-->
Telusuri
24 C
id
Katolik Terkini
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • Sosok
  • Humaniora
    • Humaniora
  • Refleksi
  • Lifestyle
  • Travelling
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
Katolik Terkini
Telusuri
Beranda Berita Internasional Refleksi Sosok Kardinal Parolin: Nunsius Apostolik Dipanggil Membawa Damai dan Persatuan di Tengah Perpecahan
Berita Internasional Refleksi Sosok

Kardinal Parolin: Nunsius Apostolik Dipanggil Membawa Damai dan Persatuan di Tengah Perpecahan

Katolik terkini
Katolik terkini
10 Mar, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Katolik Tekini - Sekretaris Negara Vatikan, Pietro Parolin, menegaskan bahwa seorang Nunsius Apostolik dipanggil untuk menjadi pembawa damai, persatuan, dan kebenaran di tengah dunia yang sering diliputi perpecahan. Hal itu disampaikannya dalam homili saat menahbiskan Relwende Kisito Ouedraogo sebagai uskup agung pada Sabtu (7/3/2026), di Basilika Minor Notre-Dame di Yagma.

Dalam homilinya, seperti dilansir dari Vatican News, Kardinal Parolin mengenang masa panjang kebersamaannya dengan Uskup Agung Ouedraogo selama bertahun-tahun bekerja di Roma. Ia mengatakan bahwa mereka telah berbagi berbagai pengalaman dalam pelayanan kepada Gereja universal.

“Kami dapat berbagi pekerjaan yang selalu sangat intens, beserta kelelahan yang menyertainya, tetapi juga sukacita dan kepuasan karena menjadi rekan sekerja dalam pelayanan universal Paus,” ungkapnya.

Menurut Parolin, pengalaman panjang tersebut menjadi persiapan bagi misi baru yang kini dipercayakan kepada Ouedraogo sebagai wakil kepausan. Ia menyebut bahwa sang uskup agung kini kembali ke Afrika, sebuah benua yang selalu dekat dengan hatinya dan yang selama ini diwakilinya dengan baik di Roma.

Dipanggil menghadapi tugas baru

Dalam kesempatan itu, Parolin juga menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas kerja sama dan bantuan yang selama ini diberikan oleh Uskup Agung Ouedraogo dalam pelayanannya di Vatikan. Ia mengakui bahwa pengabdian tersebut sering kali menuntut pengorbanan besar.

Pada saat yang sama, Parolin mendorongnya untuk menghadapi tugas barunya dengan ketenangan dan kepercayaan yang besar.

Semangat tersebut, menurutnya, tercermin dalam moto episkopal yang dipilih Ouedraogo dari Injil Yohanes 2:5: “Lakukanlah apa yang Ia katakan kepadamu.” 

Kata-kata yang diucapkan oleh Perawan Maria pada pesta perkawinan di Kana itu, jelas Parolin, menjadi pedoman penting bagi perjalanan pelayanan seorang gembala.

Ia menambahkan bahwa dalam perjalanan pelayanan Gereja, kesulitan dan tantangan pasti akan muncul. Namun, seseorang akan menemukan ketenangan dan damai dalam hati ketika selalu berusaha melakukan kehendak Allah.

Membawa terang di tengah perpecahan

Lebih lanjut, Parolin menegaskan bahwa misi seorang Nunsius Apostolik bukan hanya tugas diplomatik, tetapi juga panggilan untuk membawa terang Injil.

Menurutnya, wakil kepausan dipanggil untuk “membawa kebenaran dan terang, damai dan persatuan di tengah kegelapan dosa, perpecahan, dan kebohongan.”

Ia juga memperingatkan tentang bahaya munculnya “nabi-nabi palsu” yang dapat menyesatkan umat dengan ajaran yang keliru dan memecah belah Gereja.

Karena itu, seorang nunsius harus menjadi pewarta kebenaran dan gembala yang berkenan di hati Kristus. Ia harus siap memberikan hidupnya bagi umat, sebagaimana Kristus sendiri telah melakukannya bagi manusia.

Pewarta Injil yang setia

Dalam homilinya, Parolin juga menyinggung makna kata nunsius. Ia menjelaskan bahwa seorang nunsius adalah pembawa pesan.

Sebagai uskup, ia membawa pesan Kristus. Sementara dalam tugas diplomatiknya, ia juga membawa pesan Bapa Suci kepada Gereja dan masyarakat.

Karena itu, Parolin mendorong Uskup Agung Ouedraogo untuk mewartakan Injil dengan setia dan tanpa henti kepada semua orang. Pewartaan tersebut, katanya, harus tercermin tidak hanya dalam kata-kata tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Membangun jembatan dan membawa penghiburan

Kardinal Parolin juga menekankan bahwa seorang wakil kepausan dipanggil untuk menjadi pembangun relasi dan jembatan, terutama di tempat-tempat yang penuh tantangan.

Dalam menjalankan misi diplomatiknya, seorang nunsius harus mampu membawa kata-kata penyembuhan dan penghiburan atas nama Paus. Dengan demikian, semua orang dapat merasakan bahwa Gereja selalu siap bertindak karena kasih.

Ia juga mengingatkan bahwa dalam tugas menjaga kesatuan Gereja, seorang nunsius tidak pernah berjalan sendirian. Ia selalu bertindak sub umbra Petri, di bawah bayang-bayang Petrus, dalam persekutuan dengan Paus sebagai penerus Santo Petrus.

Pelayanan yang berakar pada doa

Di bagian akhir homilinya, Kardinal Parolin menegaskan pentingnya kehidupan doa bagi seorang gembala Gereja. Menurutnya, melalui doa yang tekun seorang nunsius dapat menjadi perantara antara Allah dan umat manusia.

Dengan doa dan pelayanan yang setia, ia diharapkan membantu umat beriman bertumbuh dalam iman, meneguhkan kesetiaan mereka, serta memperdalam kasih kepada Allah.

Kardinal Parolin kemudian menutup refleksinya dengan mempercayakan pelayanan Uskup Agung Ouedraogo kepada perlindungan Bunda Maria dan teladan para martir Uganda, yang menjadi saksi iman bagi Gereja hingga akhir hayat mereka.(AD)

Via Berita
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama Tak ada hasil yang ditemukan
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Media Sosial

facebook Like
twitter Follow
youtube Langganan
instagram Follow

Featured Post

Kardinal Parolin: Nunsius Apostolik Dipanggil Membawa Damai dan Persatuan di Tengah Perpecahan

Katolik terkini- Maret 09, 2026 0
Kardinal Parolin: Nunsius Apostolik Dipanggil Membawa Damai dan Persatuan di Tengah Perpecahan
Katolik Tekini - Sekretaris Negara Vatikan, Pietro Parolin, menegaskan bahwa seorang Nunsius Apostolik dipanggil untuk menjadi pembawa damai, persatuan, dan k…

Most Popular

Redemptoris Indonesia Klarifikasi Konten Media Sosial Frater CSsR, Upaya Pendampingan dan Pencarian Terus Dilakukan

Redemptoris Indonesia Klarifikasi Konten Media Sosial Frater CSsR, Upaya Pendampingan dan Pencarian Terus Dilakukan

Maret 03, 2026
Kisah Suster Ika dan 13 Perempuan yang Diselamatkan dari Jerat Perdagangan Orang di Sikka

Kisah Suster Ika dan 13 Perempuan yang Diselamatkan dari Jerat Perdagangan Orang di Sikka

Maret 03, 2026
Keluarga Agustinus Snawi Poety Peuuma Minta Maaf atas Video Viral, Tegaskan Kondisi Frater Sedang Tidak Stabil

Keluarga Agustinus Snawi Poety Peuuma Minta Maaf atas Video Viral, Tegaskan Kondisi Frater Sedang Tidak Stabil

Maret 04, 2026
Dari Muslim, Protestan, hingga Katolik: Jalan Iman yang Mengantar Sr. Evelyn ke Biara

Dari Muslim, Protestan, hingga Katolik: Jalan Iman yang Mengantar Sr. Evelyn ke Biara

Maret 02, 2026

Editor Post

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026
Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

April 12, 2025
Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Januari 20, 2026
Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

April 11, 2025

Popular Post

Redemptoris Indonesia Klarifikasi Konten Media Sosial Frater CSsR, Upaya Pendampingan dan Pencarian Terus Dilakukan

Redemptoris Indonesia Klarifikasi Konten Media Sosial Frater CSsR, Upaya Pendampingan dan Pencarian Terus Dilakukan

Maret 03, 2026
Kisah Suster Ika dan 13 Perempuan yang Diselamatkan dari Jerat Perdagangan Orang di Sikka

Kisah Suster Ika dan 13 Perempuan yang Diselamatkan dari Jerat Perdagangan Orang di Sikka

Maret 03, 2026
Keluarga Agustinus Snawi Poety Peuuma Minta Maaf atas Video Viral, Tegaskan Kondisi Frater Sedang Tidak Stabil

Keluarga Agustinus Snawi Poety Peuuma Minta Maaf atas Video Viral, Tegaskan Kondisi Frater Sedang Tidak Stabil

Maret 04, 2026
Dari Muslim, Protestan, hingga Katolik: Jalan Iman yang Mengantar Sr. Evelyn ke Biara

Dari Muslim, Protestan, hingga Katolik: Jalan Iman yang Mengantar Sr. Evelyn ke Biara

Maret 02, 2026

Populart Categoris

  • Berita828
  • Cerpen7
  • Doa79
  • Film17
  • Filsafat9
  • Internasional345
  • Jelajah115
  • Lifestyle197
  • Nasional118
  • Pelayanan Sosial114
  • Puisi2
  • Refleksi339
  • Sosok306
  • Teologi68
Katolik Terkini

Tentang Kami

Katolik Terkini adalah platform berita online independen yang memiliki komitmen kuat untuk menyajikan informasi, berita, dan data seputar Gereja Katolik, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia.

Kontak kami: katolikterkini@gmail.com

Follow Us

© KATOLIK TERKINI oleh Katolik Terkini
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Daftar Isi Katolik Terkini