-->
Telusuri
24 C
id
Katolik Terkini
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • Sosok
  • Humaniora
    • Humaniora
  • Refleksi
  • Lifestyle
  • Travelling
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
Katolik Terkini
Telusuri
Beranda Berita Daerah Pendidikan Refleksi Sosok Duka Kemanusiaan di Altar St. Yoseph Palembang: Melepas Kepergian Ibu Christina, Pendidik Setia dan Saksi Iman
Berita Daerah Pendidikan Refleksi Sosok

Duka Kemanusiaan di Altar St. Yoseph Palembang: Melepas Kepergian Ibu Christina, Pendidik Setia dan Saksi Iman

Andreas Daris Awalistyo, S.Pd., M.I.Kom
Andreas Daris Awalistyo, S.Pd., M.I.Kom
28 Jan, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Dra Christina S (X) semasa masih hidup berfoto brsama tim bunga hias altar Paroki St Yoseph Palembang  
PALEMBANG, Katolikterkini.com   –   "Hidup ini milik Allah, bukan milik kita sendiri." Kalimat bernada getir namun penuh iman itu menggema Gereja Santo Yoseph Palembang. Di depan altar, dalam peti jenazah yang tenang, berbaring Dra. Christina S (80), seorang hamba Tuhan yang sepanjang hidupnya diabdikan untuk mendidik dan melayani.

Setelah 13 hari hilangnya Dra Christina diduga dirampok,sejak (14/1/2026),  akhirnya pada Selasa, (27/1/2026) ditemukan di wilayah Tanjung Lago Banyuasin  sudah menjadi jenazah. Setelah dioutopsi di RS Bhayangkara Palembang jenazah Dra Christina di semayamkan di Rumah duka Charitas Hospital dan dilaksanakan misa requem di Gereja St Yoseph Palembang yang dipimpin oleh Mgr Yohanes Harun Yuwono Uskup Agung Palembang, didampingi RD Yohanes Kristianto Vikjen KAPal, RD Hyginus Gono Pratowo Romo Paroki St Yoseph Palembang, serta romo-romo konselebran lainnya.

Dra Christina S (80), Seorang ibu Bhayangkari, dan juga pendidik di Yayasan Xaverius Palembang, setelah pensiun di tahun 2008 aktif menggereja, setiap pagi senantiasa mengikuti ibadah/misa pagi, aktif dalam kelompok kategorial warakawuri Paroki St Yoseph Palembang, kelompok Simeon, Team hias altar gereja dan kegiatan lainnya di Paroki.

Saat menjadi Guru selalu jadi perhatian para mantan muridnya. Dra Christina atau yang biasa disapa Bu Kristin atau Mami ini, merupakan guru mata pelajaran matematika. Istri pensiunan perwira Polri itu pernah mengajar di SMP Xaverius 2 Palembang, SMA Xaverius 3 Palembang, dan SMA Xaverius 1 Palembang.

Kepergian Ibu Christina atau yang akrab disapa Mami oleh para muridnya memang meninggalkan luka mendalam. Setelah 13 hari pencarian penuh doa, ia ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di wilayah Tanjung Lago. Secara manusiawi, peristiwa ini menyulut amarah; seorang lansia yang renta menjadi korban kekejaman. Namun, dalam iman Katolik, peristiwa ini dibawa ke dalam refleksi yang lebih tinggi oleh Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono.

Mgr Yohanes HarunYuwono Uskup Keuskupan Agung Palembang saat mendupai peti jenazah almahumah Dra Christina S

Saksi Iman yang Setia hingga Akhir

Bagi umat Paroki St. Yoseph, Ibu Christina bukan sekadar jemaat. Ia adalah saksi hidup dari rutinitas yang suci. Setiap pagi, sebelum matahari benar-benar tinggi, ia selalu hadir dalam Misa pagi. Tangannya yang terampil kerap menyentuh altar sebagai tim penghias, memastikan rumah Tuhan selalu cantik bagi sesama. Di masa purnatugasnya, ia memilih menjadi "pelayan kecil" di berbagai kelompok kategorial seperti Warakawuri dan Kelompok Simeon.

Tragedi yang menimpanya saat dalam perjalanan untuk berobat menjadi sebuah "Jalan Salib" pribadi baginya. Namun, Mgr. Harun dalam khotbahnya mengingatkan bahwa duka ini adalah duka kemanusiaan.

"Kehidupan adalah milik Allah. Mereka yang merampas nyawa sesama sesungguhnya sedang memusuhi Sang Pencipta. Namun, sebagai anak-anak Allah, kita tidak diajarkan untuk menyimpan bara dendam," ungkap Mgr. Harun dengan suara bergetar.

Mgr Yohanes Harun Yuwono memberikan homilinya pada misa requem ibu Dra Christina S di Paroki St Yoseph Palembang

Ajaran Kasih: "Pipi Kiri dan Pipi Kanan"

Dalam duka yang menyesakkan, Gereja mengajak umat untuk tidak membalas kegelapan dengan kegelapan. Mengutip ajaran Yesus tentang pengampunan, Mgr. Harun menekankan bahwa sesakit apa pun luka yang digoreskan oleh para pelaku, umat Kristiani dipanggil untuk menjadi pembawa damai.

"Jika ditampar pipi kirimu, berilah pipi kananmu. Ampunilah, karena Allah kita adalah Maha Rahim," pesan sang Uskup. Ini bukanlah tanda kelemahan, melainkan kekuatan iman yang percaya bahwa keadilan Tuhan akan bekerja melewati batas nalar manusia.

Mgr Yohanes harun Yuwono berFoto bersama keluarga besar ibu Dra Christina S

Warisan Ilmu dan Doa

Bagi ribuan alumni SMA Xaverius 3 Palembang, Ibu Christina adalah sosok guru matematika yang mengajarkan ketegasan sekaligus kasih. Kini, "Mami" tidak lagi berdiri di depan kelas atau menghias altar. Ia telah menyelesaikan perjalanannya di dunia.

Keluarga besar Polri mengingat beliau adalah istri dari mendiang pensiunan Polri dan umat gereja telah memberikan penghormatan terakhir melalui Doa Rosario yang tak putus-putus di Taman Maria Bunda Hati Kudus Yesus.

Ibu Christina mungkin pergi dalam jalan yang tragis di mata dunia, namun bagi orang beriman, ia pulang dalam dekapan kasih Tuhan yang ia sembah setiap pagi di gereja.

Selamat jalan, Ibu Christina. Tugasmu menghias altar dunia telah usai, kini hiaslah altar di Surga. 

Kontributor Palembang :  Andreas Daris Awalistyo, S.Pd.,  M.I.Kom
Via Berita
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Media Sosial

facebook Like
twitter Follow
youtube Langganan
instagram Follow

Featured Post

Paus Leo XIV Tegaskan Penolakan Antisemitisme pada Peringatan 81 Tahun Pembebasan Auschwitz

Katolik terkini- Januari 28, 2026 0
Paus Leo XIV Tegaskan Penolakan Antisemitisme pada Peringatan 81 Tahun Pembebasan Auschwitz
Katolik Terkini - Paus Leo XIV menegaskan kembali sikap tegas Gereja Katolik yang menolak segala bentuk antisemitisme dan diskriminasi dalam rangka peringatan…

Most Popular

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Januari 20, 2026
Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026
Apakah Jabatan Uskup atau Kardinal Patut Menjadi Ambisi Para Imam?

Apakah Jabatan Uskup atau Kardinal Patut Menjadi Ambisi Para Imam?

Januari 24, 2026
Natal di Sentani, Zita Anjani Hadirkan Pesan Damai, Kebersamaan dan Keberagamaan dari Papua

Natal di Sentani, Zita Anjani Hadirkan Pesan Damai, Kebersamaan dan Keberagamaan dari Papua

Januari 19, 2026

Editor Post

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026
Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

April 12, 2025
Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Januari 20, 2026
Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

April 11, 2025

Popular Post

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Januari 20, 2026
Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026
Apakah Jabatan Uskup atau Kardinal Patut Menjadi Ambisi Para Imam?

Apakah Jabatan Uskup atau Kardinal Patut Menjadi Ambisi Para Imam?

Januari 24, 2026
Natal di Sentani, Zita Anjani Hadirkan Pesan Damai, Kebersamaan dan Keberagamaan dari Papua

Natal di Sentani, Zita Anjani Hadirkan Pesan Damai, Kebersamaan dan Keberagamaan dari Papua

Januari 19, 2026

Populart Categoris

  • Berita794
  • Cerpen7
  • Doa78
  • Film17
  • Filsafat8
  • Internasional337
  • Jelajah113
  • Lifestyle190
  • Nasional105
  • Pelayanan Sosial111
  • Puisi2
  • Refleksi323
  • Sosok295
  • Teologi68
Katolik Terkini

Tentang Kami

Katolik Terkini adalah platform berita online independen yang memiliki komitmen kuat untuk menyajikan informasi, berita, dan data seputar Gereja Katolik, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia.

Kontak kami: katolikterkini@gmail.com

Follow Us

© KATOLIK TERKINI oleh Katolik Terkini
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Daftar Isi Katolik Terkini