Refleksi 18 Tahun Kerasulan: Kongres II Kerahiman Ilahi Palembang Serukan Transformasi Pelayanan dari Doa ke Tindakan Nyata
![]() |
| Kongres Kerasulan Kerahiman Ilahi ke II Keuskupan Agung Palembang |
Kongres II
Komunitas Devosional Kerahiman Ilahi yang dikuti 173 peserta selama 3 hari Jumat-Sabtu, Minggu, (27/2 – 1/3/2026).
Dan resmi dibuka dengan Perayaan Ekaristi pada Jumat (27/2) pukul 15.30 WIB di
Rumah Retret Giri Nugraha KM 7 Palembang. Perayaan tersebut dipimpin oleh Uskup
Emeritus Keuskupan Agung Palembang, Mgr. Aloysius Sudarso SCJ didampingi
sejumlah imam konselebran, di antaranya Moderator Devosional, Romo Petrus
Sukino dan Moderator Kerahiman Ilahi, Romo Yohanes Rettob MSC.
Acara yang diikuti oleh 173 utusan devosan ini resmi dibuka di RR Giri Nugraha KM 7, Palembang, Jumat (27/2/2026). Pada pembukaan ditandai dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ (Uskup Emeritus Keuskupan Agung Palembang), didampingi oleh Moderator Devosional Romo Petrus Sukino, Moderator Kerahiman Ilahi Romo Yohanes Rettob, MSC, serta jajaran imam konselebran.

Foto bersama peserta kongres Kerahiman Ilahi Ke II Keuskupan Agung Palembang Jumat, (27/2/2026) di RR Giri Nugraha Palembang ( Foto: daris )
Esensi Relasi: Melampaui Ritualisme
Dalam
homilinya yang menggugah, Mgr. Aloysius Sudarso menekankan pentingnya kedalaman
batin dalam beragama. Beliau menyoroti fenomena "ritualisme" yang
sering kali menjebak umat pada praktik doa tanpa perubahan karakter.
"Agama tanpa relasi adalah
penyembahan berhala. Kita berdevosi karena kita ingin berelasi dengan Tuhan
secara pribadi. Kerahiman Allah itu melampaui logika manusia; ia adalah kasih
yang terus memberi, bahkan hingga mengalahkan kematian melalui Yesus
Kristus," tegas Mgr. Sudarso.
Beliau juga
mengajak para peserta merenungkan spiritualitas Santa Faustina Kowalska, biarawati asal Polandia yang
dikenal sebagai Sekretaris Kerahiman Ilahi. Menurutnya, kekuatan Santa Faustina
bukan terletak pada panjangnya doa, melainkan pada persatuannya yang intim
dengan Allah yang maha pengasih.

Perarakan pembukaan pada kongres kerahiman ilahi II di RR Giri Nugraha Km 7 Palembang Jumat, (27/2/2026)
![]() |
| Perarakan pembukaan pada kongres kerahiman ilahi II di RR Giri Nugraha Km 7 Palembang Jumat, (27/2/2026) |
Misi
18 Tahun: Menjadi "Rasul" di Tengah Masyarakat
Kongres tahun
ini memiliki nilai historis yang kuat, yakni mensyukuri 18 tahun berdirinya Kerasulan
Kerahiman Ilahi di Keuskupan Agung Palembang. Angka 18 sering dimaknai sebagai
simbol kedewasaan; sebuah fase di mana komunitas diharapkan tidak lagi hanya
"menerima" berkat, tetapi menjadi saluran berkat.
Tujuan utama kongres ini meliputi: Rejuvenasi Komitmen: Memperbarui semangat pelayanan melalui transformasi cara berpikir (mindset) dan cara tindak, Pendalaman Literasi Rohani: Membedah kembali "Buku Harian Santa Faustina" sebagai kompas spiritual dalam menghadapi tantangan zaman, Misi Sosial: Mengubah devosi menjadi aksi nyata (tindakan kasih konkret) bagi sesama yang menderita, sakit, dan terpinggirkan.
Kurikulum
Pengajaran Komprehensif
Untuk membekali para peserta, panitia menghadirkan panel pengajar dari berbagai latar belakang ahli teologi dan pastoral, di antaranya: Romo Albertus Joni, SCJ dan Romo Elis Handoko, SCJ menyampaikan materi yang fokus pada aspek biblika dan spiritualitas, Diutus menjadi rasul kerahiman, RD Gunadi menyampaikan resolusi identitas devosan kerahiman ilahi dalam implementasi pastoral dan pelayanan lapangan sedangkan Romo Hans Rettob Memberikan pembekalan khusus mengenai kerasulan kerahiman ilahi dan penyebarannya di Keuskupan Agung Palembang serta manajerial komunitas.
![]() |
| Romo Albertus Joni,SCJ saat memberikan materi pembekalan kepada para devosan kerahiman ilahi yang ikut kongres KI II di Keuskupan Agung Palembang (Foto: Daris) |
Harapan untuk Gereja dan Dunia
Di tengah
situasi dunia yang penuh tantangan, Mgr. Sudarso berharap para devosan mampu
menjadi "wajah Gereja yang murah hati". Sebagai umat yang telah
dibaptis, setiap anggota komunitas dipanggil untuk membawa pesan harapan, baik
dalam kondisi bahagia maupun saat menghadapi kemalangan.
"Semoga kongres ini membawa berkat bagi dunia. Hati dari semua devosi adalah iman, dan iman yang hidup adalah iman yang berbuah pada kerahiman bagi sesama," tutupnya.
![]() |
| Foto beberapa panitia bersama Romo Hans Retob,MSC dan Romo Gading Sianipar |
Kontributor Palembang : Andreas Daris Awalistyo



Posting Komentar