamaan kita sebagai umat,” tegasnya.

Ia juga berharap kunjungan tersebut menjadi awal dari kerja sama yang lebih erat dan berkelanjutan antara paroki dan Caritas. 

“Semoga kehadiran Caritas tidak berhenti di sini, tetapi menjadi bagian dari perjalanan panjang kita bersama dalam menghadirkan kasih, harapan, dan perubahan nyata bagi umat,” tutupnya.

Kehadiran disambut hangat oleh umat yang hadir. Banyak umat merasakan bahwa kunjungan Caritas menjadi momentum penting untuk memperkuat iman, harapan, dan persaudaraan di Paroki Santa Teresa Kalkuta Datak.

Sekretaris Jenderal Caritas Internationalis, Alistair Chad Dutton, dalam sambutannya menegaskan bahwa seluruh umat dipersatukan dalam satu ikatan keluarga besar Caritas.

“Semua kita di sini adalah satu keluarga. Seperti Paus Fransiskus katakan, tidak ada Gereja tanpa Caritas dan tidak ada Caritas tanpa Gereja. Di sini kita adalah keluarga Caritas,” ungkapnya.

Alistair Chad Dutton menekankan bahwa pelayanan Caritas harus berakar pada realitas hidup umat. Gereja dipanggil bukan hanya hadir secara simbolis, tetapi sungguh menyentuh luka dan kebutuhan nyata masyarakat. Ia berharap umat di tingkat lokal menyadari bahwa mereka merupakan bagian dari jaringan kasih Gereja universal.

Menurutnya, bantuan yang diberikan Caritas harus mampu menggerakkan perubahan jangka panjang, bukan hanya menjawab kebutuhan sesaat. Ia juga mengajak seluruh umat untuk menjadi pelaku kasih dan mengambil bagian dalam membangun komunitas yang lebih adil dan berbelarasa.

“Caritas bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang berjalan bersama, mendengarkan, dan membangun masa depan yang lebih manusiawi,” tegasnya.

Gereja Dipanggil Berpihak kepada yang Lemah

Sementara itu, Ketua Pengurus Caritas Indonesia, Mgr. Pius Riana Prapdi, menekankan pentingnya Gereja yang hadir dan berpihak kepada mereka yang lemah, miskin, dan terdampak berbagai krisis kehidupan.

Menurutnya, pelayanan Caritas harus menjadi wajah nyata kasih Kristus yang mampu membangun daya tahan serta kemampuan umat untuk bangkit secara berkelanjutan.

Ia mengajak umat untuk terus menumbuhkan semangat solidaritas dan gotong royong sebagai kekuatan utama dalam kehidupan paroki. Caritas, katanya, bukan hanya tugas pengurus atau lembaga tertentu, melainkan panggilan seluruh umat beriman untuk menjadi pelaku kasih dalam kehidupan sehari-hari.

Mgr. Pius juga menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara paroki, keuskupan, dan Caritas Indonesia agar pelayanan yang dijalankan semakin berdampak luas bagi kesejahteraan umat.

“Dalam setiap situasi sulit, Gereja dipanggil untuk menjadi tanda harapan yang hidup serta menghadirkan terang bagi masyarakat,” ujarnya.

Pelayanan yang Berkelanjutan dan Tepat Sasaran

Direktur Caritas Indonesia, RD. Fredy Rante Taruk, dalam kesempatan yang sama menegaskan pentingnya pelayanan yang berkelanjutan dan tepat sasaran.

Ia mengatakan bahwa program Caritas diharapkan tidak hanya menjawab kebutuhan sesaat, tetapi mampu menyentuh akar persoalan yang dihadapi umat, seperti kemiskinan, keterbatasan akses, dan kerentanan sosial.

RD. Fredy Rante Taruk berharap umat semakin dibekali dengan keterampilan, pengetahuan, dan kesadaran untuk mengelola kehidupan secara mandiri dan bermartabat. Ia juga mendorong tumbuhnya kepemimpinan lokal di tingkat paroki agar umat mampu menjadi motor penggerak perubahan di lingkungannya sendiri.

Menurutnya, Caritas bukan sekadar lembaga, tetapi gerakan kasih yang hidup dalam setiap pribadi umat beriman. Karena itu, sinergi antara Gereja, masyarakat, dan berbagai pihak harus terus diperkuat demi memperluas jangkauan pelayanan dan meningkatkan dampak nyata bagi kesejahteraan umat.

Peninjauan Lapangan dan Panen Perdana

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para delegasi juga meninjau langsung kebun contoh yang dikelola kelompok tani lokal di Paroki Datak. Peninjauan lapangan meliputi persemaian bibit tanaman, bedengan tanam sayur-mayur, bank ternak dan kompos, hingga area panen perdana yang menjadi simbol keberhasilan pengelolaan lahan secara mandiri.

Perwakilan kelompok tani, Bapak Max, menjelaskan bahwa kelompok mereka kini berhasil memproduksi mikroorganisme lokal (MOL), pupuk organik padat dan cair, serta pestisida alami. Mereka juga telah menanam ribuan pohon sayuran seperti kacang panjang, tomat, cabai, dan mentimun yang tidak hanya dikonsumsi sendiri, tetapi juga menjadi sumber pendapatan keluarga.

Kebun contoh tersebut kini berfungsi sebagai laboratorium pembelajaran bagi masyarakat. Warga belajar bersama di kebun kolektif sebelum menerapkan teknik pertanian organik di pekarangan rumah masing-masing. Program ini dinilai selaras dengan visi Caritas dalam menciptakan komunitas yang mandiri dan berdaya di tingkat akar rumput.

Kunjungan diakhiri dengan makan siang bersama yang menyajikan berbagai panganan lokal hasil bumi masyarakat setempat sebelum delegasi kembali bertolak ke Labuan Bajo.

Perayaan 75 tahun Caritas Internationalis dan 20 tahun Caritas Indonesia ini tidak hanya menjadi momentum syukur atas perjalanan pelayanan kemanusiaan Gereja, tetapi juga penegasan kembali komitmen untuk membangun jembatan persaudaraan dan memperkuat pemberdayaan komunitas demi masa depan umat yang lebih baik.(AD)

Sumber : Komsos Keuskupan Labuan Bajo

Via Berita
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Media Sosial

facebook Like
twitter Follow
youtube Langganan
instagram Follow

Featured Post

“Tribute to Mother Mary: Per Mariam ad Jesum”, Konser Rohani yang Menghadirkan Dialog Iman Lewat Musik

Katolik terkini- Mei 19, 2026 0
“Tribute to Mother Mary: Per Mariam ad Jesum”, Konser Rohani yang Menghadirkan Dialog Iman Lewat Musik
Katolik Terkini - Konser “Tribute to Mother Mary: Per Mariam ad Jesum” berlangsung penuh hikmat dan sukacita di Gereja Santo Matias Rasul Paroki Kosambi Baru…

Most Popular

Rabu Suci: Antara Kesetiaan dan Pengkhianatan yang Sunyi

Rabu Suci: Antara Kesetiaan dan Pengkhianatan yang Sunyi

April 01, 2026
Mgr. Maksimus Regus Hadir di Tengah Umat Wetik, Tekankan Peran Keluarga sebagai Gereja Kecil

Mgr. Maksimus Regus Hadir di Tengah Umat Wetik, Tekankan Peran Keluarga sebagai Gereja Kecil

Mei 14, 2026
Jalan Salib di Balik Jeruji, Uskup Labuan Bajo Hadirkan Harapan bagi Tahanan

Jalan Salib di Balik Jeruji, Uskup Labuan Bajo Hadirkan Harapan bagi Tahanan

April 01, 2026
Karya Pertama dari Indonesia, Patung Yusuf Arimatea Dipersembahkan kepada Paus Leo XIV di Vatikan

Karya Pertama dari Indonesia, Patung Yusuf Arimatea Dipersembahkan kepada Paus Leo XIV di Vatikan

Maret 30, 2026

Editor Post

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

April 12, 2025
Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Januari 20, 2026
Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

April 11, 2025
Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026

Popular Post

Rabu Suci: Antara Kesetiaan dan Pengkhianatan yang Sunyi

Rabu Suci: Antara Kesetiaan dan Pengkhianatan yang Sunyi

April 01, 2026
Mgr. Maksimus Regus Hadir di Tengah Umat Wetik, Tekankan Peran Keluarga sebagai Gereja Kecil

Mgr. Maksimus Regus Hadir di Tengah Umat Wetik, Tekankan Peran Keluarga sebagai Gereja Kecil

Mei 14, 2026
Jalan Salib di Balik Jeruji, Uskup Labuan Bajo Hadirkan Harapan bagi Tahanan

Jalan Salib di Balik Jeruji, Uskup Labuan Bajo Hadirkan Harapan bagi Tahanan

April 01, 2026
Karya Pertama dari Indonesia, Patung Yusuf Arimatea Dipersembahkan kepada Paus Leo XIV di Vatikan

Karya Pertama dari Indonesia, Patung Yusuf Arimatea Dipersembahkan kepada Paus Leo XIV di Vatikan

Maret 30, 2026

Populart Categoris

  • Berita902
  • Cerpen7
  • Doa85
  • Film20
  • Filsafat11
  • Internasional362
  • Jelajah115
  • Lifestyle205
  • Nasional146
  • Pelayanan Sosial128
  • Puisi2
  • Refleksi372
  • Sosok318
  • Teologi70
Katolik Terkini

Tentang Kami

Katolik Terkini adalah platform berita online independen yang memiliki komitmen kuat untuk menyajikan informasi, berita, dan data seputar Gereja Katolik, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia.

Kontak kami: katolikterkini@gmail.com

Follow Us

© KATOLIK TERKINI oleh Katolik Terkini
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Daftar Isi Katolik Terkini