Perdalam TPE 2020, Paroki Santo Yoseph Palembang Bekali 96 Pelayan Musik Liturgi
PALEMBANG, KATOLIK TERKINI - Sebanyak 96 pelayan musik gerejawi mengikuti Workshop Paduan Suara yang digelar Bidang Liturgi Paroki Santo Yoseph Palembang, Minggu (2/8/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya paroki menyelaraskan pelayanan musik liturgi dengan pedoman Gereja, khususnya Tata Perayaan Ekaristi (TPE) 2020.
Workshop yang berlangsung di kompleks Gereja Santo Yoseph Palembang sejak pukul 10.00 hingga 16.00 WIB tersebut diikuti para pengurus Seksi Koor Lingkungan, Wilayah, kelompok kategorial, hingga para Seminaris
Kegiatan menghadirkan praktisi musik gerejawi, Lala Gozali, M.Sn., sebagai narasumber. Dalam pembekalannya, Lala yang akrab disapa Ce Lala memberikan materi yang memadukan aspek teknis musik dan pemahaman pastoral dalam pelayanan liturgi.
Materi yang disampaikan antara lain teknik produksi vokal dasar, perpaduan suara (blending) untuk format SATB maupun suara sejenis, pemahaman kalimat lagu (phrasing), serta tempat dan fungsi paduan suara dalam struktur perayaan liturgi
Pembekalan kemudian dilanjutkan dengan sesi bedah teks dan praktik lagu. Para peserta tidak hanya diajak meningkatkan kemampuan bernyanyi, tetapi juga memahami peran musik dan paduan suara sebagai bagian integral dari perayaan liturgi.
Ketua Bidang Liturgi Dewan Pastoran Paroki (DPP) Santo Yoseph Palembang, Yohanes Suwarto, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak sehingga workshop tersebut dapat terlaksana.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pastor Paroki, Romo Hyginus Gono Pratowo, DPP, serta Ce Lala yang telah meluangkan waktu. Ini adalah wujud komitmen kita bersama untuk membenahi dan meningkatkan kualitas pelayanan liturgi, khususnya dalam mengikuti ritme TPE 2020 yang memang telah dirindukan oleh para pelayan pastoral di paroki ini,” ujar Yohanes.
Sementara itu, Pastor Paroki Santo Yoseph Palembang, RD. Hyginus Gono Pratowo, menekankan pentingnya kesatuan dalam pelaksanaan liturgi sebagai bagian dari kehidupan iman umat.
Menurutnya, keseragaman liturgi perlu dibangun dengan tetap berpedoman pada dokumen resmi Gereja, yakni TPE dan Pedoman Umum Misale Romawi (PUMR).
Sebagai langkah konkret, Paroki Santo Yoseph Palembang akan menerbitkan surat edaran mengenai penyeragaman penggunaan TPE 2020 dalam perayaan liturgi di lingkungan paroki.
“Lebih baik kita memulai daripada tidak sama sekali. Surat edaran ini dibuat agar pelaksanaan liturgi di paroki kita seragam dengan paroki lain, karena semuanya berakar pada pegangan resmi Gereja, yakni TPE dan Pedoman Umum Misale Romawi (PUMR). Tentu ada prinsip-prinsip pokok yang tidak boleh diubah, di samping adanya kebijakan pastoral untuk penyesuaian situasi,” jelas Romo Gono
Ia juga mengingatkan bahwa penerapan TPE 2020 hendaknya tidak dipandang semata-mata sebagai perubahan teknis dalam tata perayaan, tetapi sebagai kesempatan untuk memperbarui semangat pelayanan.
“Mari kita membuka hati dan diri untuk berjalan bersama dalam liturgi yang baik dan benar. Pembekalan hari ini juga menjadi bekal berharga bagi para Seminaris yang kelak akan melayani umat sebagai imam,” pungkasnya
Melalui workshop tersebut, Paroki Santo Yoseph Palembang berharap para pelayan musik liturgi semakin memiliki pemahaman yang utuh mengenai peran paduan suara dalam perayaan Ekaristi sekaligus mampu menerapkan pedoman liturgi Gereja secara lebih baik dan seragam.
Kontributor Palembang: Andreas Daris Awalistyo

Posting Komentar