Berita
Daerah
Inspirasi
Lifestyle
Puncak Syukur 100 Tahun Charitas Hospital Melayani yang Miskin dan Tersingkir
PALEMBANG, KATOLIK TERKINI – Menapaki usia satu abad merupakan sebuah berkat sekaligus perutusan yang mendalam. Mengusung tema "Berakar dan Berbuah dengan Sukacita", puncak perayaan HUT 100 Tahun Charitas Hospital dirayakan dengan penuh syukur dan meriah pada Minggu (12/7/2026) di Ballroom Lantai 8 Charitas Hospital Palembang.
Ziarah kasih yang dimulai sejak kedatangan para misionaris perdana ini diawali dengan Perayaan Ekaristi Kudus yang dipimpin oleh RD Hyginus Gono Pratowo. Misa syukur berlangsung khidmat, dihadiri oleh seluruh pimpinan direksi, jajaran Yayasan, para Suster Kongregasi Santo Fransiskus Charitas (FCh), tenaga kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel dr. H. Trisnawarman, M.Kes, serta segenap umat dan undangan.
Drama Kolosal: Menghidupi Spiritualitas Muder Theresia Saelmaekers
Suasana haru dan sukacita membubung saat pementasan drama kolosal yang dibawakan oleh para karyawan. Panggung teater ini mengisahkan kembali awal mula sejarah karya pelayanan medis ini, yang dipelopori oleh kedatangan 5 orang Suster FCh dari Belanda pada 9 Juli 1926 di Bumi Sriwijaya.
Karya yang awalnya menuntut pengorbanan besar dan kesederhanaan tersebut, kini telah bertumbuh subur. Semangat cinta kasih yang diwariskan oleh pendiri Kongregasi, Muder Theresia Saelmaekers, terus dihidupi.
Dari 5 suster pionir, kini Kongregasi Suster FCh Indonesia telah berkembang hingga beranggotakan 290 Suster, yang setia melayani sesama di bidang kesehatan, pendidikan, sosial, kategorial, hingga parokial di berbagai pelosok tanah air.
Sr. M. Henrika, F.Ch: Seabad Bukan Titik Henti, melainkan Pengosongan Diri
Ketua Yayasan Rumah Sakit Charitas, Sr. M. Henrika, F.Ch, dalam refleksi imannya menegaskan bahwa angka 100 tahun bukanlah sekadar deretan kalender, melainkan sebuah bentangan kisah pusaka seabad ziarah kasih, kesetiaan, dan pengorbanan yang tangguh.
"Terima kasih kepada para Suster atas persembahan diri kita semua, berjalan bersama di dalam Kongregasi Suster Fransiskus Charitas. Mari para Suster terus-menerus kita bertobat secara total dan radikal. Mungkinkah ada yang perlu kita benahi dalam hati kita, dalam kesaksian pengosongan diri (kenosis), dan dalam gerak dinamika pelayanan kita?" ajak Sr. Henrika menyentuh hati para suster.
Lebih lanjut, Sr. Henrika menekankan bahwa masa depan menuntut Charitas untuk berani keluar dari zona nyaman masa lalu.
"Seabad bukanlah titik henti, melainkan batu loncatan menuju langit dan bumi yang baru. Sembari menancapkan akar dan bergantung pada kasih karunia Tuhan, kita ditantang untuk terus melangkah maju dengan semangat yang inovatif, dinamis, dan tanggap terhadap tanda-tanda zaman. Kita mau merangkul teknologi dengan hati yang tetap penuh empati, menjadi oase relevan bagi generasi mendatang. Kami senantiasa merindukan doa agar kami terus menghidupi belarasa yang tak terbagi, menjadi tanda pengharapan bagi saudara-saudari yang menderita, miskin, kecil, dan tersingkir, serta menjadi jembatan perdamaian di tengah Gereja dan dunia," pungkasnya.
Perluasan Jaring Kasih dan Peluncuran Buku Sejarah
Direktur Utama Charitas Hospital, Dr. Antonius Yudianto, MARS, MH, FISQua, memaparkan bahwa spiritualitas pelayanan yang bersukacita ini diterjemahkan melalui perluasan jaringan pelayanan agar semakin dekat dengan masyarakat, baik di dalam maupun di luar Sumatera Selatan.
Saat ini, jaringan pelayanan kesehatan Katolik ini diperkuat oleh: Charitas Hospital Palembang (Jl. Jend. Sudirman): Pusat utama pelayanan medis sekaligus episentrum perayaan seabad. Charitas Hospital KM 7 & Charitas Hospital Kenten (Palembang): Di mana Kenten saat ini sedang membangun Gedung Medik Baru (IGD 24 Jam, kamar operasi, poliklinik spesialis) untuk meningkatkan kapasitas rawat inap.
Charitas Hospital Belitang (OKU Timur): Fokus pada mutu layanan BPJS dengan fasilitas ICU terpadu baru. Jaringan Luar Daerah: Charitas Hospital Arga Makmur (Bengkulu) dan Charitas Hospital Klepu (Sleman, D.I. Yogyakarta). Jaringan Klinik Pratama/Utama: Meliputi Klinik Charitas Lidwina (Sekojo), Klinik Fransiskus, Klinik Pasang Surut (Banyuasin), Klinik Santa Maria, dan Klinik Kartini.
Dalam momentum rahmat ini, diluncurkan pula buku refleksi sejarah berjudul "Berakar dan Berbuah dengan Sukacita: 100 Tahun Kongregasi Charitas (FCh) Indonesia" sebagai warisan literasi iman bagi generasi penerus.
Kesaksian Iman Melalui Aksi Nyata Kemasyarakatan
Ketua Panitia HUT, Ns. Paulus Hadi Sulistio, S.Kep, melaporkan bahwa sepanjang tahun 2026, menyongsong satu abad ini, Charitas tidak hanya melayani di dalam gedung.
Berbagai aksi kemanusiaan nyata telah digulirkan, seperti penanganan stunting (pemeriksaan gratis dan bantuan sosial balita) di Kecamatan Sukarami, donor darah massal, serta kunjungan kasih ke Panti Werdha Dharma Bakti KM 7 Palembang.
Charitas juga menggelar bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis (tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat) yang berkolaborasi dengan komunitas iman, termasuk di Paroki Hati Kudus dan Gereja Santo Yoseph Palembang. Kemeriahan juga diisi dengan Charitas Dance & Solo Song Competition, lomba video pendek bertema "100 Tahun Melayani dengan Kasih", hingga jalan sehat bersama.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, dr. H. Trisnawarman, M.Kes, Sp.KKLP, AIFO-K, menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi pelayanan Charitas. Pemerintah daerah mengakui bahwa meski manajemen dan generasi dokter silih berganti, Charitas selalu meninggalkan jejak pelayanan kemanusiaan yang luhur serta siap bersinergi menyukseskan program Sumsel Health Tourism 2026.
Satu abad telah berlalu, dan dari altar menuju pasar kehidupan, Charitas Hospital Group melangkah pasti menuju perutusan abad kedua: tetap kecil, sederhana, namun berdampak besar demi keselamatan sesama dan keluhuran mulia bagi kemuliaan Tuhan (Ad Maiorem Dei Gloriam).
Kontributor Palembang : Andreas Daris Awalistyo
Via
Berita



Posting Komentar