Semangat Persaudaraan Warnai Penyambutan Peserta PKSN XIII di Pontianak
![]() |
| Tarian etnik Dayak menyambut rombongan peserta Perayaan Komunikasi Sosial Nasional (PKSN) XIII 2026 di Kompleks Katedral St Yoseph Pontianak, Selasa (26/5/2026). Foto: Komsos KAP |
Katolik Terkini - Ratusan pegiat komunikasi Katolik dari berbagai keuskupan di Indonesia memadati Kota Pontianak, Kalimantan Barat, untuk mengikuti Perayaan Komunikasi Sosial Nasional (PKSN) XIII, Selasa (26/05/2026).
Kehadiran para peserta disambut hangat dengan nuansa budaya lokal di Gedung Pasificus Bos, Kompleks Katedral Santo Yosef Pontianak.
Prosesi penyambutan berlangsung meriah melalui tarian etnik Dayak yang mengiringi penyerahan mandau, pedang khas Dayak, kepada Ketua Komisi Komsos KWI, Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo atau Mgr Didik, yang didampingi Uskup Agung Emeritus Keuskupan Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus.
Tradisi “pancung buluh muda” menjadi simbol keterbukaan hati tuan rumah, yakni Keuskupan Agung Pontianak, dalam menyambut seluruh peserta. Dengan satu tebasan mandau, Mgr Didik memutus tebu yang melintang di gerbang sebagai tanda resmi dimulainya rangkaian kegiatan PKSN XIII selama sepekan ke depan.
Selain menerima pengalungan syal bermotif Dayak, para peserta juga menikmati jamuan malam yang diwarnai penampilan seni budaya lokal, mulai dari tarian etnik Dayak, musik etnik Tionghoa, hingga alunan musik sape’, alat musik tradisional khas Dayak. Suasana keakraban semakin terasa ketika seluruh peserta saling berkenalan dalam semangat persaudaraan lintas keuskupan.
Pada kesempatan itu, panitia turut menayangkan film pendek berjudul Wajah dan Suara, produksi resmi Komsos KWI untuk PKSN 2026 dan Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-60. Film tersebut mengangkat refleksi iman dan katekese mengenai tantangan era digital, khususnya penyalahgunaan teknologi dan Kecerdasan Buatan (AI) yang dapat memanipulasi identitas manusia serta menciptakan relasi semu.
Melalui film tersebut, Gereja mengajak umat untuk tetap menjaga orisinalitas, empati, dan martabat kemanusiaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Pastor Kepala Paroki Katedral Santo Yosef Pontianak, RD Alexius Alex, menegaskan bahwa teknologi memang membawa banyak manfaat, tetapi manusia tidak boleh kehilangan hati nurani dan kepedulian terhadap sesama.
“Gereja dipanggil untuk menghadirkan komunikasi yang menyejukkan, jujur, dan membawa harapan. Media dan teknologi hendaknya dipakai bukan untuk memecah, melainkan untuk memperkuat persaudaraan, membela kebenaran, dan menjaga martabat manusia,” ujarnya.
Senada dengan itu, Sekretaris Keuskupan Agung Pontianak, RP Adiantus Aloysius, mengatakan bahwa komunikasi sejati bukan hanya soal menyebarkan informasi, melainkan membangun perjumpaan antarwajah, mendengarkan suara hati sesama, dan mewartakan kebenaran dengan kasih.
Sementara itu, Mgr. Agustinus Agus menghangatkan suasana dengan pantun khasnya. Ia mengingatkan bahwa tantangan komunikasi modern, termasuk AI, tidak bisa dihindari, namun teknologi tetaplah hasil karya manusia yang harus digunakan secara bijaksana.
Ketua Komisi Komsos KWI, Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo, berharap PKSN XIII menjadi ruang perjumpaan yang memperkuat sinodalitas Gereja sekaligus menghadirkan wajah dan suara Gereja yang tulus, otentik, dan membawa kabar sukacita bagi masyarakat.
“Di sini kita lintas batas untuk saling menjumpai dan mewujudkan wajah tulus dan otentik antara kita sekalian. Saat kita berjumpa, agar terjadi proses untuk belajar. Akhirnya kita juga berbagi satu sama lain,” ujar Mgr Didik.(AD)

Posting Komentar