Berita
Daerah
Pendidikan
Cetak Pemimpin Digital yang Berjiwa Pelayan, MPK Keuskupan Agung Palembang Gelar TOT OSISKA
PALEMBANG, Katolik Terkini — Dalam upaya mengontekstualisasikan semangat pelayanan di era digital, Majelis Pendidikan Katolik (MPK) Keuskupan Agung Palembang menyelenggarakan Training of Trainer (TOT) bagi Pengurus Inti Organisasi Siswa Intra Sekolah Katolik (OSISKA).
Kegiatan yang mengusung tema "Kepemimpinan Digital dan Pengelolaan Media Sosial" ini berlangsung pada Sabtu–Minggu, 13–14 Juni 2026.
Kegiatan ini menjadi magnet pastoral kaum muda dengan mempertemukan 80 peserta yang terdiri dari pengurus inti OSISKA dan guru pembina beragama Katolik/Katekumen.
Mereka datang dari berbagai wilayah reksa pastoral Keuskupan Agung Palembang, meliputi Palembang, Belitang, Baturaja, Lahat, Jambi, Bengkulu, Lubuk Linggau, hingga Curup.
Menghidupi Kepemimpinan sebagai Pelayanan
Ketua MPK Keuskupan Agung Palembang, RD Dr. Stepanus Supardi, S.Ag., M.Pd., dalam selebrasi pembukaan menegaskan bahwa tantangan utama pemimpin muda Katolik saat ini adalah bagaimana mewarnai dunia digital dengan nilai-nilai Injili. Ia mengingatkan kembali pesan mendalam dari Paus Fransiskus mengenai hakikat seorang pemimpin.
"Paus Fransiskus pernah menegaskan bahwa 'The true power of leadership is service' kekuatan sejati dari kepemimpinan adalah pelayanan. Di tengah derasnya arus teknologi, pengurus OSISKA di sekolah Katolik dipanggil untuk menjadi teladan yang tidak hanya cakap mengelola organisasi, tetapi juga mampu mengarahkan sesamanya ke jalan yang benar," ungkap Romo Stepanus.
Lebih lanjut, Romo Stepanus menyoroti pentingnya literasi digital yang sehat. Mengutip pemikir komunikasi Marshall McLuhan, "The medium is the message," ia mengingatkan bahwa media sosial yang dikelola oleh OSISKA harus menjadi perpanjangan tangan dari wajah Gereja dan sekolah yang edukatif, bijaksana, serta sarat akan nilai kemanusiaan.
Membentuk Pribadi yang Utuh Melalui OSISKA
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Cristiyanto, S.Pd., menjelaskan bahwa OSISKA bukan sekadar wadah organisasi intra-sekolah biasa, melainkan medan kerasulan awam mini bagi para siswa untuk membentuk karakter yang berlandaskan nilai-nilai Kristiani: pelayanan, solidaritas, kejujuran, dan tanggung jawab.
"Pendidikan Katolik selalu menekankan pembentukan pribadi yang utuh (integritas), yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga kokoh secara moral dan spiritual. Meminjam pemikiran John Dewey, 'Education is not preparation for life; education is life itself.' Melalui OSISKA, anak-anak kita mengalami langsung bagaimana hidup beriman yang diwujudkan dalam tindakan nyata bersosialisasi," ujar Cristiyanto.
Enam Pilar Pembekalan Iman dan Keterampilan
Guna membekali para agen perubahan muda ini, panitia menghadirkan rangkaian materi komprehensif yang memadukan spiritualitas dan keterampilan praktis abad ke-21:
- Spiritualitas Kepemimpinan Katolik – RP Agustinus Riyanto, SCJ
- Belajar dari Tokoh-Tokoh Katolik – RD Anton Liberto
- Manajemen Organisasi – Richardus Eko, M.Pd.
- Digital Leadership – RD Stepanus Supardi
- Manajemen Konflik – Andreas Toni
- Media Sosial – Winarto, ST.
Melalui TOT ini, para pengurus inti OSISKA diharapkan pulang ke keuskupan dan sekolah masing-masing tidak hanya sebagai pengurus yang terampil secara teknis, tetapi sebagai "Rasul Digital" yang siap mewartakan sukacita dan menciptakan budaya digital yang positif, kreatif, serta inspiratif bagi sesama pemuda.
Oleh : Andreas Daris (Kontributor Palembang)
Via
Berita




Posting Komentar