Paus Leo XIV Baptis 20 Bayi Pegawai Vatikan di Kapel Sistina
![]() |
| Paus Leo XIV Baptis Anak Pegawai Vatikan dan Jelaskan Makna Tanda Baptisan |
Katolik Tekini - Paus Leo XIV membaptis 20 bayi, anak-anak dari para pegawai Vatikan, dalam Perayaan Ekaristi yang berlangsung khidmat di Kapel Sistina, pada Minggu (Pesta Pembaptisan Tuhan).
Tradisi tahunan ini kembali menjadi momen penuh makna bagi keluarga Vatikan, sekaligus penegasan pentingnya iman sejak awal kehidupan.
Dalam homilinya, Paus Leo XIV menegaskan bahwa iman merupakan kebutuhan mendasar bagi kehidupan manusia, sama pentingnya bahkan lebih dari kebutuhan jasmani seperti makanan dan pakaian. Ia mengajak para orang tua untuk tidak menunda pemberian iman kepada anak-anak mereka.
“Jika makanan dan pakaian diperlukan untuk hidup, maka iman lebih dari sekadar diperlukan, karena bersama Allah, hidup menemukan keselamatan,” ujar Paus.
Iman sebagai Fondasi Kehidupan Anak
Paus Leo XIV membandingkan iman dengan perawatan dasar yang tidak dapat dipilih sendiri oleh seorang bayi.
Menurutnya, ketika orang tua mengetahui sesuatu itu baik dan penting, mereka akan segera memberikannya kepada anak-anak yang mereka kasihi.
“Siapa di antara kita yang akan membiarkan bayi tanpa pakaian atau makanan, sambil menunggu mereka memilih sendiri ketika dewasa?” ungkap Paus.
Pesan ini menegaskan ajaran Gereja Katolik bahwa baptisan anak bukan sekadar tradisi, melainkan sebuah tindakan iman yang menghadirkan keselamatan Allah sejak dini.
Baptisan Yesus dan Kedekatan Allah dengan Manusia
Merefleksikan Injil tentang pembaptisan Yesus di Sungai Yordan, Paus Leo XIV menekankan bahwa Allah memilih untuk hadir di tengah manusia, bahkan di tempat yang paling tidak terduga.
Ia mengutip jawaban Yesus kepada Yohanes Pembaptis, “Biarlah hal itu terjadi sekarang, sebab demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah,” dan menjelaskan bahwa “kebenaran” Allah adalah tindakan penyelamatan-Nya, di mana manusia dibenarkan melalui Kristus.
Pembaptisan Yesus, menurut Paus, menjadi tanda yang sarat makna: kematian dan kebangkitan, pengampunan dan persekutuan, yang kini diteruskan dalam sakramen baptisan bagi anak-anak.
Anak Menjadi Ciptaan Baru dalam Kristus
Kepada para orang tua, Paus Leo XIV menegaskan bahwa anak-anak yang dibaptis diubah menjadi ciptaan baru. Jika dari orang tua mereka menerima kehidupan, maka melalui baptisan mereka menerima makna untuk menjalani kehidupan itu, yakni iman.
Paus juga menekankan peran orang tua sebagai saksi pertama dan pendidik iman bagi anak-anak mereka. Melalui kasih dan tanggung jawab orang tua, kasih pemeliharaan Allah menjadi nyata di dunia.
Ia mengingatkan bahwa kehidupan keluarga terus mengalami perubahan: suatu saat anak-anak akan tumbuh dewasa dan justru menjadi penopang bagi orang tua mereka.
Doa bagi Keluarga dan Makna Tanda Baptisan
Dalam doanya, Paus Leo XIV memohon agar sakramen baptisan meneguhkan keluarga-keluarga dalam kasih yang setia dan berkelanjutan.
“Semoga baptisan, yang mempersatukan kita dalam satu keluarga Gereja, menguduskan semua keluargamu sepanjang masa,” doanya.
Paus juga menjelaskan makna simbol-simbol baptisan: air sebagai pembasuhan dalam Roh Kudus yang menyucikan dari dosa, pakaian putih sebagai jubah baru untuk perjamuan Kerajaan Allah, serta lilin baptisan sebagai terang Kristus yang bangkit dan menerangi perjalanan hidup umat beriman.
Tradisi Sejak Santo Yohanes Paulus II
Pembaptisan anak-anak pegawai Vatikan merupakan tradisi yang dimulai pada tahun 1981 oleh Santo Yohanes Paulus II.
Awalnya dilaksanakan di Kapel Paulus, perayaan ini sejak tahun 1983 secara rutin digelar di Kapel Sistina dan menjadi salah satu momen khas dalam kalender liturgi Vatikan.
Melalui perayaan ini, Paus Leo XIV kembali menegaskan pesan Gereja bahwa baptisan adalah anugerah kasih Allah, dasar kehidupan iman, serta panggilan bagi keluarga untuk bertumbuh dalam kasih, kesetiaan, dan pengharapan.(AD)
Sumber: Vatican News

Posting Komentar