Berita
Daerah
Doa
Inspirasi
Nasional
Kukuhkan Janji Setia: 240 Legioner Keuskupan Agung Palembang Perbarui Komitmen dalam Acies 2026
PALEMBANG, Katolik Terkini – Sebanyak 240 anggota Legio Maria dari berbagai wilayah di Keuskupan Agung Palembang (KAPal) berkumpul dengan penuh khidmat di Paroki Santo Yoseph Palembang untuk melaksanakan Acies, upacara tahunan terbesar sebagai momen pembaruan janji setia kepada Bunda Maria pada 7-8 Maret 2026..
Acara yang diselenggarakan oleh Komisium Ratu Pencinta Damai ini dihadiri oleh perwakilan dari lima Dekanat, yakni Dekanat Palembang, Jambi, Lubuk Linggau, Bengkulu, dan Belitang. Rangkaian kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dengan doa Rosario dan doa Tesera, dilanjutkan dengan prosesi sakral pembaruan janji bakti.
Puncak acara ditandai dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Vikaris Jenderal KAPal, RD. Yohanes Kristianto (Romo Kris), didampingi oleh RD. Petrus Sukino (Moderator Komisi Devosional KAPal) dan RD. Agustinus Giman (Romo Pembimbing Rohani Komisium Ratu Pecinta Damai Palembang).
Menjadi Tentara Maria yang Saleh dan Manusiawi
Dalam homilinya, Romo Kris menekankan pentingnya makna kalimat penyerahan diri: “Aku adalah milikmu ya Ratu dan Bundaku dan segala milikku adalah kepunyaanmu.” Menurutnya, kalimat tersebut bukan sekadar hafalan, melainkan komitmen hati yang mengikat.
"Acies adalah pernyataan setia seorang tentara kepada pimpinannya, dan bagi kita, kepada Ratu kita yakni Bunda Maria. Janji ini harus menjadi komitmen yang menggerakkan kita untuk mewujudkan identitas sekaligus tujuan utama Legioner: menyucikan diri sendiri dan menyucikan jiwa-jiwa," ujar Romo Kris.
Sesuai dengan tema tahun ini, "Bersama Bunda Maria, Legioner Menjadi Saleh dan Manusiawi," Romo Kris mengingatkan bahwa kekuatan utama seorang Legioner terletak pada Ekaristi.
"Seorang Legioner yang jarang menyambut Ekaristi adalah tentara yang maju ke medan perang tanpa senjata. Senjata dan perisai kita adalah kekuatan rohani yang ditemukan dalam kedalaman Ekaristi."
Spiritualitas yang "Memiliki Kaki dan Tangan"
Lebih lanjut, Romo Kris mengajak para Legioner untuk tidak hanya fokus pada kesucian pribadi, tetapi juga memiliki kepekaan sosial.
"Kerohanian harus memiliki kaki untuk melangkah dan tangan untuk merangkul. Tugas khas Legioner adalah hadir di garis depan; mencari mereka yang sakit, yang kehilangan harapan, hingga mereka yang berada di penjara. Kita dipanggil untuk menjadi pribadi yang berbela rasa."
Dukungan Hirarki dan Harapan Masa Depan
Dalam kesempatan tersebut, Romo Kris juga menyampaikan salam hangat dari Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono. Bapa Uskup menyampaikan rasa bangganya atas perkembangan Legio Maria yang terus tumbuh di seluruh Dekanat dan berpesan agar Legio Maria tetap selaras dengan prioritas pastoral keuskupan, seperti kaderisasi, lingkungan hidup, penanganan TPPO, dan literasi media digital.
Secara khusus, pesan semangat diberikan kepada para Legioner dari wilayah Jambi terkait rencana pengembangan keuskupan di masa depan.
"Bapa Uskup memiliki mimpi tahun 2033 Jambi menjadi Keuskupan sendiri. Maka bagi para Legioner dari Jambi, 'gaspol' jangan kendor, harus semakin bertumbuh sebagai bagian dari persiapan tersebut," tambah Romo Kris.
Ketua Komisium Ratu Pencinta Damai Palembang, Hendrikus, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak, khususnya para pembimbing rohani dan anggota yang datang dari luar kota, atas terlaksananya kegiatan ini dengan lancar.
Kegiatan Acies 2026 ditutup dengan momen kebersamaan berupa ramah tamah dan pentas seni yang meriah di Aula Serbaguna Santo Yoseph Palembang, membawa semangat baru bagi para "Tentara Maria" untuk kembali berkarya di Presidium masing-masing.
Kontributor Palembang : Andreas Daris Awalistyo
Via
Berita




Posting Komentar