-->
Telusuri
24 C
id
Katolik Terkini
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • Sosok
  • Humaniora
    • Humaniora
  • Refleksi
  • Lifestyle
  • Travelling
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
Katolik Terkini
Telusuri
Beranda Berita Humaniora Inspirasi Internasional Lifestyle Sosok Kisah Suster Donovan: Dari Mimpi Menjadi Istri Petani hingga Mendedikasikan Hidup bagi Perempuan yang Terluka
Berita Humaniora Inspirasi Internasional Lifestyle Sosok

Kisah Suster Donovan: Dari Mimpi Menjadi Istri Petani hingga Mendedikasikan Hidup bagi Perempuan yang Terluka

Katolik terkini
Katolik terkini
07 Mar, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Mother Mary Agnes Donovan

Katolik Terkini - Menjelang peringatan Hari Perempuan Internasional, sosok Mother Mary Agnes Donovan menjadi sorotan. Suster dari komunitas religius Sisters of Life ini dikenal luas karena dedikasinya selama lebih dari tiga dekade mendampingi perempuan, khususnya mereka yang menghadapi kehamilan tak terduga dan pergulatan hidup yang berat.

Atas kontribusi tersebut, organisasi nirlaba GIVEN Institute baru-baru ini mengumumkan bahwa Donovan akan menerima GIVEN Fiat Award 2026, sebuah penghargaan yang diberikan kepada perempuan yang dinilai memberi kesaksian kuat tentang martabat perempuan dan nilai kehidupan manusia.

Namun di balik penghargaan itu, perjalanan hidup Donovan dan karya komunitas Sisters of Life menyimpan kisah panjang tentang panggilan hidup, pergulatan iman, serta upaya konkret mendampingi perempuan yang berada dalam situasi rentan.

Dari calon istri petani menjadi suster

Donovan tidak pernah membayangkan bahwa hidupnya akan berakhir di biara. Ia lahir dan besar di wilayah pedesaan pertanian di Pennsylvania, Amerika Serikat, dan sejak kecil membayangkan masa depannya sederhana.

“Saya selalu berpikir akan menjadi istri seorang petani dan memiliki enam anak,” katanya dalam wawancara dengan jurnalis EWTN News, Colm Flynn, yang ditayangkan dalam program “EWTN News Nightly.”

Ketertarikannya pada hidup manusia kemudian membawanya mempelajari psikologi. Ia mengambil studi psikologi pendidikan dan meraih gelar doktor dari University of North Carolina at Chapel Hill. Setelah menyelesaikan pendidikan, ia mulai mengajar di Columbia University di New York.

Pada masa itu, Donovan mengira karier akademis adalah masa depannya.

“Saya pikir itulah hidup saya selamanya,” katanya.

Namun titik balik datang ketika ia mengikuti retret Ignasian selama delapan hari. Dalam retret yang dilakukan dalam keheningan itu, Donovan mengalami pengalaman spiritual yang ia gambarkan sebagai perjumpaan mendalam dengan kasih Allah.

“Pertemuan dengan kasih Allah itu membalikkan hidup saya,” katanya.

Pengalaman tersebut membuatnya merasa dipanggil untuk menyerahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan.

Awal berdirinya Sisters of Life

Pada tahun 1991, ketika Kardinal John O’Connor mendirikan komunitas religius Sisters of Life, Donovan memutuskan untuk bergabung. Dua tahun kemudian ia mengucapkan kaul biara dan resmi menjadi suster.

Meski banyak orang menyebutnya sebagai salah satu pendiri komunitas tersebut, Donovan menolak label itu.

Menurutnya, Kardinal O’Connorlah yang menerima karunia rohani yang menjadi dasar berdirinya komunitas tersebut. Ia sendiri menjadi pemimpin pertama komunitas dan memegang posisi itu dalam waktu yang cukup lama.

“Saya rasa lima puluh suster pertama semuanya adalah suster-suster yang membangun dasar komunitas ini. Kami membangun misi dan kehidupan bersama secara kolektif,” katanya.

Saat ini komunitas tersebut memiliki sekitar 145 suster dan terus bertambah, sesuatu yang cukup jarang terjadi di tengah menurunnya jumlah panggilan hidup religius di banyak negara Barat.

Misi utama mendampingi perempuan

Sejak awal berdiri, Sisters of Life memiliki fokus pelayanan yang jelas: mendampingi perempuan yang mengalami kehamilan tak terduga atau berada dalam krisis kehidupan.

Donovan mengatakan banyak perempuan yang datang kepada mereka sedang berada dalam kebingungan besar tentang masa depan mereka.

“Banyak perempuan yang menghubungi kami karena mereka ingin memahami semua pilihan yang ada sebelum membuat keputusan,” katanya.

Menurut Donovan, sebagian perempuan yang datang mungkin tidak aktif menjalankan iman, tetapi masih memiliki kesadaran spiritual dalam diri mereka.

“Mereka tahu bahwa ini adalah keputusan penting dan mereka tidak ingin mengabaikannya,” katanya.

Pendampingan yang diberikan para suster tidak bersifat memaksa. Mereka lebih menekankan proses mendengarkan secara mendalam.

“Tugas kami adalah membantu mereka memperlambat langkah, sehingga mereka bisa merenungkan dengan hati apa yang sebenarnya mereka hadapi dan pilihan apa yang tersedia,” katanya.

Pengalaman perempuan setelah aborsi

Dalam pelayanan mereka, para suster juga mendampingi perempuan yang pernah mengalami aborsi. Banyak dari mereka datang dalam kondisi emosional yang rapuh.

Donovan mengatakan sebagian besar dari mereka mengambil keputusan tersebut secara cepat karena tekanan situasi.

“Mereka mengatakan bahwa pengalaman aborsi tidak seperti yang sering digambarkan,” katanya.

Menurutnya, banyak perempuan kemudian merasakan luka emosional yang mendalam setelahnya.

Karena itu, komunitas Sisters of Life juga menyediakan program retret, doa, dan pertemuan kelompok untuk membantu para perempuan tersebut memproses pengalaman hidup mereka.

“Kadang mereka datang beberapa minggu setelah aborsi, kadang beberapa bulan, bahkan puluhan tahun kemudian,” katanya.

Anak-anak yang kini sudah dewasa

Setelah lebih dari 35 tahun pelayanan, dampak karya komunitas ini mulai terlihat secara nyata.

Banyak anak yang dulu lahir dari perempuan yang didampingi para suster kini telah dewasa. Sebagian dari mereka bahkan kembali untuk menjadi relawan.

“Beberapa dari mereka melakukan jam pelayanan sakramen krisma bersama kami,” kata Donovan.

Ia mengatakan momen yang paling menyentuh adalah saat perayaan Natal komunitas.

“Ketika kami melihat semua anak itu berkumpul, kami sering berpikir bahwa mungkin tidak satu pun dari mereka akan hidup hari ini,” katanya.

Tantangan perempuan beriman di zaman modern dan misi yang terus berkembang

Selain soal pelayanan sosial, Donovan juga menyoroti tantangan yang dihadapi perempuan beriman di dunia modern.

Menurutnya, perempuan yang menjalani hidup berdasarkan iman sering merasa tidak cocok dengan budaya dominan.

“Jika Anda seorang perempuan beriman, Anda hidup dengan cara yang bertentangan dengan budaya yang umum,” katanya.

Karena itu, ia menekankan pentingnya komunitas yang saling mendukung.

“Sering kali orang lainlah yang pertama melihat karunia dalam diri kita dan membantu kita menyadarinya,” katanya.

Di tengah menurunnya jumlah panggilan hidup religius di banyak tempat, Sisters of Life justru terus berkembang.

Donovan melihat hal ini sebagai tanda bahwa pelayanan mereka masih sangat dibutuhkan.

“Kami hidup di zaman ketika banyak orang mempertanyakan makna hidup mereka,” katanya.

Misi komunitas ini, menurutnya, adalah menjawab kegelisahan itu dengan pesan sederhana: setiap manusia memiliki nilai yang tak terbatas dan tujuan hidup yang unik.

“Tuhan telah memberkati kami dengan banyak panggilan,” katanya, “namun kami masih membutuhkan lebih banyak lagi.” (AD)

Via Berita
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Media Sosial

facebook Like
twitter Follow
youtube Langganan
instagram Follow

Featured Post

PMKRI Bogor Laporkan Floribertus Rahardi atas Dugaan Komentar Rasis di Medsos

Katolik terkini- Maret 07, 2026 0
PMKRI Bogor Laporkan Floribertus Rahardi atas Dugaan Komentar Rasis di Medsos
Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Bogor Katolik Terkini - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Bogor s…

Most Popular

OFM Indonesia Tegaskan Isu tentang Mgr. Paskalis Bruno Syukur adalah TIDAK BENAR

OFM Indonesia Tegaskan Isu tentang Mgr. Paskalis Bruno Syukur adalah TIDAK BENAR

Maret 02, 2026
Redemptoris Indonesia Klarifikasi Konten Media Sosial Frater CSsR, Upaya Pendampingan dan Pencarian Terus Dilakukan

Redemptoris Indonesia Klarifikasi Konten Media Sosial Frater CSsR, Upaya Pendampingan dan Pencarian Terus Dilakukan

Maret 03, 2026
Ekologi Integral: Antara Dokumen Gereja dan Kenyataan Sekolah Katolik

Ekologi Integral: Antara Dokumen Gereja dan Kenyataan Sekolah Katolik

Februari 28, 2026
Dari Muslim, Protestan, hingga Katolik: Jalan Iman yang Mengantar Sr. Evelyn ke Biara

Dari Muslim, Protestan, hingga Katolik: Jalan Iman yang Mengantar Sr. Evelyn ke Biara

Maret 02, 2026

Editor Post

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026
Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

April 12, 2025
Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Januari 20, 2026
Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

April 11, 2025

Popular Post

OFM Indonesia Tegaskan Isu tentang Mgr. Paskalis Bruno Syukur adalah TIDAK BENAR

OFM Indonesia Tegaskan Isu tentang Mgr. Paskalis Bruno Syukur adalah TIDAK BENAR

Maret 02, 2026
Redemptoris Indonesia Klarifikasi Konten Media Sosial Frater CSsR, Upaya Pendampingan dan Pencarian Terus Dilakukan

Redemptoris Indonesia Klarifikasi Konten Media Sosial Frater CSsR, Upaya Pendampingan dan Pencarian Terus Dilakukan

Maret 03, 2026
Ekologi Integral: Antara Dokumen Gereja dan Kenyataan Sekolah Katolik

Ekologi Integral: Antara Dokumen Gereja dan Kenyataan Sekolah Katolik

Februari 28, 2026
Dari Muslim, Protestan, hingga Katolik: Jalan Iman yang Mengantar Sr. Evelyn ke Biara

Dari Muslim, Protestan, hingga Katolik: Jalan Iman yang Mengantar Sr. Evelyn ke Biara

Maret 02, 2026

Populart Categoris

  • Berita826
  • Cerpen7
  • Doa79
  • Film17
  • Filsafat9
  • Internasional344
  • Jelajah115
  • Lifestyle197
  • Nasional118
  • Pelayanan Sosial114
  • Puisi2
  • Refleksi338
  • Sosok305
  • Teologi68
Katolik Terkini

Tentang Kami

Katolik Terkini adalah platform berita online independen yang memiliki komitmen kuat untuk menyajikan informasi, berita, dan data seputar Gereja Katolik, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia.

Kontak kami: katolikterkini@gmail.com

Follow Us

© KATOLIK TERKINI oleh Katolik Terkini
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Daftar Isi Katolik Terkini