Alumni Kolese Kanisius Jakarta Salurkan Bantuan untuk Penyandang Disabilitas Ganda
![]() |
| Alumni Kolese Kanisius Jakarta yang tergabung dalam panitia Canisius College Alumni Day (CCAD) 2026 menggelar bakti sosial di Yayasan Sayap Ibu Cabang Banten, kawasan Bintaro, Sabtu (9/5/2026). |
Katolik Terkini - Alumni Kolese Kanisius Jakarta yang tergabung dalam panitia Canisius College Alumni Day (CCAD) 2026 menggelar kegiatan bakti sosial di Yayasan Sayap Ibu Cabang Banten, kawasan Bintaro, pada Sabtu (9/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, para alumni menyalurkan bantuan senilai Rp 50 juta berupa uang tunai dan perlengkapan untuk mendukung pelayanan bagi penyandang disabilitas ganda yang diasuh yayasan tersebut.
Ketua Bakti Sosial CCAD 2026, Michael Wijaya Hadipoespito mengatakan kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian alumni terhadap kelompok masyarakat yang selama ini kerap terpinggirkan.
“Kami berharap bantuan ini dapat mendukung kegiatan dan pelayanan bagi anak-anak di Yayasan Sayap Ibu, sekaligus meningkatkan kesadaran untuk berbagi bagi saudara-saudara kita yang terpinggirkan,” ujar Michael.
Ia menambahkan, penyandang disabilitas masih sering menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan, pendidikan, maupun dukungan sosial.
“Penyandang disabilitas kerap terlupakan, sehingga akses mereka terhadap layanan kesehatan, pendidikan, serta dukungan sosial seringkali tidak memadai. Padahal, mereka berhak mendapatkan kasih sayang, perhatian, dan kesempatan untuk tumbuh secara optimal,” tambahnya.
Saat ini, Yayasan Sayap Ibu Cabang Banten merawat 34 anak asuh dengan rentang usia 1 hingga 32 tahun. Selain itu, yayasan tersebut juga mendampingi sekitar 400 anak difabel dari keluarga prasejahtera.
Perwakilan Yayasan Sayap Ibu, Ayu Wulandari menjelaskan bahwa penyandang disabilitas ganda sering menghadapi persoalan kesehatan yang kompleks.
Ia mencontohkan, penyandang down syndrome kerap memiliki gangguan jantung, sementara penderita cerebral palsy sering disertai kondisi autisme. Menurutnya, tantangan terbesar tidak hanya soal kesehatan, tetapi juga penerimaan sosial di tengah masyarakat.
“Tantangan yang mereka hadapi tidak ringan, mulai dari penerimaan sosial masyarakat hingga akses kesehatan,” ujarnya.
Ayu turut menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan alumni Kolese Kanisius Jakarta. Ia berharap masyarakat semakin terbuka dan menerima keberadaan penyandang disabilitas ganda sebagai bagian dari kehidupan bersama.
“Mereka juga pribadi yang berhak diterima, dihargai, dan dicintai,” ucap Ayu.
Kegiatan bakti sosial ini menjadi bagian dari rangkaian Canisius College Alumni Day 2026 sekaligus perwujudan semangat “men for and with others” yang selama ini dipegang oleh siswa dan alumni Kolese Kanisius Jakarta, sekolah laki-laki yang berdiri sejak 1927.
Ketua Umum CCAD 2026, Rifan Oktavianus menegaskan bahwa CCAD bukan sekadar ajang mempererat relasi antaralumni lintas generasi, tetapi juga ruang untuk menghadirkan aksi nyata bagi masyarakat.
“CCAD 2026 menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk memperkuat persaudaraan lintas generasi alumni Kanisius. Namun kami percaya, kebersamaan itu juga harus diwujudkan lewat aksi nyata bagi sesama. Semoga langkah kecil ini bisa menjadi benih bagi Indonesia yang lebih inklusif dan manusiawi,” ujar Rifan.

Posting Komentar