-->
Telusuri
24 C
id
Katolik Terkini
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • Sosok
  • Humaniora
    • Humaniora
  • Refleksi
  • Lifestyle
  • Travelling
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
Katolik Terkini
Telusuri
Beranda Artikel Berita Inspirasi Refleksi Rabu Suci: Antara Kesetiaan dan Pengkhianatan yang Sunyi
Artikel Berita Inspirasi Refleksi

Rabu Suci: Antara Kesetiaan dan Pengkhianatan yang Sunyi

Katolik terkini
Katolik terkini
01 Apr, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Stefanie Adityavarna (Umat Keuskupan Agung Jakarta)

Katolik Terkini - Rabu Suci, hari keeempat dalam Pekan Suci menjelang Triduum Paschale, yang dalam tradisi Gereja Katolik sering disebut sebagai Spy Wednesday, menghadirkan kita pada sebuah momen yang sunyi namun penuh ketegangan rohani.

Injil tidak menampilkan keramaian, melainkan justru membawa kita masuk ke ruang batin yang paling gelap: saat Yudas Iskariot mulai diam-diam merencanakan untuk menyerahkan Yesus Kristus, Sang Guru Terkasih. Tidak ada teriakan, tidak ada konflik terbuka, yang ada hanyalah keheningan yang menyimpan maksud. Dan justru di situlah letak bahaya terbesar: pengkhianatan yang bekerja dalam cahaya batin yang mulai temaram.

Yudas bukan orang luar. Ia adalah salah satu dari duabelas murid, bagian dari lingkaran terdalam, seseorang yang berjalan, makan, dan hidup bersama Yesus. Karena itu, pengkhianatannya menjadi begitu menyakitkan.

Sebab luka yang paling dalam bukan datang dari mereka yang jauh, melainkan dari mereka yang dekat. Rabu Suci pun mengundang kita melihat kenyataan yang tidak nyaman: bahwa kedekatan tidak selalu berarti kesetiaan, dan bahwa berada dalam ikatan “circle” yang sama, pun tidak menjamin hati yang sejalan.

Menghadapi Kegelapan Batin dan Kesendirian Kristus

Di sinilah refleksi menjadi sangat personal. Kita diajak bertanya: seberapa sering kita memilih hal lain di atas Dia? Tidak selalu dalam bentuk pengkhianatan besar, tetapi melalui kompromi kecil, diam yang disengaja, atau keberpihakan yang kita sembunyikan. 

Kita tidak hanya sedang melihat kisah Yudas terhadap Yesus, namun Injil mengundang kita untuk melihat kepada kedalaman batin kita sendiri, apakah kita pun pernah atau sedang dalam posisi Yudas saat ini?

Kegelapan yang dibawa oleh Yudas juga memperlihatkan sisi lain dari misteri iman: kesendirian Yesus. Ia mulai masuk ke dalam pengalaman ditinggalkan oleh mereka yang paling dekat, oleh mereka yang seharusnya mengerti. Dan kesendirian itu bukan hanya penderitaan fisik yang akan datang, tetapi luka relasi yang begitu dalam. Ini adalah kegelapan yang tidak terlihat dari luar, tetapi menggerogoti dari dalam.

Pengkhianatan Halus dan Panggilan Pertobatan Gereja

Refleksi ini terasa semakin nyata ketika kita melihat dinamika yang mengiringi pengunduran diri Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM. Di tengah berbagai narasi yang beredar, muncul kesan yang tidak bisa diabaikan: kemungkinan adanya rasa ditinggalkan, disudutkan, bahkan mungkin “dikhianati” oleh mereka yang berada dalam lingkaran yang sama. 

Jika benar ada tuduhan yang tidak berdasar, atau narasi yang dibangun bukan demi kebenaran melainkan untuk menyingkirkan, maka kita tidak sedang berbicara soal perbedaan biasa, melainkan tentang krisis moral di dalam tubuh Gereja itu sendiri.

Pengkhianatan hari ini tidak lagi selalu hadir dalam bentuk yang kasar dan terang-terangan. Ia bisa sangat halus, bahkan tampak religius. Ia hadir dalam bisik-bisik, dalam framing, dalam diam yang disengaja, dalam kesalehan palsu. Santo Yohanes Krisostomus mengingatkan bahwa dosa yang dibungkus dengan kesalehan justru menjadi yang paling berbahaya, karena sulit dikenali dan seringkali dibiarkan.

Karena itu, Rabu Suci bukan bertujuan agar kita lekas menunjuk Yudas sebagai terdakwa, tetapi juga memeriksa diri sebagai bagian dari Gereja, yang dibangun bukan dari kumpulan orang-orang suci, melainkan mereka yang hendak berjalan bersama menuju kesempurnaan kekudusan itu sendiri dengan bantuan Roh Ilahi. 

Tujuan tersebut hanya akan dapat dicapai jika ada kejujuran, keterbukaan, dan keberanian menghadapi kebenaran sebagai bagian dari panggilan kita semua sebagai umat yang memilih untuk tetap mengimani Kristus. Karena dalam banyak krisis, gambaran Gereja yang kita nantikan justru semakin kabur dari pandangan, kita justru lebih cepat untuk reaktif bersuara daripada setia mendengar, lebih sibuk menjaga citra daripada menyembuhkan luka.

Rabu Suci akhirnya menjadi undangan yang sangat dalam: bukan hanya untuk mengenang pengkhianatan Yudas, tetapi untuk bertanya tentang kesetiaan kita sendiri. Dalam Gereja, dalam komunitas, dalam relasi, apakah kita sungguh berjalan bersama dalam terang, atau diam-diam sedang menjauh dari terang itu? 

Sebab terang Paskah tidak lahir dari kepura-puraan bahwa semuanya baik-baik saja, melainkan dari keberanian untuk masuk ke dalam kegelapan dan mengakuinya dengan jujur.

Dan mungkin, justru di tengah kegelapan itu, kita belajar satu hal yang paling sulit sekaligus paling penting: bahwa kesetiaan bukan diukur dari seberapa dekat kita berdiri, tetapi dari keberanian untuk tetap berpihak pada kebenaran bahkan ketika itu membuat kita harus berdiri sendirian.

Via Artikel
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama Tak ada hasil yang ditemukan
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Media Sosial

facebook Like
twitter Follow
youtube Langganan
instagram Follow

Featured Post

Rabu Suci: Antara Kesetiaan dan Pengkhianatan yang Sunyi

Katolik terkini- April 01, 2026 0
Rabu Suci: Antara Kesetiaan dan Pengkhianatan yang Sunyi
Oleh: Stefanie Adityavarna (Umat Keuskupan Agung Jakarta) Katolik Terkini - Rabu Suci, hari keeempat dalam Pekan Suci menjelang Triduum Paschale , yang dalam …

Most Popular

Momen Istimewa Minggu Palma di Werang, Dipimpin Langsung oleh Uskup Labuan Bajo

Momen Istimewa Minggu Palma di Werang, Dipimpin Langsung oleh Uskup Labuan Bajo

Maret 30, 2026
Karya Pertama dari Indonesia, Patung Yusuf Arimatea Dipersembahkan kepada Paus Leo XIV di Vatikan

Karya Pertama dari Indonesia, Patung Yusuf Arimatea Dipersembahkan kepada Paus Leo XIV di Vatikan

Maret 30, 2026
Gereja yang Hadir dan Peduli: Kunjungan Pastoral Uskup Labuan Bajo ke Rumah Shelter

Gereja yang Hadir dan Peduli: Kunjungan Pastoral Uskup Labuan Bajo ke Rumah Shelter

Maret 30, 2026
Paskah 2026: Wahyu Kehidupan Abadi di Tengah Luka Dunia

Paskah 2026: Wahyu Kehidupan Abadi di Tengah Luka Dunia

Maret 29, 2026

Editor Post

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026
Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

April 12, 2025
Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Januari 20, 2026
Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

April 11, 2025

Popular Post

Momen Istimewa Minggu Palma di Werang, Dipimpin Langsung oleh Uskup Labuan Bajo

Momen Istimewa Minggu Palma di Werang, Dipimpin Langsung oleh Uskup Labuan Bajo

Maret 30, 2026
Karya Pertama dari Indonesia, Patung Yusuf Arimatea Dipersembahkan kepada Paus Leo XIV di Vatikan

Karya Pertama dari Indonesia, Patung Yusuf Arimatea Dipersembahkan kepada Paus Leo XIV di Vatikan

Maret 30, 2026
Gereja yang Hadir dan Peduli: Kunjungan Pastoral Uskup Labuan Bajo ke Rumah Shelter

Gereja yang Hadir dan Peduli: Kunjungan Pastoral Uskup Labuan Bajo ke Rumah Shelter

Maret 30, 2026
Paskah 2026: Wahyu Kehidupan Abadi di Tengah Luka Dunia

Paskah 2026: Wahyu Kehidupan Abadi di Tengah Luka Dunia

Maret 29, 2026

Populart Categoris

  • Berita858
  • Cerpen7
  • Doa81
  • Film18
  • Filsafat9
  • Internasional356
  • Jelajah115
  • Lifestyle201
  • Nasional131
  • Pelayanan Sosial120
  • Puisi2
  • Refleksi352
  • Sosok312
  • Teologi68
Katolik Terkini

Tentang Kami

Katolik Terkini adalah platform berita online independen yang memiliki komitmen kuat untuk menyajikan informasi, berita, dan data seputar Gereja Katolik, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia.

Kontak kami: katolikterkini@gmail.com

Follow Us

© KATOLIK TERKINI oleh Katolik Terkini
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Daftar Isi Katolik Terkini