-->
Telusuri
24 C
id
Katolik Terkini
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • Sosok
  • Humaniora
    • Humaniora
  • Refleksi
  • Lifestyle
  • Travelling
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
Katolik Terkini
Telusuri
Beranda Berita Inspirasi Lifestyle Refleksi Sosok Teologi Kesaksian Sr. Cecilia: Orang Tuaku Calon Santo dan Santa, Tapi Mereka Hidup Sangat Sederhana
Berita Inspirasi Lifestyle Refleksi Sosok Teologi

Kesaksian Sr. Cecilia: Orang Tuaku Calon Santo dan Santa, Tapi Mereka Hidup Sangat Sederhana

Katolik terkini
Katolik terkini
20 Apr, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Katolik Terkini - Sebuah kisah iman dan cinta keluarga yang luar biasa datang dari Malta. Sr. Cecilia Casolani, seorang biarawati dari Kongregasi Suster St. Yosef dari Penampakan, memberikan kesaksian menyentuh tentang kedua orang tuanya, Inez dan Henry Casolani.

Pasangan yang menikah pada tahun 1944 ini menjadi pasangan suami-istri pertama dari Malta yang proses kanonisasinya diajukan ke Vatikan.

Sr. Cecilia, satu-satunya anak dari pasangan ini, merasa sangat diberkati bisa menyaksikan langsung kehidupan orang tuanya yang penuh dengan kesucian dan kasih sejati setiap hari. 

“Saya jarang berbicara tentang orang tua saya, karena mereka adalah orang tua saya. Tapi ketika ada yang bertanya dengan sungguh-sungguh, saya dengan senang hati membagikan kisah mereka,” ungkapnya.

Menurut Sr. Cecilia, orang tuanya bukanlah tokoh terkenal atau pelaku mujizat besar. Mereka adalah pasangan biasa yang hidup dengan luar biasa. 

“Kisah mereka adalah tentang ‘kekudusan yang biasa’. Mereka menjalani hidup sehari-hari dengan kasih, keikhlasan, dan pengabdian kepada Tuhan,” ujarnya.

Inez Casolani dikenal sebagai pribadi penuh semangat, hangat, dan penuh empati. Ia adalah pendiri Adorasi Malam di paroki mereka dan dikenal sangat dekat dengan Tuhan. 

“Mama sering berkata: ‘Apa pun yang Tuhan beri, aku terima dengan sukacita.’ Ia selalu menempatkan Tuhan di atas segalanya, bahkan di atas anaknya sendiri,” kenang Sr. Cecilia.

Sementara itu, Henry Casolani adalah sosok ayah yang penyayang, suami yang setia, serta pribadi yang dikenal luas sebagai “rasul perdamaian”. 

Ia bekerja dengan penuh integritas, dikenal karena ketelitian dan kerendahan hatinya. Bahkan di akhir hidupnya, ia tetap setia menginspirasi dengan kata-kata sederhana seperti, “Saya baik-baik saja,” dan “Semoga Tuhan memberkati Anda.”

Warisan Nilai dan Iman

Sr. Cecilia tumbuh dengan nilai-nilai kekristenan yang kuat dari kedua orang tuanya. Ia mengenang banyak ungkapan mereka yang terus membekas hingga kini. Dari ibunya, ia sering mendengar: “Apa pun yang kamu lakukan, lakukanlah dengan cinta untuk Yesus,” dan “Jangan pernah sia-siakan waktu, waktu tidak menunggu siapa pun.”

Ayahnya, meski pendiam, sering menanamkan kesadaran akan kasih Tuhan dan pentingnya pengampunan. Ia bahkan dikenal tak pernah berkata buruk tentang siapa pun.

“Saya hanya punya satu catatan: bahwa saya tidak pernah mengatakan hal buruk tentang siapa pun, bahkan sejak kecil,” kata Henry, sebagaimana diingat putrinya.

Mengapa Mereka?

Ketika ditanya mengapa ia yakin bahwa Roh Kudus memilih orang tuanya sebagai teladan kudus bagi Gereja semesta, Sr. Cecilia menjawab: “Mereka adalah bukti nyata bahwa semua orang dipanggil untuk menjadi kudus, bukan hanya imam atau biarawan, tapi juga suami, istri, dan orang tua. Mereka menjalani Injil dalam kehidupan sehari-hari mereka.”

Selain itu, ia juga menekankan bagaimana orang tuanya hidup dengan sukacita Kristen sejati, bahkan di tengah penderitaan. Ia mengisahkan bagaimana ibunya tetap bercanda soal kakinya yang sakit, dan bagaimana ayahnya membuat staf medis tertawa di ruang operasi saat pemasangan alat pacu jantung.

Proses Kanonisasi yang Sedang Berjalan

Saat ini, proses kanonisasi Inez dan Henry Casolani masih berada di tahap awal di Roma. Namun banyak pihak percaya bahwa suatu hari nanti, Gereja Katolik akan mengenang mereka sebagai Santo dan Santa Casolani. Tanggal pesta mereka kemungkinan akan ditetapkan pada 19 April, tanggal pernikahan mereka.

Bagi Sr. Cecilia, yang kini juga ikut serta dalam proses ini, kehidupan kedua orang tuanya adalah warisan yang sangat berharga. 

“Kehidupan mereka yang sederhana namun penuh cinta, adalah pengingat bahwa kekudusan bisa tumbuh dalam keluarga, di tengah rutinitas harian, dan dalam kasih yang setia.” (AD)

Sumber: aleteia.org

Via Berita
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Media Sosial

facebook Like
twitter Follow
youtube Langganan
instagram Follow

Featured Post

Klarifikasi Resmi Pater Marsel Agot SVD Bantah Tuduhan Pimpin Massa Bersenjata Parang di Labuan Bajo

Katolik terkini- Januari 31, 2026 0
Klarifikasi Resmi Pater Marsel Agot SVD Bantah Tuduhan Pimpin Massa Bersenjata Parang di Labuan Bajo
Pater Marsel Agot, SVD Katolik Terkini - Pater Marsel Agot, SVD, menyampaikan klarifikasi resmi sekaligus bantahan keras terhadap pemberitaan media daring BAJO…

Most Popular

Apakah Jabatan Uskup atau Kardinal Patut Menjadi Ambisi Para Imam?

Apakah Jabatan Uskup atau Kardinal Patut Menjadi Ambisi Para Imam?

Januari 24, 2026
Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Januari 20, 2026
Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026
Duka Kemanusiaan di Altar St. Yoseph Palembang: Melepas Kepergian Ibu Christina, Pendidik Setia dan Saksi Iman

Duka Kemanusiaan di Altar St. Yoseph Palembang: Melepas Kepergian Ibu Christina, Pendidik Setia dan Saksi Iman

Januari 28, 2026

Editor Post

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026
Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

April 12, 2025
Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Januari 20, 2026
Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

April 11, 2025

Popular Post

Apakah Jabatan Uskup atau Kardinal Patut Menjadi Ambisi Para Imam?

Apakah Jabatan Uskup atau Kardinal Patut Menjadi Ambisi Para Imam?

Januari 24, 2026
Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Januari 20, 2026
Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026
Duka Kemanusiaan di Altar St. Yoseph Palembang: Melepas Kepergian Ibu Christina, Pendidik Setia dan Saksi Iman

Duka Kemanusiaan di Altar St. Yoseph Palembang: Melepas Kepergian Ibu Christina, Pendidik Setia dan Saksi Iman

Januari 28, 2026

Populart Categoris

  • Berita795
  • Cerpen7
  • Doa78
  • Film17
  • Filsafat8
  • Internasional337
  • Jelajah113
  • Lifestyle190
  • Nasional105
  • Pelayanan Sosial111
  • Puisi2
  • Refleksi323
  • Sosok296
  • Teologi68
Katolik Terkini

Tentang Kami

Katolik Terkini adalah platform berita online independen yang memiliki komitmen kuat untuk menyajikan informasi, berita, dan data seputar Gereja Katolik, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia.

Kontak kami: katolikterkini@gmail.com

Follow Us

© KATOLIK TERKINI oleh Katolik Terkini
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Daftar Isi Katolik Terkini