-->
Telusuri
24 C
id
Katolik Terkini
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • Sosok
  • Humaniora
    • Humaniora
  • Refleksi
  • Lifestyle
  • Travelling
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
Katolik Terkini
Telusuri
Beranda Berita Daerah Refleksi Melukis Senyum, Merenda Tawa: Natal 2025 Keluarga Kahar dan Lantar Penuh Kehangatan
Berita Daerah Refleksi

Melukis Senyum, Merenda Tawa: Natal 2025 Keluarga Kahar dan Lantar Penuh Kehangatan

Katolik terkini
Katolik terkini
13 Jan, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Kebersamaan Keluarga Besar Kahar dan Lantar Se-Jabodetabek dalam acara Natal dan Tahun Baru bersama di Villa PGI di Megamendung (9-11 Januari 2026)

Katolik Terkini - Suasana hangat penuh tawa dan persaudaraan mewarnai perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang digelar Keluarga Besar Kahar dan Lantar se-Jabodetabek. 

Mengusung tema “Melukis Senyum, Merenda Tawa”, perayaan ini berlangsung selama tiga hari, 9–11 Januari 2026, di Villa PGI, Megamendung, Jawa Barat.

Perayaan ini menjadi momen yang sangat berkesan karena mempertemukan dua keluarga besar, Kahar dan Lantar, yang memiliki akar sejarah yang sama, yakni berasal dari Kampung Ngendeng. 

Di tengah kesibukan hidup di perantauan, jarak dan waktu seolah luluh dalam suasana kekeluargaan yang kental sejak hari pertama hingga penutupan acara.

Sejak awal kegiatan, nuansa kebersamaan terasa kuat. Canda tawa dan cerita-cerita lawas mengalir hangat di antara para peserta. Para senior keluarga berbagi kisah perjuangan hidup mereka di Jakarta, mulai dari cerita kerasnya merintis kehidupan hingga kisah jenaka masa muda di tanah rantau, termasuk pengalaman “merebut hati enu-enu”, yang spontan mengundang gelak tawa dan keakraban lintas generasi.

Tak hanya diisi dengan berbagi cerita, kebersamaan juga dirayakan melalui berbagai hiburan. Suasana semakin hidup saat sesi karaoke dan goyang bersama yang dipandu oleh Bapak Gusti Lesek dari Keluarga Lantar dan Bapak Petrus Salestinus dari Keluarga Kahar. Irama lagu, tawa lepas, dan kebersamaan berpadu menciptakan kenangan yang tak terlupakan bagi seluruh peserta.

Puncak perayaan ditandai dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Pater Villand Nasrudin, SVD. Perayaan iman ini menjadi momen penyempurna yang meneguhkan iman sekaligus mempersatukan seluruh keluarga dalam rasa syukur atas kebersamaan yang dianugerahkan Tuhan.

Dalam homilinya, Pater Villand menegaskan pentingnya membawa terang Kristus ke dalam seluruh aspek kehidupan. Ia mengingatkan bahwa Injil menunjukkan kabar sukacita Natal pertama-tama disampaikan kepada para gembala, bukan saat mereka berada di Bait Allah, melainkan ketika sedang bekerja dan setia pada rutinitas hidup mereka.

“Tuhan hadir di tengah rutinitas hidup kita yang sederhana. Ia hadir saat kita berangkat kerja pagi-pagi, saat menyiapkan makanan untuk keluarga, saat menemani anak belajar, bahkan saat kita merasa lelah dan jenuh,” ungkapnya.

Menurut Pater Villand, Natal bukan hanya tentang menerima terang Kristus, tetapi juga panggilan untuk menjadi terang bagi keluarga dan sesama. Di tengah kehidupan kota yang keras dan cenderung individualistis, terang Kristus sangat dibutuhkan melalui sikap saling menghargai, kesediaan mendengarkan, dan kerelaan untuk mengalah demi damai bersama.

Ia juga mengutip pesan Santa Teresa yang menegaskan bahwa makna Natal sejatinya dirayakan setiap hari.

“Ketika kita tersenyum dengan tulus kepada sesama, itu pun sudah merayakan Natal. Senyum yang tulus membawa damai, berbeda dengan senyum yang dipaksakan,” tuturnya.

Menutup homilinya, Pater Villand mengajak seluruh keluarga untuk tidak menunggu hidup menjadi sempurna untuk bersyukur dan berbagi kasih.

“Biarlah terang Kristus yang lahir di Betlehem terus menyala dalam keluarga kita masing-masing, menuntun langkah kita, dan menguatkan kita untuk menjadi terang bagi sesama di tengah dunia yang masih gelap,” pesannya.

Seluruh rangkaian perayaan ini kemudian dirangkum dalam sebuah ungkapan Manggarai yang sarat makna dan mencerminkan semangat kebersamaan, “Le nuk tara cumang, le cumang tara bae, le bae tara momang.” Sebuah pesan sederhana namun mendalam tentang pentingnya persaudaraan, kebaikan, dan saling merangkul dalam kehidupan bersama.(AD)

Via Berita
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Media Sosial

facebook Like
twitter Follow
youtube Langganan
instagram Follow

Featured Post

Redemptoris Indonesia Klarifikasi Konten Media Sosial Frater CSsR, Upaya Pendampingan dan Pencarian Terus Dilakukan

Katolik terkini- Maret 03, 2026 0
Redemptoris Indonesia Klarifikasi Konten Media Sosial Frater CSsR, Upaya Pendampingan dan Pencarian Terus Dilakukan
Klarifikasi resmi dari C.Ss.R. menanggapi sejumlah konten media sosial yang dibuat oleh salah satu anggotanya, Fr. Agustinus Snawi Poety Peuuma, C.Ss.R. di Tik…

Most Popular

OFM Indonesia Tegaskan Isu tentang Mgr. Paskalis Bruno Syukur adalah TIDAK BENAR

OFM Indonesia Tegaskan Isu tentang Mgr. Paskalis Bruno Syukur adalah TIDAK BENAR

Maret 02, 2026
Ekologi Integral: Antara Dokumen Gereja dan Kenyataan Sekolah Katolik

Ekologi Integral: Antara Dokumen Gereja dan Kenyataan Sekolah Katolik

Februari 28, 2026
Antara Jubah dan Kuasa Hukum: Dilema Moral Seorang Imam di Kasus TPPO Sikka

Antara Jubah dan Kuasa Hukum: Dilema Moral Seorang Imam di Kasus TPPO Sikka

Februari 27, 2026
Refleksi 18 Tahun Kerasulan: Kongres II Kerahiman Ilahi Palembang Serukan Transformasi Pelayanan dari Doa ke Tindakan Nyata

Refleksi 18 Tahun Kerasulan: Kongres II Kerahiman Ilahi Palembang Serukan Transformasi Pelayanan dari Doa ke Tindakan Nyata

Februari 27, 2026

Editor Post

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026
Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

April 12, 2025
Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Januari 20, 2026
Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

April 11, 2025

Popular Post

OFM Indonesia Tegaskan Isu tentang Mgr. Paskalis Bruno Syukur adalah TIDAK BENAR

OFM Indonesia Tegaskan Isu tentang Mgr. Paskalis Bruno Syukur adalah TIDAK BENAR

Maret 02, 2026
Ekologi Integral: Antara Dokumen Gereja dan Kenyataan Sekolah Katolik

Ekologi Integral: Antara Dokumen Gereja dan Kenyataan Sekolah Katolik

Februari 28, 2026
Antara Jubah dan Kuasa Hukum: Dilema Moral Seorang Imam di Kasus TPPO Sikka

Antara Jubah dan Kuasa Hukum: Dilema Moral Seorang Imam di Kasus TPPO Sikka

Februari 27, 2026
Refleksi 18 Tahun Kerasulan: Kongres II Kerahiman Ilahi Palembang Serukan Transformasi Pelayanan dari Doa ke Tindakan Nyata

Refleksi 18 Tahun Kerasulan: Kongres II Kerahiman Ilahi Palembang Serukan Transformasi Pelayanan dari Doa ke Tindakan Nyata

Februari 27, 2026

Populart Categoris

  • Berita821
  • Cerpen7
  • Doa79
  • Film17
  • Filsafat9
  • Internasional342
  • Jelajah114
  • Lifestyle195
  • Nasional117
  • Pelayanan Sosial114
  • Puisi2
  • Refleksi337
  • Sosok303
  • Teologi68
Katolik Terkini

Tentang Kami

Katolik Terkini adalah platform berita online independen yang memiliki komitmen kuat untuk menyajikan informasi, berita, dan data seputar Gereja Katolik, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia.

Kontak kami: katolikterkini@gmail.com

Follow Us

© KATOLIK TERKINI oleh Katolik Terkini
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Daftar Isi Katolik Terkini