10 Diakon Resmi Ditahbiskan: Berkomitmen Menjadi Pelayan yang Berakar dan Bertumbuh dalam Kristus
![]() |
| Foto bersama Uskup Agung Palembang, para Pastor yang bertugas, Diakon tertahbis dan orangtuanya |
PALEMBANG, Katolikterkini.com – Suasana khidmat menyelimuti Kapel Seminari Menengah Santo Paulus, Palembang, pada Sabtu (24/1/2026). Ratusan umat Katolik berkumpul untuk memberikan dukungan doa dalam perayaan Tahbisan Diakon bagi 10 frater yang dipimpin langsung oleh Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono.
Perayaan
ini menjadi momen penting bagi Gereja Katolik di Sumatera Selatan, khususnya
bagi Keuskupan Agung Palembang (KAPal) dan Kongregasi Imam-imam Hati Kudus
Yesus (SCJ).
![]() |
| Pengucapan janji kesetiaan para Diakon dihadapan Uskup Agung Palembang Mgr Yohanes Harun Yuwono ( Foto; Daris) |
Sinergi
Diosesan dan Kongregasi
Mengusung tema "Pelayan yang
Berakar dan Bertumbuh dalam Kristus", sepuluh frater yang telah
menyelesaikan masa pembinaan panjang ini terdiri dari lima calon imam diosesan
KAPal dan lima calon imam dari Kongregasi SCJ. Berikut adalah nama-nama diakon
yang baru ditahbiskan:
- Lingkup KAPal:
Diakon Bednadetus Aprilyanto, Diakon Yohanes Gusti Randa, Diakon Markus
Trio Agustra, Diakon Viktorinus Sidik Budianto, dan Diakon Sebastianus
Wahyudi.
- Lingkup SCJ: Diakon Henrikus Suharyono SCJ, Diakon Fransiskus Mujiono SCJ, Diakon Novtavianus Aldi Prayoga SCJ, Diakon Iknasius Bayu Lesmana SCJ, dan Diakon Yohanes Siapril Purba SCJ.

10 Diakon yang ditahbiskan oleh Mgr Yohanes Harun Yuwono bertempat di Kapel Seminari menengah St Paulus Palembang pada Sabtu, 24 Januari 2026 ( Foto : Daris )
Pesan
Kesetiaan dan Hidup Selibat
Dalam homilinya, Mgr. Yohanes Harun Yuwono menekankan bahwa pilihan hidup membiara menuntut tanggung jawab dan kesetiaan yang setara dengan hidup berkeluarga. Beliau berpesan agar para diakon menghayati hidup selibat bukan sekadar sebagai aturan, melainkan sebagai tanda kasih tulus kepada Kristus. Melalui kesetiaan yang berdimensi misi, ketika setia gereja akan tumbuh dan berkembang sempurna dan akan terberkati kehidupannya. Diakon dipanggil untuk setia, rendah hati, tulus iklhas, dan penuh kasih seperti Tuhan Yesus. Diakon diharapkan menjadi teladan untuk melayani bagi yang menderita, lemah, miskin, terbuang dan terpinggirkan.
"Setia bukanlah barang langka yang sulit dijangkau. Setia adalah cara kita menjadi manusia seutuhnya. Allah yang kita imani tercermin dari sikap setia yang kita tunjukkan kepada sesama," tegas Mgr. Harun.
Beliau juga mengingatkan para tertahbis agar tetap penuh kesetiaan, rendah hati dan memperkuat hidup doa serta komunitas agar tidak tergerus oleh arus zaman.
Sambutan oleh Superior Provinsial SCJ Indonesia Romo Andreas Suparman, SCJ (Foto: Daris )Harapan bagi Pelayanan Umat
Senada dengan Uskup, Superior Provinsial SCJ Indonesia, RP Andreas Suparman, SCJ, berharap agar para diakon baru ini mampu menjadi pelayan yang baik dalam bidang liturgi, sabda, dan amal kasih. Kehadiran mereka diharapkan mampu memperkuat persekutuan gereja dalam melayani umat Allah dengan hati yang tak terbagi.




Posting Komentar