-->
Telusuri
24 C
id
Katolik Terkini
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • Sosok
  • Humaniora
    • Humaniora
  • Refleksi
  • Lifestyle
  • Travelling
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
Katolik Terkini
Telusuri
Beranda Berita Internasional Perdamaian Martir Abad Modern: Paus Leo XIV Harap Darah Para Martir Jadi Benih Perdamaian
Berita Internasional Perdamaian

Martir Abad Modern: Paus Leo XIV Harap Darah Para Martir Jadi Benih Perdamaian

Katolik terkini
Katolik terkini
10 Sep, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Katolik Terkini - Paus Leo XIV dijadwalkan memimpin sebuah ibadat doa khusus untuk mengenang para martir Kristen masa kini yang telah kehilangan nyawa karena mempertahankan iman mereka kepada Kristus. 

Acara bertajuk “Peringatan Ekumenis Martir dan Saksi Iman Abad ke-21” ini akan berlangsung pada Hari Raya Pemuliaan Salib Suci, Minggu, 14 September, di Basilika Santo Paulus di Luar Tembok, Roma.

Perayaan tersebut akan dihadiri perwakilan dari berbagai Gereja Kristen dan komunitas gerejawi. Kehadiran mereka mencerminkan semangat ekumenis yang ingin ditegaskan melalui acara ini.

Inisiatif Komisi Martir Baru

Acara ini merupakan prakarsa dari Dikasteri untuk Penyebab Orang Kudus dan Komisi Martir Baru – Saksi Iman, yang dibentuk Paus Fransiskus pada 2023. Tujuan utama komisi ini adalah mendokumentasikan dan mengidentifikasi saksi iman yang muncul pada seperempat abad pertama abad ke-21, sekaligus melanjutkan upaya tersebut di masa mendatang.

Kardinal Kurt Koch, Prefek Dikasteri untuk Promosi Kesatuan Kristiani, menyebut peringatan ini sebagai simbol nyata dari keyakinan bahwa “Gereja sesungguhnya sudah bersatu dalam darah para martir.”

Menjaga Ingatan Para Martir

Dalam konferensi pers menjelang acara, Uskup Agung Fabio Fabene selaku Ketua Komisi Martir Baru menegaskan pentingnya mendokumentasikan kisah-kisah pengorbanan tersebut.

“Penelitian kami mencakup semua denominasi Kristen, karena daya hidup baptisan menyatukan semua orang Kristen yang rela menyerahkan hidup mereka,” ujar Fabene. 

Ia menyebut fenomena ini sebagai ‘ekumenisme darah’ sebagaimana dulu diungkapkan oleh Santo Yohanes Paulus II.

Fabene menambahkan, Paus Leo berharap agar darah para martir dapat menjadi “benih perdamaian, rekonsiliasi, persaudaraan, dan kasih.” Dokumentasi yang dilakukan komisi ini, lanjutnya, bertujuan menjaga agar kisah para martir tidak hilang, melainkan terus hidup dalam ingatan Gereja dan umat.

Geografi Martir Abad Ini

Profesor Andrea Riccardi, Wakil Presiden Komisi, menggambarkan “peta” atau geografi martir zaman modern. Ia menyinggung tragedi di benua Amerika, di mana banyak umat Kristen terbunuh akibat kejahatan terorganisir, kartel narkoba, serta eksploitasi lingkungan.

Di Eropa, para misionaris yang diutus ke berbagai belahan dunia juga banyak kehilangan nyawa. Sementara itu, di Timur Tengah dan Afrika Utara, umat Kristen Timur menjadi korban penganiayaan. Asia pun tidak luput, dengan contoh nyata peristiwa bom Paskah di Sri Lanka tahun 2019 yang menewaskan banyak umat saat berdoa.

Riccardi menekankan bahwa Afrika Sub-Sahara menjadi kawasan paling berbahaya bagi umat Kristen saat ini. Banyak yang menjadi korban serangan kelompok jihadis maupun kekerasan etnis-politis yang menargetkan para misionaris.

“Sayangnya, umat Kristen masih terus mati di berbagai belahan dunia. Cara hidup dan cara wafat mereka memang berubah, namun mereka tetap mati sebagai saksi Injil – penuh semangat bagi Allah dan sesama, hamba kemanusiaan, serta pewarta iman yang bebas,” tegas Riccardi.

Dorongan Bagi Persatuan

Sekretaris Komisi, Mgr. Marco Gnavi, menjelaskan bahwa peringatan tersebut akan diwujudkan dalam bentuk Liturgi Sabda yang dipimpin Paus Leo XIV, dengan partisipasi 24 perwakilan dari berbagai denominasi Kristen.

“Liturgi ini akan memungkinkan Sabda Allah berbicara dan memperluas ingatan kita untuk mencakup umat Kristen dari berbagai tradisi,” kata Gnavi. Ia menekankan bahwa peringatan ini selaras dengan perayaan ekumenis serupa yang pernah dipimpin Santo Yohanes Paulus II di Koloseum pada Yubileum Agung tahun 2000.

Upacara juga akan menghadirkan kesaksian langsung dari para martir. “Berdiri berdampingan, sementara para martir berbicara tentang hidup mereka melalui kematian mereka, adalah dorongan besar menuju persatuan – di antara kita semua, dan dalam seluruh keluarga manusia yang kita rindukan dalam kasih,” pungkas Gnavi.(AD)

Via Berita
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Media Sosial

facebook Like
twitter Follow
youtube Langganan
instagram Follow

Featured Post

Klarifikasi Resmi Pater Marsel Agot SVD Bantah Tuduhan Pimpin Massa Bersenjata Parang di Labuan Bajo

Katolik terkini- Januari 31, 2026 0
Klarifikasi Resmi Pater Marsel Agot SVD Bantah Tuduhan Pimpin Massa Bersenjata Parang di Labuan Bajo
Pater Marsel Agot, SVD Katolik Terkini - Pater Marsel Agot, SVD, menyampaikan klarifikasi resmi sekaligus bantahan keras terhadap pemberitaan media daring BAJO…

Most Popular

Apakah Jabatan Uskup atau Kardinal Patut Menjadi Ambisi Para Imam?

Apakah Jabatan Uskup atau Kardinal Patut Menjadi Ambisi Para Imam?

Januari 24, 2026
Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Januari 20, 2026
Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026
Duka Kemanusiaan di Altar St. Yoseph Palembang: Melepas Kepergian Ibu Christina, Pendidik Setia dan Saksi Iman

Duka Kemanusiaan di Altar St. Yoseph Palembang: Melepas Kepergian Ibu Christina, Pendidik Setia dan Saksi Iman

Januari 28, 2026

Editor Post

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026
Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

April 12, 2025
Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Januari 20, 2026
Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

April 11, 2025

Popular Post

Apakah Jabatan Uskup atau Kardinal Patut Menjadi Ambisi Para Imam?

Apakah Jabatan Uskup atau Kardinal Patut Menjadi Ambisi Para Imam?

Januari 24, 2026
Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Januari 20, 2026
Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026
Duka Kemanusiaan di Altar St. Yoseph Palembang: Melepas Kepergian Ibu Christina, Pendidik Setia dan Saksi Iman

Duka Kemanusiaan di Altar St. Yoseph Palembang: Melepas Kepergian Ibu Christina, Pendidik Setia dan Saksi Iman

Januari 28, 2026

Populart Categoris

  • Berita795
  • Cerpen7
  • Doa78
  • Film17
  • Filsafat8
  • Internasional337
  • Jelajah113
  • Lifestyle190
  • Nasional105
  • Pelayanan Sosial111
  • Puisi2
  • Refleksi323
  • Sosok296
  • Teologi68
Katolik Terkini

Tentang Kami

Katolik Terkini adalah platform berita online independen yang memiliki komitmen kuat untuk menyajikan informasi, berita, dan data seputar Gereja Katolik, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia.

Kontak kami: katolikterkini@gmail.com

Follow Us

© KATOLIK TERKINI oleh Katolik Terkini
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Daftar Isi Katolik Terkini