Paus Leo XIV Kenang Kesaksian Iman Angelo Gugel, Pelayan Setia Tiga Paus Vatikan
Katolik Terkini - Paus Leo XIV mengirimkan telegram belasungkawa atas wafatnya Angelo Gugel, mantan Asisten Kamar Kepausan yang selama puluhan tahun mengabdikan hidupnya bagi Tahta Suci dan melayani tiga Paus, yakni Yohanes Paulus I, Yohanes Paulus II, dan Benediktus XVI.
Telegram tersebut dibacakan dalam Misa pemakaman Gugel yang berlangsung pada Sabtu di Gereja Santa Maria delle Grazie alle Fornaci, Roma, dekat Vatikan.
Dalam pesannya, seperti dikutip dari Vatican News, Paus Leo XIV mengenang Gugel sebagai pribadi dengan “kesaksian Kristiani yang patut diteladani”, serta menyoroti pengabdiannya yang panjang dan berharga bagi Gereja Katolik.
Pelayanan Panjang dan Setia bagi Tahta Suci
Angelo Gugel wafat pada Kamis dalam usia 90 tahun. Ia dikenal sebagai seorang pelayan Gereja yang menjalankan tugasnya dengan kesetiaan, ketekunan, dan kerendahan hati.
Selama hampir tiga puluh tahun, Gugel bertugas di apartemen kepausan, melaksanakan tugas-tugas yang bersifat sangat pribadi dan penuh kepercayaan bagi para Paus.
Sebelum melayani di lingkungan kepausan, Gugel juga mengabdi di Gendarmerie Vatikan serta di Pemerintahan Vatikan, menunjukkan dedikasi seumur hidupnya kepada Tahta Suci.
Dalam telegram yang ditandatangani oleh Kardinal Pietro Parolin, Sekretaris Negara Vatikan, Paus Leo XIV menyampaikan belasungkawa kepada istri dan anak-anak almarhum, seraya mengenang kelurusan hidup, iman yang kokoh, dan pelayanan murah hati yang menjadi ciri khas Angelo Gugel.
Doa dan Berkat Apostolik dari Paus Leo XIV
Paus Leo XIV menutup pesannya dengan doa khusus bagi jiwa almarhum, yang disebutnya sebagai “murid Kristus yang begitu murah hati”, serta menganugerahkan Berkat Apostolik kepada seluruh keluarga dan mereka yang berduka.
Pesan tersebut menegaskan bahwa hidup Gugel merupakan contoh nyata bagaimana pelayanan sederhana, bila dijalani dengan iman, dapat menjadi kesaksian Kristiani yang kuat di jantung Gereja Katolik.
Misa pemakaman Angelo Gugel dipimpin langsung oleh Kardinal Pietro Parolin dan dihadiri sejumlah tokoh penting Vatikan, antara lain Kardinal Konrad Krajewski (Almoner Kepausan), Kardinal James Michael Harvey, Kardinal Beniamino Stella, Uskup Agung Edgar Peña Parra, serta Uskup Agung Richard Gallagher.
Dalam homilinya, Kardinal Parolin menggambarkan Gugel sebagai “seorang yang baik, suami yang terkasih, ayah yang patut diteladani, lembut, bijaksana, dan adil.” Ia mengenang sorot mata dan senyum almarhum yang mencerminkan persahabatannya yang mendalam dengan Allah.
Iman Gugel, menurut Parolin, lahir dari situasi hidup yang sederhana dan penuh keterbatasan, namun tetap “kokoh seperti batu karang.”
Kesetiaan di Sisi Santo Yohanes Paulus II
Kardinal Parolin juga mengungkapkan kedekatan Gugel dengan Santo Yohanes Paulus II, Paus yang ia layani dengan penuh kesetiaan dan kerahasiaan. Ia bahkan mengatakan, “Saya membayangkan bahwa yang menyambutnya di surga adalah Santo Yohanes Paulus II sendiri.”
Dalam masa-masa akhir hidupnya, Gugel menunjukkan keteguhan iman dan ketenangan batin, menjadi saksi bahwa penderitaan dan penyakit, bila dijalani bersama Tuhan, dapat menjadi jalan kesaksian iman yang sejati.
“Merayakan pemakaman seorang saksi iman bukanlah merayakan akhir,” ujar Kardinal Parolin, “melainkan kesempatan untuk memperbarui iman kita dan menatap masa depan dengan keyakinan bahwa kita tidak sendirian.”
Pernyataan ini menegaskan makna kristiani dari kematian sebagai peralihan menuju kehidupan kekal.
Kardinal Dziwisz: Teladan Pelayan yang Bijaksana
Dalam kesempatan tersebut, Kardinal Stanislaw Dziwisz, mantan sekretaris pribadi Santo Yohanes Paulus II, menyampaikan penghormatan terakhir kepada Gugel. Ia menyebut almarhum sebagai “pelayan yang bijaksana dan setia, dengan kebijaksanaan Injili, dedikasi, kerendahan hati, dan disiplin.”
Kardinal Dziwisz juga mendoakan agar Allah Bapa menyambut Angelo Gugel ke dalam Yerusalem surgawi dan menganugerahkan ganjaran bagi orang benar atas pengabdiannya yang setia kepada Gereja dan para Paus.
Setelah upacara pemakaman di Roma, jenazah Angelo Gugel akan dibawa ke Miane, kota kelahirannya di Provinsi Treviso, Italia. Di sana akan diadakan Misa peringatan pada Senin, 19 Januari, sebelum ia dimakamkan di pemakaman setempat.
Wafatnya Angelo Gugel meninggalkan warisan iman dan keteladanan bagi Gereja Katolik: bahwa pelayanan yang setia, meski sering tersembunyi, memiliki nilai besar di hadapan Allah dan Gereja.(AD)
Sumber : Vatican News

Posting Komentar