Vikaris Apostolik Arab Utara Ajak Umat Muslim dan Katolik Bersatu Doa untuk Damai di Timur Tengah
![]() |
| Pangeran Salman bin Hamad Al Khalifa, Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri, dan Uskup Aldo Berardi, Vikaris Apostolik Arabia Utara |
Katoli Terkini - Vikaris Apostolik Arab Utara, Aldo Berardi, mengajak umat beriman dari berbagai agama untuk bersatu dalam doa agar konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah segera berakhir. Ia berharap “deru rudal dapat berhenti” sehingga masyarakat di kawasan tersebut dapat kembali hidup dalam damai dan persekutuan.
Dalam pernyataan, seperti dilansir dari Vatican News, yang dirilis pada 5 Maret, Uskup Berardi menyampaikan pesan kepada masyarakat Kerajaan Bahrain, termasuk kepada pihak monarki, anggota pemerintahan, warga negara, serta seluruh penduduk yang tinggal di negara tersebut. Ia menyampaikan kata-kata penguatan dan harapan di tengah situasi yang penuh ketidakpastian akibat perang.
“Atas nama seluruh komunitas Kristen Katolik yang saya wakili, saya ingin menyampaikan bahwa hari-hari ini merupakan masa yang sulit, ditandai oleh penderitaan dan ketidakpastian yang disebabkan oleh perang,” ujarnya.
Perang di Tengah Ramadan dan Prapaskah
Dalam pesannya, Uskup Berardi menyoroti bahwa konflik yang pecah terjadi pada saat umat Islam dan umat Katolik sedang menjalani masa spiritual yang sangat penting dalam tradisi masing-masing. Umat Islam sedang menjalani bulan suci Ramadan, sementara umat Katolik memasuki masa puasa empat puluh hari.
Menurutnya, kedua masa suci tersebut pada tahun ini dimulai pada hari yang sama, yaitu 18 Februari. Ia melihat hal ini bukan sekadar kebetulan, melainkan sebagai bagian dari penyelenggaraan ilahi yang mengajak kedua komunitas beriman untuk berjalan bersama dalam perjalanan rohani mereka.
“Pecahnya perang ini menemukan kita semua, baik komunitas Muslim maupun Kristen, sedang berada dalam masa religius yang sangat penting bagi masing-masing,” kata Berardi.
Ia menambahkan bahwa situasi konflik ini semakin menegaskan kerapuhan hidup manusia dan kefanaan keberadaan manusia di dunia. Karena itu, ia mengajak semua orang untuk kembali kepada Tuhan dengan sepenuh hati melalui doa, puasa, dan pertobatan.
Bersatu Mencari Perdamaian
Uskup Berardi berharap perjalanan rohani yang dijalani umat Islam selama Ramadan dan umat Kristen selama Prapaskah dapat menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dalam menghadapi masa sulit akibat konflik.
“Semoga perjalanan Ramadan dan Prapaskah yang kita mulai bersama ini juga mempersatukan kita dalam masa-masa sulit yang ditandai konflik, dengan bekerja tanpa lelah mencari jalan menuju perdamaian,” ujarnya.
Ia juga mengajak umat beriman untuk menjalani puasa dan doa yang terus-menerus serta tulus kepada Allah yang satu, agar perdamaian dapat kembali terwujud. Selain itu, ia meminta agar umat juga mendoakan penghiburan bagi semua orang yang kehilangan anggota keluarga atau terdampak oleh konflik tersebut.
Menutup pesannya, Uskup Berardi mengajak semua orang untuk menjadi pembawa damai di tengah situasi yang penuh ketegangan.
“Marilah kita menjadi pembawa damai. Marilah kita memohon kepada Allah agar mengilhami jalan-jalan persatuan, sehingga deru rudal dapat berhenti dan kita akhirnya dapat hidup dalam persekutuan di sebuah tanah – Timur Tengah – yang terlalu sering ditandai oleh perpecahan,” katanya.
Kehadiran Gereja di Kawasan Teluk
Wilayah pelayanan Vikariat Apostolik Arab Utara mencakup umat Katolik yang tinggal di Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Arab Saudi. Di kawasan Teluk tersebut, sebagian besar umat Katolik merupakan pekerja migran yang berasal dari berbagai negara di Asia, Afrika, dan wilayah lainnya.
Melalui pesan ini, Uskup Berardi menegaskan pentingnya solidaritas lintas agama dan doa bersama agar kawasan Timur Tengah dapat kembali menikmati kehidupan yang damai dan penuh persaudaraan.(AD)
Sumber: Vatican News
.png)
Posting Komentar