Ratusan Ribu Peziarah Datang ke Assisi untuk Menghormati Jenazah Santo Fransiskus
![]() |
| Jenazah Santo Fransiskus dari Assisi Ditampilkan ke Publik |
Katolik Terkini - Sekitar 350.000 orang telah mendaftar untuk mengikuti peristiwa bersejarah Gereja Katolik, yakni penghormatan publik terhadap jenazah Santo Fransiskus dari Assisi.
Untuk pertama kalinya sejak wafatnya pada tahun 1226, tubuh santo yang dikenal sebagai pendiri Ordo Fransiskan itu akan ditampilkan secara terbuka kepada umat beriman.
Penghormatan publik ini akan berlangsung mulai 22 Februari hingga 22 Maret di Basilika Bawah Santo Fransiskus, Assisi, dan diperkirakan akan menarik peziarah dari berbagai belahan dunia. Para peziarah datang untuk berdoa di hadapan tubuh sosok yang oleh tradisi Gereja disebut sebagai “cermin hidup Injil.”
Peristiwa ini menjadi bagian penting dari peringatan 800 tahun wafatnya Santo Fransiskus, sekaligus menandai momen bersejarah dan spiritual yang sangat langka. Untuk pertama kalinya, jenazah Santo Fransiskus akan dipindahkan dari kapel bawah tanah tempat peristirahatan abadinya dan diletakkan di depan altar kepausan Basilika Bawah.
Gereja menyebut momen ini sebagai penyingkapan sebuah “harta rohani”, yang selama satu bulan penuh dapat dihormati oleh umat melalui doa dan devosi.
Tahun Yubileum Khusus Santo Fransiskus
Sehubungan dengan peringatan 800 tahun wafatnya Santo Fransiskus, Paus Leo XIV telah menetapkan Tahun Yubileum Khusus Santo Fransiskus dari Assisi. Tahun Yubileum ini akan berlangsung hingga 10 Januari 2027, dan selama periode tersebut umat beriman dapat memperoleh indulgensi penuh.
Menurut keterangan Penitensiaria Apostolik Vatikan, indulgensi dapat diperoleh dengan memenuhi syarat-syarat yang biasa ditetapkan Gereja, yakni menerima Sakramen Tobat dan Komuni Kudus, mendoakan intensi-intensi Bapa Suci, serta melakukan ziarah ke gereja Fransiskan atau tempat ibadat mana pun di dunia yang didedikasikan bagi Santo Fransiskus atau memiliki keterkaitan dengannya.
Jenazah yang Disembunyikan Selama Berabad-Abad
Setelah wafat pada tahun 1226, jenazah Santo Fransiskus dimakamkan di bawah altar utama Basilika Bawah Santo Fransiskus, di lokasi yang sulit diakses. Langkah ini diambil untuk mencegah pencurian relikui, mengingat besarnya penghormatan umat terhadap santo tersebut. Selama berabad-abad, keberadaan jenazah itu tetap tersembunyi hingga akhirnya ditemukan pada malam 12–13 Desember 1818.
Pemeriksaan resmi terhadap makam yang dilakukan pada tahun 1819 menegaskan bahwa jenazah tersebut benar milik Santo Fransiskus dari Assisi, yang juga dikenal sebagai “Orang Miskin dari Assisi.”
Pada era modern, makam Santo Fransiskus telah dibuka dua kali, yakni pada 1978 dan 2015. Setiap pemeriksaan kembali meneguhkan keyakinan Gereja bahwa tubuh Santo Fransiskus merupakan tanda nyata dari kasih yang menggerakkan seluruh hidupnya.
Kondisi jenazah menunjukkan tubuh seorang pria yang melemah oleh penyakit dan luka-luka Kristus yang ia tanggung pada dua tahun terakhir hidupnya, sebagai kesaksian bahwa ia menghidupi Injil hingga akhir hayat.
Rangkaian Ibadat dan Kegiatan Pendukung
Sebelum jenazah Santo Fransiskus ditampilkan kepada publik, ibadat vesper akan dirayakan pada Sabtu, 21 Februari, pukul 16.00 waktu setempat, dan diperuntukkan secara khusus bagi para biarawan Fransiskan. Setelah itu, jenazah akan dipindahkan dalam prosesi dari kapel tempat peristirahatan menuju Basilika Bawah.
Peristiwa bersejarah ini juga akan disertai dengan penerbitan edisi khusus majalah “San Francesco Patrono d’Italia”, yang diterbitkan oleh Sacred Convent of Assisi. Majalah setebal 160 halaman ini sepenuhnya membahas Santo Fransiskus dan memuat tulisan-tulisan dari para pakar Fransiskan terkemuka masa kini.
Makna Indulgensi Penuh
Menurut ajaran Gereja Katolik, indulgensi penuh adalah penghapusan hukuman sementara akibat dosa-dosa yang telah diampuni. Gereja dapat menganugerahkan indulgensi karena Allah mempercayakan kepadanya pengelolaan buah-buah penebusan Kristus, sebagai sarana rahmat bagi umat beriman.
Perayaan 800 tahun wafatnya Santo Fransiskus ini dipandang sebagai anugerah rohani yang istimewa bagi seluruh Gereja, sekaligus undangan bagi umat untuk kembali meneladani semangat hidup Injil, kesederhanaan, dan kasih kepada sesama sebagaimana diwariskan oleh Santo Fransiskus dari Assisi.(AD)
Sumber: EWTN NEWS
.png)
Posting Komentar