-->
Telusuri
24 C
id
Katolik Terkini
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • Sosok
  • Humaniora
    • Humaniora
  • Refleksi
  • Lifestyle
  • Travelling
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
Katolik Terkini
Telusuri
Beranda Berita Internasional Pelayanan Sosial Refleksi Gereja Katolik Filipina Perkuat Peran Paroki dalam Pencegahan Perdagangan Manusia
Berita Internasional Pelayanan Sosial Refleksi

Gereja Katolik Filipina Perkuat Peran Paroki dalam Pencegahan Perdagangan Manusia

Katolik terkini
Katolik terkini
07 Feb, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Katolik Terkini - Menjelang peringatan Hari Doa dan Kesadaran Internasional Melawan Perdagangan Manusia (International Day of Prayer and Awareness Against Human Trafficking), Gereja Katolik di Filipina kembali menegaskan komitmennya untuk melawan perdagangan manusia.

Uskup Socrates Mesiona dari Keuskupan Puerta Princesa menyerukan agar paroki-paroki menjadi ruang kewaspadaan, pendidikan, dan perlindungan bagi kelompok rentan.

“Perdamaian berawal dari martabat,” tegas Uskup Mesiona dalam pernyataan resmi yang dirilis pada 1 Februari.

Ia mengingatkan bahwa perdagangan manusia masih menjadi ancaman serius di Filipina, terutama bagi para migran, perempuan, dan anak-anak.

Sebagai Ketua Komisi Konferensi Waligereja Filipina untuk Pelayanan Pastoral bagi Para Migran dan Masyarakat Berpindah, Uskup Mesiona menyoroti sejumlah faktor yang memperparah kerentanan masyarakat, seperti tingginya angka kemiskinan, maraknya kekerasan dan pelecehan daring, serta praktik perekrutan tenaga kerja yang menipu.

Dalam pernyataannya, seperti dilansir dari media Aleteia, Uskup Mesiona mendorong Gereja untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan perdagangan manusia, baik di tingkat keuskupan maupun paroki. Hingga saat ini, tercatat 12 keuskupan di Filipina telah membentuk Komite Keuskupan Melawan Perdagangan Manusia (Diocesan Committees Against Human Trafficking atau DCAHT).

Ia mengajak keuskupan-keuskupan lain yang belum memiliki komite serupa untuk segera membentuknya, serta meminta agar DCAHT yang sudah ada diperkuat. Menurutnya, koordinasi yang lebih baik akan memungkinkan Gereja menanggapi kasus perdagangan manusia secara lebih cepat, efektif, dan kolaboratif.

Paroki di Garda Terdepan

Uskup Mesiona menekankan bahwa perdagangan manusia tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga menghancurkan keluarga dan komunitas. Karena itu, tindakan konkret harus dimulai dari tempat orang hidup sehari-hari, yakni paroki.

Ia menyerukan agar paroki-paroki mengambil peran terdepan dalam pencegahan dengan menjadi ruang aman untuk pembelajaran, kewaspadaan, dan perlindungan bagi mereka yang rentan. Kesadaran akan bahaya perdagangan manusia, katanya, perlu diintegrasikan dalam katekese, program pendampingan kaum muda, serta pembinaan keluarga.

“Tanggapan umat Katolik terhadap perdagangan manusia harus berakar pada doa,” ujar Uskup Mesiona. Namun, ia menegaskan bahwa doa saja tidak cukup. “Kesadaran harus mendorong kita pada tanggung jawab, dan iman harus menuntun kita pada tindakan.”

Hari Doa dan Kesadaran

Pernyataan tersebut dirilis bertepatan dengan peringatan Hari Doa dan Kesadaran Nasional Melawan Perdagangan Manusia di Filipina yang jatuh pada Minggu, 1 Februari. Sementara itu, Hari Doa dan Kesadaran Internasional Melawan Perdagangan Manusia akan diperingati pada Minggu, 8 Februari.

Peringatan internasional ini digerakan oleh International Union of Superiors General (UISG) dan Union of Superiors General (USG), dan bertepatan dengan pesta Santa Yosefina Bakhita. Santa Bakhita adalah seorang biarawati asal Sudan yang diculik dan diperbudak sejak kecil, dan kini dihormati sebagai simbol perjuangan Gereja melawan perdagangan manusia dan segala bentuk perbudakan modern.

Berbagai kegiatan pada hari tersebut dikoordinasikan oleh Talitha Kum, sebuah jaringan internasional anti-perdagangan manusia yang didirikan oleh UISG. Nama Talitha Kum berasal dari bahasa Aram yang berarti “Hai anak perempuan, bangunlah,” melambangkan harapan, pemulihan, dan pembebasan bagi para korban.

Di seluruh dunia, para suster religius berada di garis depan dalam upaya menghentikan perdagangan manusia. Mereka terlibat langsung dalam pencegahan, penyelamatan korban, pendampingan pastoral, serta proses pemulihan dan penyembuhan para penyintas.(AD)

Via Berita
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Media Sosial

facebook Like
twitter Follow
youtube Langganan
instagram Follow

Featured Post

Sempat Diragukan, Tablo OMK Paroki Santo Yoseph Palembang Justru Tampil Memukau di Jumat Agung

Katolik terkini- April 03, 2026 0
Sempat Diragukan, Tablo OMK Paroki Santo Yoseph Palembang Justru Tampil Memukau di Jumat Agung
OMK Paroki Santo Yoseph Palembang Gelar Tablo Jumat Agung pada Jumat (3/4/2026) pukul 09.00 WIB Katolik Terkini - Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Santo Yoseph…

Most Popular

Karya Pertama dari Indonesia, Patung Yusuf Arimatea Dipersembahkan kepada Paus Leo XIV di Vatikan

Karya Pertama dari Indonesia, Patung Yusuf Arimatea Dipersembahkan kepada Paus Leo XIV di Vatikan

Maret 30, 2026
Rabu Suci: Antara Kesetiaan dan Pengkhianatan yang Sunyi

Rabu Suci: Antara Kesetiaan dan Pengkhianatan yang Sunyi

April 01, 2026
Momen Istimewa Minggu Palma di Werang, Dipimpin Langsung oleh Uskup Labuan Bajo

Momen Istimewa Minggu Palma di Werang, Dipimpin Langsung oleh Uskup Labuan Bajo

Maret 30, 2026
Gereja yang Hadir dan Peduli: Kunjungan Pastoral Uskup Labuan Bajo ke Rumah Shelter

Gereja yang Hadir dan Peduli: Kunjungan Pastoral Uskup Labuan Bajo ke Rumah Shelter

Maret 30, 2026

Editor Post

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

April 12, 2025
Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Januari 20, 2026
Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

April 11, 2025
Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026

Popular Post

Karya Pertama dari Indonesia, Patung Yusuf Arimatea Dipersembahkan kepada Paus Leo XIV di Vatikan

Karya Pertama dari Indonesia, Patung Yusuf Arimatea Dipersembahkan kepada Paus Leo XIV di Vatikan

Maret 30, 2026
Rabu Suci: Antara Kesetiaan dan Pengkhianatan yang Sunyi

Rabu Suci: Antara Kesetiaan dan Pengkhianatan yang Sunyi

April 01, 2026
Momen Istimewa Minggu Palma di Werang, Dipimpin Langsung oleh Uskup Labuan Bajo

Momen Istimewa Minggu Palma di Werang, Dipimpin Langsung oleh Uskup Labuan Bajo

Maret 30, 2026
Gereja yang Hadir dan Peduli: Kunjungan Pastoral Uskup Labuan Bajo ke Rumah Shelter

Gereja yang Hadir dan Peduli: Kunjungan Pastoral Uskup Labuan Bajo ke Rumah Shelter

Maret 30, 2026

Populart Categoris

  • Berita861
  • Cerpen7
  • Doa81
  • Film18
  • Filsafat9
  • Internasional356
  • Jelajah115
  • Lifestyle201
  • Nasional131
  • Pelayanan Sosial121
  • Puisi2
  • Refleksi354
  • Sosok312
  • Teologi68
Katolik Terkini

Tentang Kami

Katolik Terkini adalah platform berita online independen yang memiliki komitmen kuat untuk menyajikan informasi, berita, dan data seputar Gereja Katolik, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia.

Kontak kami: katolikterkini@gmail.com

Follow Us

© KATOLIK TERKINI oleh Katolik Terkini
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Daftar Isi Katolik Terkini