-->
Telusuri
24 C
id
Katolik Terkini
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • Sosok
  • Humaniora
    • Humaniora
  • Refleksi
  • Lifestyle
  • Travelling
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
Katolik Terkini
Telusuri
Beranda Berita Daerah Inspirasi Refleksi Renungan Mgr. Maksimus Regus Hadir di Tengah Umat Wetik, Tekankan Peran Keluarga sebagai Gereja Kecil
Berita Daerah Inspirasi Refleksi Renungan

Mgr. Maksimus Regus Hadir di Tengah Umat Wetik, Tekankan Peran Keluarga sebagai Gereja Kecil

Katolik terkini
Katolik terkini
14 Mei, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Mgr. Maksimus Regus mengadakan kunjungan kegembalaan di Stasi Wetik, Paroki St. Yosef Freinademetz Wajur, pada Minggu (10/5/2026)

Katolik Terkini - Mgr. Maksimus Regus mengadakan kunjungan kegembalaan di Stasi Wetik, Paroki St. Yosef Freinademetz Wajur, pada Minggu (10/5/2026). Kunjungan ini menjadi wujud nyata komitmennya untuk selalu dekat dengan umat dan berjalan bersama mereka dalam kehidupan menggereja sehari-hari.

Sejak dipercayakan menjadi gembala di Keuskupan Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus dikenal aktif mengunjungi umat hingga ke stasi-stasi terpencil. Hampir setiap Minggu, ia merayakan Ekaristi bersama umat, baik di pusat paroki maupun di wilayah stasi, sambil melihat secara langsung kehidupan masyarakat, berdialog, dan mendengarkan pengalaman mereka.

Kehadirannya yang sederhana dan dekat dengan umat tampak dalam caranya menyapa semua kalangan, mulai dari orangtua, kaum muda, hingga anak-anak, baik di jalan, di kampung, maupun di rumah-rumah warga. Sosoknya dinilai mencerminkan figur “gembala yang baik” yang hadir di tengah pengalaman konkret umat.

Dalam homilinya di Kapel Stasi Wetik, Mgr. Maksimus Regus menyampaikan tiga pesan penting kepada umat. Pertama, ia menegaskan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Menurutnya, Yesus yang bangkit tidak membiarkan orang percaya hidup seperti yatim piatu, melainkan tetap menyertai mereka melalui Roh Kudus yang bekerja dalam pribadi, keluarga, dan Gereja.

Kedua, umat diajak untuk bersaksi dengan kelembutan hati. Ia menekankan pentingnya menghadirkan damai sejahtera dan kebaikan dalam kehidupan bersama. Orang beriman, katanya, tidak boleh menjadi sumber perpecahan, tetapi harus menjadi pribadi yang mengayomi dan mempersatukan.

Ketiga, Mgr. Maksimus kembali mengingatkan janji Yesus tentang kehadiran Sang Penolong, yakni Roh Kebenaran, yang akan menyertai para murid selama-lamanya. Roh Kudus itulah yang menjadi pegangan hidup orang beriman dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Keluarga sebagai Gereja Kecil

Dalam sambutannya di akhir perayaan Ekaristi, Mgr. Maksimus Regus menegaskan bahwa keluarga merupakan Gereja mini atau Gereja kecil yang menjadi tempat pertama pembentukan iman dan karakter.

“Setiap keluarga mesti bertumbuh dalam iman dan persekutuan hidup bersama. Hal ini akan membantu kita dalam mewujudkan persekutuan yang lebih luas dalam kehidupan KBG, stasi, paroki, dan keuskupan kita. Kita juga diajak untuk menghidupi visi Gereja yang sinodal, solid, dan solider,” ungkapnya.

Sementara itu, Pastor Paroki Wajur, RD. Edy Menori, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran Uskup di tengah umat dari tiga stasi, yakni Wetik, Rejing, dan Wol.

Ia mengatakan bahwa di tengah kesibukan pelayanan yang padat, termasuk setelah mengikuti pengukuhan sebagai Guru Besar di Ruteng, Mgr. Maksimus tetap meluangkan waktu untuk mengunjungi umat di wilayah yang medan perjalanannya cukup sulit.

“Kami sangat bangga karena Bapa Uskup menjadi Uskup pertama di NTT yang meraih jabatan Guru Besar. Namun, di tengah capaian itu, beliau tetap setia mengunjungi dan menyapa umat sederhana. Kami melihat dalam diri beliau sosok gembala yang baik sekaligus gembala intelektual yang cerdas dan bijaksana,” ujarnya.

Kunjungan ini juga memiliki nilai historis tersendiri karena menjadi kunjungan kedua seorang uskup ke Stasi Wetik setelah kunjungan Mgr. Wilhelmus van Bekkum pada era 1970-an.

Ketua Stasi Wetik sekaligus Ketua Panitia, Faldi Dagung, mengungkapkan rasa syukur atas kunjungan tersebut. Ia mengatakan bahwa umat telah lama merindukan kedatangan seorang uskup ke wilayah mereka.

Menurutnya, persiapan kegiatan dilakukan sejak beberapa bulan sebelumnya dengan melibatkan banyak orang muda dari tiga stasi. Ia berharap kunjungan itu semakin memotivasi umat dalam pertumbuhan iman dan membangun kehidupan bersama yang lebih baik.

Soroti Identitas Sekolah Katolik

Setelah perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan dialog bersama tokoh umat, kaum muda, dan anak-anak. Dalam sesi tersebut, banyak pertanyaan yang disampaikan terkait pendidikan, terutama mengenai masa depan sekolah-sekolah Katolik, kesejahteraan guru, dan peran yayasan pendidikan.

Ketua Yasukmabar, RD. Ivan Selman, menjelaskan bahwa pihak yayasan selama ini terus berkomunikasi dengan berbagai pihak, termasuk Dinas PKO Kabupaten dan forum MNPK, guna memperjuangkan kesejahteraan guru-guru di sekolah Katolik.

Ia menyebutkan bahwa yayasan membantu para guru melalui penerbitan SK, pendataan Dapodik, hingga mendorong akses terhadap bantuan pemerintah seperti program sertifikasi guru.

Dalam kesempatan itu, Mgr. Maksimus Regus juga menegaskan pentingnya menjaga identitas sekolah Katolik di tengah dinamika perubahan kebijakan pendidikan nasional.

“Kebijakan pemerintah terkait pendidikan selalu bersifat politis dan berubah-ubah setiap waktu. Sekolah-sekolah Katolik tidak bisa begitu saja mengikuti semua perubahan regulasi. Identitas dan jati diri sekolah Katolik mesti dipertahankan. Namun, kita tetap memperjuangkan perhatian pemerintah terhadap sekolah-sekolah kita karena kita juga mengambil bagian dalam tugas mencerdaskan anak-anak bangsa,” tegasnya.

Rangkaian kunjungan kegembalaan tersebut berlangsung dalam suasana penuh persaudaraan dan keakraban. Anak-anak SEKAMI serta kaum muda turut memeriahkan acara dengan menampilkan tarian daerah dan lagu-lagu bernuansa budaya Manggarai. 

Mereka berharap dukungan dan perhatian dari Bapa Uskup terus mengalir bagi pengembangan kegiatan orang muda di tingkat stasi, paroki, maupun keuskupan.(AD)

Sumber: Komsos Keuskupan Labuan Bajo

Via Berita
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Media Sosial

facebook Like
twitter Follow
youtube Langganan
instagram Follow

Featured Post

Mgr. Maksimus Regus Hadir di Tengah Umat Wetik, Tekankan Peran Keluarga sebagai Gereja Kecil

Katolik terkini- Mei 14, 2026 0
Mgr. Maksimus Regus Hadir di Tengah Umat Wetik, Tekankan Peran Keluarga sebagai Gereja Kecil
Mgr. Maksimus Regus mengadakan kunjungan kegembalaan di Stasi Wetik, Paroki St. Yosef Freinademetz Wajur, pada Minggu (10/5/2026) Katolik Terkini - Mgr. Maksi…

Most Popular

36 Organisasi Profesi Guru Sepakat Bentuk Forum Koordinasi Nasional di Bawah Kemenag

36 Organisasi Profesi Guru Sepakat Bentuk Forum Koordinasi Nasional di Bawah Kemenag

Mei 08, 2026
Gereja St. Petrus Palembang Rayakan Kekayaan Liturgi Melalui Misa Inkulturasi Flores-Timor

Gereja St. Petrus Palembang Rayakan Kekayaan Liturgi Melalui Misa Inkulturasi Flores-Timor

Mei 06, 2026
Uskup Labuan Bajo Dikukuhkan Jadi Guru Besar Bidang Sosiologi Agama dan Multikulturalisme

Uskup Labuan Bajo Dikukuhkan Jadi Guru Besar Bidang Sosiologi Agama dan Multikulturalisme

Mei 08, 2026
Alumni Kolese Kanisius Jakarta Salurkan Bantuan untuk Penyandang Disabilitas Ganda

Alumni Kolese Kanisius Jakarta Salurkan Bantuan untuk Penyandang Disabilitas Ganda

Mei 09, 2026

Editor Post

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

April 12, 2025
Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Januari 20, 2026
Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

April 11, 2025
Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026

Popular Post

36 Organisasi Profesi Guru Sepakat Bentuk Forum Koordinasi Nasional di Bawah Kemenag

36 Organisasi Profesi Guru Sepakat Bentuk Forum Koordinasi Nasional di Bawah Kemenag

Mei 08, 2026
Gereja St. Petrus Palembang Rayakan Kekayaan Liturgi Melalui Misa Inkulturasi Flores-Timor

Gereja St. Petrus Palembang Rayakan Kekayaan Liturgi Melalui Misa Inkulturasi Flores-Timor

Mei 06, 2026
Uskup Labuan Bajo Dikukuhkan Jadi Guru Besar Bidang Sosiologi Agama dan Multikulturalisme

Uskup Labuan Bajo Dikukuhkan Jadi Guru Besar Bidang Sosiologi Agama dan Multikulturalisme

Mei 08, 2026
Alumni Kolese Kanisius Jakarta Salurkan Bantuan untuk Penyandang Disabilitas Ganda

Alumni Kolese Kanisius Jakarta Salurkan Bantuan untuk Penyandang Disabilitas Ganda

Mei 09, 2026

Populart Categoris

  • Berita898
  • Cerpen7
  • Doa83
  • Film20
  • Filsafat11
  • Internasional362
  • Jelajah115
  • Lifestyle205
  • Nasional145
  • Pelayanan Sosial127
  • Puisi2
  • Refleksi369
  • Sosok317
  • Teologi70
Katolik Terkini

Tentang Kami

Katolik Terkini adalah platform berita online independen yang memiliki komitmen kuat untuk menyajikan informasi, berita, dan data seputar Gereja Katolik, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia.

Kontak kami: katolikterkini@gmail.com

Follow Us

© KATOLIK TERKINI oleh Katolik Terkini
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Daftar Isi Katolik Terkini