Berita
Daerah
Doa
Inspirasi
Nasional
Paroki Santo Yoseph Palembang Resmikan Devosi "Santo Yosef Tidur"
PALEMBANG, Katolik Terkini – Di tengah era yang terobsesi pada pengakuan publik dan kebisingan digital, Paroki Santo Yoseph Palembang melakukan sebuah langkah spiritual "kontra-budaya".
Melalui Perayaan Ekaristi syukur yang dipimpin oleh RD. Emmanuel Belo Sede pada Kamis,(19/3/2026), paroki ini resmi memperkenalkan Spiritualitas Keheningan melalui pemberkatan Patung Santo Yosef Tidur.
Simbol yang dipopulerkan oleh Paus Fransiskus ini menekankan pesan mendalam: bahwa kekuatan terbesar manusia seringkali muncul bukan dalam keriuhan, melainkan saat beristirahat dalam kepasrahan total kepada Tuhan.
Rangkaian peringatan Hari Raya Santo Yosef tahun ini diawali dengan Novena sejak 6 Maret 2026. RD. Titus Jatra Kelana menyoroti sosok Yosef sebagai prototipe keberanian warga biasa dalam menghadapi "Herodes" modern, mulai dari ketimpangan ekonomi hingga krisis iklim.
"Yosef tidak melawan dengan amarah, melainkan dengan tindakan taktis penuh iman. Ini adalah pengingat bahwa sistem yang tidak adil mungkin mengubah rute hidup kita, namun tidak akan pernah bisa mengubah tujuan akhir kita jika kita berpegang pada Tuhan," ujar Romo Jatra.
Spiritualitas "Orang Biasa" di Panggung Dunia
Pastor Paroki Santo Yoseph, RD. Hyginus Gono Pratowo, dalam homilinya menegaskan bahwa masa depan Gereja dan masyarakat justru berada di tangan mereka yang bekerja di balik layar.
Ada tiga poin utama yang ditekankan:
- Teladan Tanpa Kata: Meniru Santo Yosef yang bertindak tanpa bicara untuk menjaga sejarah keselamatan.
- Relevansi Domestik: Menghargai peran ibu rumah tangga dan pekerja harian yang menjalankan tanggung jawab besar tanpa sorotan kamera.
- Harmoni Ekologis: Sebagai tukang kayu, Yosef adalah simbol antitesis terhadap kerakusan sistem ekonomi yang merusak lingkungan.
Hadirnya Patung Santo Yosef Tidur di Ruang Doa Paroki menawarkan perspektif baru tentang produktivitas rohani. Mengutip Paus Fransiskus, RD. Gono Pratowo menjelaskan bahwa saat manusia berhenti sejenak dari kebisingan dunia, di sanalah Tuhan mulai berbicara.
Pemberkatan ini memposisikan ruang doa paroki sebagai "laboratorium iman", tempat umat dapat meletakkan beban hidup di bawah perlindungan Santo Yosef, membiarkan Tuhan bekerja melalui suara hati saat manusia beristirahat.
Menutup perayaan, RD. Emmanuel Belo Sede menyampaikan pesan profisiat dari Keuskupan Agung Palembang. Beliau berharap momentum ini menjadi pijakan bagi umat untuk tetap tangguh di tengah ketidakpastian global, dengan menjaga kesucian keluarga melalui tindakan nyata yang senyap namun berdampak besar.
Kontributor Palembang : Andreas Daris Awalistyo
Via
Berita



Posting Komentar