Keuskupan Labuan Bajo Gandeng Keuskupan Agung Toronto untuk Perkuat Pelayanan Pastoral
Labuan Bajo - Katolik Terkini - Keuskupan Labuan Bajo mulai membangun kemitraan strategis dengan Keuskupan Agung Toronto, Kanada, sebagai upaya memperkuat karya pastoral dan misi Gereja. Komitmen tersebut ditandai melalui pertemuan virtual yang berlangsung pada Kamis (25/6/2026), mempertemukan pimpinan kedua keuskupan dalam semangat persaudaraan Gereja universal.
Pertemuan yang berlangsung pukul 21.00 WITA atau 09.00 waktu Toronto itu menjadi langkah awal dalam menjalin kerja sama pastoral yang diharapkan mampu mendukung pengembangan pelayanan Gereja di Keuskupan Labuan Bajo yang masih berada pada tahap penguatan sebagai keuskupan baru.
Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, memimpin langsung delegasi keuskupan bersama Sekretaris Jenderal Keuskupan, Rm. Frans Nala, Pr., Ekonom Keuskupan Rm. Martin Wilian, Pr., Rm. Erik Ratu, Pr., dan Rm. Silvy Mongko, Pr.
Sementara dari Keuskupan Agung Toronto hadir Direktur Misi Arthur Peters bersama Development Coordinator International Programs Tina Ongkeko.
Dalam sambutannya, Mgr. Maksimus Regus menyampaikan rasa syukur atas kesempatan membangun komunikasi dan kemitraan dengan Gereja di Kanada. Menurutnya, dukungan dari Gereja universal menjadi kekuatan penting bagi Keuskupan Labuan Bajo dalam mengembangkan pelayanan pastoral.
"Kami sangat bersyukur dan senang apabila Keuskupan Agung Toronto dapat membantu karya pastoral kami di sini," ujar Mgr. Maksimus Regus.
Arthur Peters menyambut baik terjalinnya komunikasi tersebut. Ia mengatakan pertemuan ini menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat kondisi dan kebutuhan pastoral Keuskupan Labuan Bajo sekaligus menjajaki bentuk dukungan yang dapat diwujudkan melalui berbagai program misi Keuskupan Agung Toronto.
Dalam kesempatan itu, Keuskupan Agung Toronto memperkenalkan tiga program utama yang selama ini menjadi sarana dukungan bagi Gereja-Gereja di berbagai negara.
Program pertama adalah Special Projects, yang berfokus pada bantuan kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat. Program ini mencakup dukungan di bidang pangan, kesehatan, pendidikan, pelatihan keterampilan, penyediaan air bersih, energi surya, hingga pendampingan bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, dan masyarakat miskin.
Program kedua, Pastoral Mission Fund (PMF), diarahkan untuk memperkuat karya evangelisasi di tingkat paroki melalui seminar, pelatihan pastoral, pembinaan iman, kursus pastoral, serta pengembangan kapasitas kaum awam dan para katekis.
Sementara itu, Mission Cooperative Program (MCP) membuka peluang kemitraan antara paroki-paroki di Toronto dengan Gereja-Gereja di berbagai negara. Program ini bertujuan mendukung pendidikan calon misionaris sekaligus membantu kebutuhan dasar masyarakat melalui bantuan pangan dan layanan kesehatan.
Melalui pertemuan tersebut, Keuskupan Agung Toronto memberikan kesempatan kepada Keuskupan Labuan Bajo untuk menyusun berbagai program pastoral yang disesuaikan dengan kebutuhan nyata umat di wilayah pelayanannya.
Kemitraan ini dinilai memiliki nilai strategis karena tidak hanya berorientasi pada dukungan pendanaan, tetapi juga mencerminkan semangat solidaritas dan subsidiaritas dalam Gereja Katolik. Kerja sama tersebut menjadi wujud nyata persaudaraan iman yang melampaui batas negara, budaya, dan jarak geografis.
Bagi Keuskupan Labuan Bajo, kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola pastoral, meningkatkan kualitas pelayanan umat, serta mendorong pemberdayaan masyarakat di wilayah keuskupan yang terus berkembang.
Menutup pertemuan tersebut, Mgr. Maksimus Regus menyampaikan apresiasi kepada Uskup Agung Toronto beserta seluruh tim pastoral yang telah membuka ruang kerja sama bagi Keuskupan Labuan Bajo.
"Solidaritas Gereja sungguh terasa melalui kemitraan seperti ini," ungkapnya.
Kemitraan antara Keuskupan Labuan Bajo dan Keuskupan Agung Toronto menjadi gambaran nyata bagaimana Gereja universal terus membangun persaudaraan, saling mendukung, dan berjalan bersama dalam mewujudkan karya misi demi pelayanan yang semakin efektif bagi umat di berbagai belahan dunia.(AD)
Sumber: Komsos Keuskupan Labuan Bajo

Posting Komentar