Dari Imam hingga Awam: Enam Sosok Didorong Menuju Kanonisasi
![]() |
| Enam Sosok Didorong Menuju Kanonisasi (sumber foto dari Vatican News) |
Katolik Terkini - Paus Leo XIV kembali mengambil langkah penting dalam proses kanonisasi dengan mengesahkan sejumlah dekret yang memajukan enam tokoh Gereja menuju pengakuan sebagai santo dan santa.
Keputusan ini diambil setelah Paus menerima Kardinal Marcello Semeraro, Prefek Dikasteri untuk Penggelaran Para Kudus, dalam audiensi di Vatikan pada Senin pagi (23/3/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Paus memberikan otorisasi kepada Dikasteri untuk mempromulgasikan dekret-dekret penting, termasuk pengakuan atas “persembahan hidup” dan “kebajikan heroik” dari sejumlah kandidat.
Salah satu tokoh yang mendapat perhatian khusus adalah Ludovico Altieri, seorang kardinal dan Uskup Albano abad ke-19. Paus mengakui persembahan hidupnya sebagai bentuk kesaksian iman yang luar biasa, yang menjadi salah satu jalan menuju beatifikasi.
Selain itu, Bapa Suci juga mengakui kebajikan heroik dari lima tokoh lain, yang terdiri dari imam, biarawati, hingga seorang awam. Mereka adalah:
- Edward Joseph Flanagan, imam diosesan asal Irlandia yang dikenal sebagai pendiri Boys Town, sebuah karya sosial bagi anak-anak terlantar
- Henri Caffarel, imam Prancis yang mendirikan gerakan spiritual keluarga Katolik “Teams of Our Lady”
- Stanisława Samulowska, seorang biarawati dari Kongregasi Putri Kasih Santo Vinsensius a Paulo
- MarÃa Romero AlgarÃn, religius asal Spanyol yang dikenal dengan nama Maria dari Betlehem Hati Yesus
- Giuseppe Castagnetti, seorang awam Italia sekaligus ayah keluarga yang menjalani kehidupan iman secara heroik.
Dengan pengakuan kebajikan heroik ini, kelima tokoh tersebut kini menyandang gelar “Yang Mulia” (Venerable), sebuah tahap penting dalam proses menuju beatifikasi dan kanonisasi dalam Gereja Katolik.
Langkah ini menunjukkan perhatian Gereja terhadap kesaksian iman yang datang dari berbagai latar belakang hidup, baik dari kalangan klerus, religius, maupun awam. Keberagaman panggilan ini menegaskan bahwa jalan menuju kekudusan terbuka bagi semua orang yang setia menjalani hidup dalam kasih, pengorbanan, dan iman yang teguh.
Proses selanjutnya bagi para kandidat adalah menantikan pengakuan mukjizat melalui perantaraan mereka, yang menjadi syarat untuk beatifikasi sebelum akhirnya dapat diangkat sebagai santo atau santa dalam Gereja Katolik.(AD)
Sumber : Vatican News

Posting Komentar