-->
Telusuri
24 C
id
Katolik Terkini
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • Sosok
  • Humaniora
    • Humaniora
  • Refleksi
  • Lifestyle
  • Travelling
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
Katolik Terkini
Telusuri
Beranda Berita Internasional Perdamaian Paus Leo XIV Tegaskan Penolakan Antisemitisme pada Peringatan 81 Tahun Pembebasan Auschwitz
Berita Internasional Perdamaian

Paus Leo XIV Tegaskan Penolakan Antisemitisme pada Peringatan 81 Tahun Pembebasan Auschwitz

Katolik terkini
Katolik terkini
29 Jan, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Katolik Terkini - Paus Leo XIV menegaskan kembali sikap tegas Gereja Katolik yang menolak segala bentuk antisemitisme dan diskriminasi dalam rangka peringatan Hari Peringatan Holocaust Internasional.

Melalui sebuah unggahan di akun resmi Pontifex, Paus menyatakan bahwa “Gereja tetap setia pada sikap teguh Deklarasi Nostra Aetate yang menentang setiap bentuk antisemitisme. Gereja menolak segala bentuk diskriminasi atau pelecehan berdasarkan etnis, bahasa, kebangsaan, atau agama.”

Pernyataan Paus tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan 81 tahun pembebasan Kamp Konsentrasi dan Pemusnahan Nazi Jerman Auschwitz-Birkenau, salah satu simbol paling kelam dalam sejarah kemanusiaan.

Pada 27 Januari 1945, kamp tersebut dibebaskan, mengakhiri penderitaan ribuan tahanan yang masih hidup. Di Auschwitz saja, lebih dari satu juta orang dibunuh, sebagian besar di antaranya adalah orang Yahudi.

Tanggal 27 Januari kemudian ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2005 sebagai Hari Peringatan Holocaust Internasional, untuk mengenang jutaan korban Holocaust sekaligus mengingatkan dunia akan bahaya kebencian, kefanatikan, rasisme, dan prasangka.

Tahun 2026 menandai peringatan ke-25 sejak hari tersebut secara resmi diperingati oleh komunitas internasional.

Holocaust dan Komitmen Dunia Internasional

Tragedi Holocaust dan kengerian Perang Dunia Kedua menjadi dasar lahirnya Perserikatan Bangsa-Bangsa. Organisasi ini dibentuk dengan tujuan menjaga perdamaian dan keamanan internasional, memberikan bantuan kemanusiaan, melindungi hak asasi manusia, serta menegakkan hukum internasional.

Sebagai wujud komitmen tersebut, pada tahun 1948 PBB mengesahkan dua dokumen penting, yakni Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia dan Konvensi tentang Pencegahan dan Penghukuman Kejahatan Genosida.

Dalam resolusi yang menetapkan Hari Peringatan Holocaust Internasional, PBB menegaskan bahwa Holocaust akan selamanya menjadi peringatan bagi umat manusia tentang bahaya kebencian, kefanatikan, rasisme, dan prasangka.

Pendidikan dan Kesaksian sebagai Bentuk Peringatan

Melalui resolusi tersebut, PBB juga mendorong negara-negara anggota untuk mengembangkan program pendidikan yang menanamkan pelajaran dari Holocaust kepada generasi mendatang, guna mencegah terulangnya genosida di masa depan.

Sejumlah negara menanggapi seruan ini dengan berbagai inisiatif. Di Britania Raya, Centre for Holocaust Education berperan penting dalam membantu masyarakat memahami bagaimana dan mengapa Holocaust dapat terjadi.

Pusat ini menekankan pentingnya menjaga agar sejarah Holocaust tidak sekadar menjadi ingatan masa lalu, melainkan terus diajarkan sebagai pelajaran moral bagi generasi masa kini.

Sementara itu, peringatan Hari Holocaust Internasional juga digelar di Aula Majelis Umum PBB di New York. Para diplomat, masyarakat umum, serta para penyintas Holocaust dan keluarga mereka hadir bersama.

Kehadiran para penyintas dipandang penting untuk menjaga agar kesaksian hidup tentang kengerian Holocaust tidak kehilangan makna dan tidak direduksi hanya menjadi catatan sejarah dalam buku pelajaran.

Tema 25 Tahun dan Tantangan Masa Kini

Tema peringatan ke-25 Hari Peringatan Holocaust Internasional adalah “Peringatan Holocaust untuk Martabat dan Hak Asasi Manusia.” Menurut PBB, peringatan ini bertujuan memuliakan para korban dan penyintas, sekaligus menjaga ingatan akan komunitas, tradisi, dan orang-orang terkasih yang berusaha dihapuskan oleh rezim Nazi.

PBB menekankan bahwa mengingat Holocaust juga merupakan ajakan untuk merefleksikan konsekuensi mematikan dari antisemitisme, kebencian, dehumanisasi, dan sikap apatis yang dibiarkan tanpa perlawanan. Lebih dari delapan dekade setelah Holocaust, dunia masih menghadapi meningkatnya ujaran kebencian dan serangan terhadap kelompok tertentu.

Laporan dari Kementerian Urusan Diaspora dan Penanggulangan Antisemitisme mencatat adanya peningkatan konten kebencian hingga 400 persen di berbagai negara Eropa. Selain itu, penyangkalan dan distorsi terhadap Holocaust masih terus terjadi, memperkuat urgensi peringatan ini.

Seruan untuk Tidak Melupakan

Perserikatan Bangsa-Bangsa menegaskan bahwa mengenang Holocaust berarti menolak penyangkalan dan kebohongan sejarah, menghadapi kebencian, serta menegaskan kembali kemanusiaan para korban. 

Penekanan pada hak asasi manusia universal bagi semua orang, tanpa memandang latar belakang etnis, agama, atau kebangsaan, dinilai sebagai kunci penting untuk mencapai perdamaian dunia.

Hari Peringatan Holocaust Internasional pun menjadi lebih dari sekadar momen mengenang. Peringatan ini merupakan seruan bagi seluruh umat manusia untuk tidak melupakan sejarah, melainkan merefleksikan kondisi dunia saat ini agar tragedi kemanusiaan seperti Holocaust tidak pernah terulang kembali.(AD)

Via Berita
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama Tak ada hasil yang ditemukan
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Media Sosial

facebook Like
twitter Follow
youtube Langganan
instagram Follow

Featured Post

Paus Leo XIV Tegaskan Penolakan Antisemitisme pada Peringatan 81 Tahun Pembebasan Auschwitz

Katolik terkini- Januari 28, 2026 0
Paus Leo XIV Tegaskan Penolakan Antisemitisme pada Peringatan 81 Tahun Pembebasan Auschwitz
Katolik Terkini - Paus Leo XIV menegaskan kembali sikap tegas Gereja Katolik yang menolak segala bentuk antisemitisme dan diskriminasi dalam rangka peringatan…

Most Popular

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Januari 20, 2026
Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026
Apakah Jabatan Uskup atau Kardinal Patut Menjadi Ambisi Para Imam?

Apakah Jabatan Uskup atau Kardinal Patut Menjadi Ambisi Para Imam?

Januari 24, 2026
Natal di Sentani, Zita Anjani Hadirkan Pesan Damai, Kebersamaan dan Keberagamaan dari Papua

Natal di Sentani, Zita Anjani Hadirkan Pesan Damai, Kebersamaan dan Keberagamaan dari Papua

Januari 19, 2026

Editor Post

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026
Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

April 12, 2025
Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Januari 20, 2026
Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

April 11, 2025

Popular Post

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Januari 20, 2026
Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026
Apakah Jabatan Uskup atau Kardinal Patut Menjadi Ambisi Para Imam?

Apakah Jabatan Uskup atau Kardinal Patut Menjadi Ambisi Para Imam?

Januari 24, 2026
Natal di Sentani, Zita Anjani Hadirkan Pesan Damai, Kebersamaan dan Keberagamaan dari Papua

Natal di Sentani, Zita Anjani Hadirkan Pesan Damai, Kebersamaan dan Keberagamaan dari Papua

Januari 19, 2026

Populart Categoris

  • Berita794
  • Cerpen7
  • Doa78
  • Film17
  • Filsafat8
  • Internasional337
  • Jelajah113
  • Lifestyle190
  • Nasional105
  • Pelayanan Sosial111
  • Puisi2
  • Refleksi323
  • Sosok295
  • Teologi68
Katolik Terkini

Tentang Kami

Katolik Terkini adalah platform berita online independen yang memiliki komitmen kuat untuk menyajikan informasi, berita, dan data seputar Gereja Katolik, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia.

Kontak kami: katolikterkini@gmail.com

Follow Us

© KATOLIK TERKINI oleh Katolik Terkini
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Daftar Isi Katolik Terkini