-->
Telusuri
24 C
id
Katolik Terkini
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • Sosok
  • Humaniora
    • Humaniora
  • Refleksi
  • Lifestyle
  • Travelling
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
Katolik Terkini
Telusuri
Beranda Berita Internasional Sosok Teologi 8 Kardinal dari Fransiskan Siap Ikut Konklaf: Akankah Fransiskus Kedua Lahir?
Berita Internasional Sosok Teologi

8 Kardinal dari Fransiskan Siap Ikut Konklaf: Akankah Fransiskus Kedua Lahir?

Katolik terkini
Katolik terkini
02 Mei, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Katolik Terkini - Sebanyak delapan Kardinal dari ordo Fransiskan dipastikan akan ikut serta dalam Konklaf 2025 yang akan memilih Paus baru bagi Gereja Katolik. 

Kehadiran mereka tidak hanya memberikan pengaruh semangat hidup ordo tersebut dalam kehidupan Gereja, tetapi juga visi Gereja yang semakin global dan berakar pada semangat pelayanan kepada kaum kecil dan marjinal.

Delapan kardinal Fransiskan yang akan memasuki Kapel Sistina untuk memilih Paus baru adalah:

  1. Jaime Spengler, OFM
  2. Leonardo Ulrich Steiner, OFM
  3. Pierbattista Pizzaballa, OFM
  4. Luis Gerardo Cabrera Herrera, OFM
  5. Fridolin Ambongo Besungu, OFMCap
  6. Francois-Xavier Bustillo, OFMConv
  7. Mauro Gambetti, OFMConv
  8. Dominique Joseph Mathieu, OFMConv

Kedelapannya berasal dari tiga cabang besar ordo Fransiskan: Ordo Saudara Dina (OFM), Ordo Kapusin (OFM Cap), dan Ordo Fransiskan Konventual (OFM Conv). Hal tersebut menunjukkan kehadiran kuat Ordo Fransiskan di tengah dinamika Gereja global. Ordo ini dikenal karena semangat kesederhanaan, pelayanan kepada kaum miskin, dan semangat persaudaraan yang bersumber pada nilai-nilai Injil.

Gereja yang Semakin Global dan Inklusif

Konklaf 2025 mencerminkan perubahan besar dalam wajah Gereja Katolik sejak kepemimpinan Paus Fransiskus. Dari 135 Kardinal pemilih, 108 di antaranya diangkat oleh Paus Fransiskus sendiri.

Hanya 22 diangkat oleh Paus Benediktus XVI dan lima oleh Santo Yohanes Paulus II. Tiga dari para Kardinal “senior” tersebut termasuk Philippe Barbarin (Prancis), Josip Bozanic (Kroasia), dan Peter Turkson (Ghana).

Gereja kini semakin meninggalkan wajah Eropa-sentris. Selama lebih dari satu dekade, Paus Fransiskus berhasil mendorong representasi dari wilayah-wilayah “pinggiran” seperti dari Asia, Afrika, hingga Amerika Latin dan Oseania.

Untuk pertama kalinya, 15 negara yang sebelumnya belum pernah diwakili akan mengirim Kardinal pemilih, termasuk dari Timor Leste, Sudan Selatan, dan Tonga.

Distribusi geografis para Kardinal yang ikut memilih; mulai Dari Eropa: 53 Kardinal, Amerika: 37 Kardinal (16 dari Amerika Utara, 4 dari Tengah, 17 dari Selatan), Asia: 23 Kardinal, Afrika: 18 Kardinal, dan Oseania: 4 Kardinal.

Italia tetap menjadi negara dengan representasi terbesar (19 Kardinal), diikuti oleh Prancis (6) dan Spanyol (5).

Meski Eropa masih mendominasi secara jumlah, representasi dari Amerika Latin, Afrika, dan Asia mengalami peningkatan signifikan. Hal ini mencerminkan kenyataan bahwa masa depan Gereja Katolik akan semakin bercorak non-Eropa.

33 Kardinal dari Tarekat Religius

Sebanyak 33 dari para Kardinal pemilih berasal dari 18 tarekat religius, dengan ordo Fransiskan menjadi salah satu yang paling dominan. 

Selain delapan Fransiskan, ada juga lima dari ordo Salesian, empat Jesuit, dan dua Dominikan. Hal ini menunjukkan kuatnya keterlibatan komunitas religius dalam arah masa depan Gereja Katolik.

Kardinal termuda adalah Mikola Bychok (45 tahun), sedangkan yang tertua adalah Carlos Osoro Sierra (79 tahun). Ada enam Kardinal berusia di bawah 55 tahun, dan sebagian besar berasal dari dekade kelahiran 1950-an hingga 1970-an. 

Variasi usia ini memberi harapan pada kombinasi pengalaman dan semangat baru dalam memilih pemimpin Gereja universal.

Keterlibatan delapan kardinal Fransiskan dalam Konklaf 2025 memperkuat kontribusi ordo ini terhadap arah dan masa depan Gereja Katolik. 

Dikenal karena semangat kemiskinan, kerendahan hati, dan persaudaraan, para Fransiskan ini membawa suara pinggiran dan semangat Injili yang kuat ke dalam pemilihan Paus berikutnya. 

Dalam konteks Gereja yang semakin global dan inklusif, suara mereka menjadi bagian penting dalam menentukan gembala baru umat Katolik sedunia.(AD)


Sumber: Vatican News 

Via Berita
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Media Sosial

facebook Like
twitter Follow
youtube Langganan
instagram Follow

Featured Post

Keluarga Agustinus Snawi Poety Peuuma Minta Maaf atas Video Viral, Tegaskan Kondisi Frater Sedang Tidak Stabil

Katolik terkini- Maret 04, 2026 0
Keluarga Agustinus Snawi Poety Peuuma Minta Maaf atas Video Viral, Tegaskan Kondisi Frater Sedang Tidak Stabil
Katolik Terkini - Viralnya sejumlah video yang diunggah oleh Frater Agustinus Snawi Poety Peuuma, C.Ss.R. di media sosial memicu kegaduhan di ruang publik dal…

Most Popular

OFM Indonesia Tegaskan Isu tentang Mgr. Paskalis Bruno Syukur adalah TIDAK BENAR

OFM Indonesia Tegaskan Isu tentang Mgr. Paskalis Bruno Syukur adalah TIDAK BENAR

Maret 02, 2026
Redemptoris Indonesia Klarifikasi Konten Media Sosial Frater CSsR, Upaya Pendampingan dan Pencarian Terus Dilakukan

Redemptoris Indonesia Klarifikasi Konten Media Sosial Frater CSsR, Upaya Pendampingan dan Pencarian Terus Dilakukan

Maret 03, 2026
Ekologi Integral: Antara Dokumen Gereja dan Kenyataan Sekolah Katolik

Ekologi Integral: Antara Dokumen Gereja dan Kenyataan Sekolah Katolik

Februari 28, 2026
Dari Muslim, Protestan, hingga Katolik: Jalan Iman yang Mengantar Sr. Evelyn ke Biara

Dari Muslim, Protestan, hingga Katolik: Jalan Iman yang Mengantar Sr. Evelyn ke Biara

Maret 02, 2026

Editor Post

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026
Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

April 12, 2025
Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Januari 20, 2026
Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

April 11, 2025

Popular Post

OFM Indonesia Tegaskan Isu tentang Mgr. Paskalis Bruno Syukur adalah TIDAK BENAR

OFM Indonesia Tegaskan Isu tentang Mgr. Paskalis Bruno Syukur adalah TIDAK BENAR

Maret 02, 2026
Redemptoris Indonesia Klarifikasi Konten Media Sosial Frater CSsR, Upaya Pendampingan dan Pencarian Terus Dilakukan

Redemptoris Indonesia Klarifikasi Konten Media Sosial Frater CSsR, Upaya Pendampingan dan Pencarian Terus Dilakukan

Maret 03, 2026
Ekologi Integral: Antara Dokumen Gereja dan Kenyataan Sekolah Katolik

Ekologi Integral: Antara Dokumen Gereja dan Kenyataan Sekolah Katolik

Februari 28, 2026
Dari Muslim, Protestan, hingga Katolik: Jalan Iman yang Mengantar Sr. Evelyn ke Biara

Dari Muslim, Protestan, hingga Katolik: Jalan Iman yang Mengantar Sr. Evelyn ke Biara

Maret 02, 2026

Populart Categoris

  • Berita823
  • Cerpen7
  • Doa79
  • Film17
  • Filsafat9
  • Internasional342
  • Jelajah114
  • Lifestyle196
  • Nasional117
  • Pelayanan Sosial114
  • Puisi2
  • Refleksi338
  • Sosok304
  • Teologi68
Katolik Terkini

Tentang Kami

Katolik Terkini adalah platform berita online independen yang memiliki komitmen kuat untuk menyajikan informasi, berita, dan data seputar Gereja Katolik, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia.

Kontak kami: katolikterkini@gmail.com

Follow Us

© KATOLIK TERKINI oleh Katolik Terkini
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Daftar Isi Katolik Terkini