-->
Telusuri
24 C
id
Katolik Terkini
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • Sosok
  • Humaniora
    • Humaniora
  • Refleksi
  • Lifestyle
  • Travelling
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
Katolik Terkini
Telusuri
Beranda Artikel Berita Humaniora Inspirasi Pendidikan Perdamaian Scholas Occurrentes: Pendidikan yang Mengajarkan Kita Menjadi Manusia
Artikel Berita Humaniora Inspirasi Pendidikan Perdamaian

Scholas Occurrentes: Pendidikan yang Mengajarkan Kita Menjadi Manusia

Katolik terkini
Katolik terkini
02 Sep, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Katolik Terkini - Pontificia Scholas Occurrentes mengadakan “WORLD ENCOUNTER SUMMIT – BALI 2026: Artificial Intelligence and Human Meaning” dan “XI International Scholas Chairs Congress”, yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi “KTT Perjumpaan Dunia di Bali 2026”, dengan tema: “Kecerdasan Buatan dan Makna Kemanusiaan”.

KTT ini dihadiri oleh para dosen dan akademisi dari universitas-universitas yang bekerja sama dengan Scholas di seluruh dunia, termasuk orang-orang muda dari berbagai negara. KTT ini diadakan pada tanggal 4–6 September 2026.

Agar kita dapat mengenal dengan lebih baik tentang “Scholas Occurrentes”, berikut kami memperkenalkannya secara singkat.

Scholas Occurrentes adalah gerakan pendidikan global yang digagas oleh Paus Fransiskus.

Arti Kata


Bahasa Latin: Scholas berarti sekolah-sekolah; Occurrentes berarti yang saling bertemu atau yang berjumpa. Jadi, arti harfiahnya adalah “Sekolah-sekolah yang Berjumpa”.

Maknanya adalah tempat di mana semua orang dari budaya, agama, dan bangsa yang berbeda dapat “bertemu” untuk belajar bersama.

Latar Belakang dan Tujuan


Didirikan pada tahun 2013 oleh Kardinal Bergoglio, sebelum menjadi Paus. Pada tahun 2015, gerakan ini diresmikan oleh Paus Fransiskus.

Visi Paus Fransiskus: “Pendidikan tidak boleh menjadi sebuah pabrik. Pendidikan mesti menjadi tempat perjumpaan tiga bahasa: kepala, hati, dan tangan.”

Ada tiga tujuan utama

Pertama, Membangun Budaya Perjumpaan


Menyatukan anak-anak dari semua agama, ras, dan status sosial. Katolik, Muslim, Yahudi, ateis, Hindu, Buddha, Konghucu, dan penganut aliran kepercayaan dapat duduk bersama dalam satu kelas.

Kedua, Pendidikan untuk Perdamaian


Melawan budaya membuang, budaya kekerasan, dan bullying. Mengajarkan solidaritas serta kepedulian terhadap kaum miskin dan lingkungan.

Ketiga Menjawab Empat Krisis Dunia


Krisis pendidikan, krisis ekologi, krisis kemanusiaan, dan krisis ekonomi. Cara konkretnya dilakukan melalui seni, olahraga, dan teknologi.

Tiga Ciri Khas Scholas Occurrentes

Pertama, Global

Sudah hadir di 190 negara dan melibatkan lebih dari 500 ribu sekolah, termasuk di Indonesia.

Kedua, Inklusif

Bukan hanya sekolah Katolik. Sekolah negeri, swasta, di pelosok maupun di perkotaan, semuanya boleh ikut serta. Tidak ada yang dikecualikan.

Ketiga, Berbasis Proyek

Anak-anak diajak membuat suatu proyek bersama, misalnya film pendek tentang toleransi, kebun sekolah, konser amal untuk pengungsi atau korban bencana. Dengan demikian, orang belajar sambil berbuat baik.

Dasar-Dasar Teologis dan Dokumen Kepausan

Pertama, Ensiklik Laudato Si’


Merawat rumah bersama. Scholas memiliki banyak program yang berkaitan dengan ekologi.

Kedua, Ensiklik Fratelli Tutti


Membangun persaudaraan. Semua orang adalah saudara. Scholas melatih anak-anak untuk “menjadi tetangga yang baik”.

Ketiga, Dokumen Patto Educativo Globale (Pakta Pendidikan Global 2020)


Paus Fransiskus mengajak dunia untuk menandatangani beberapa komitmen, antara lain:
  • menempatkan manusia di tengah;
  • mendengarkan kaum muda;
  • melindungi lingkungan; dan lain-lain.

Scholas menjadi salah satu pelaksana dari komitmen tersebut.

Paus Fransiskus menegaskan: “Pendidikan tidak bisa netral. Atau mendidik untuk bertemu, atau mendidik untuk bentrok.”

Kesimpulan


Scholas Occurrentes adalah sekolah kehidupan: tempat anak-anak belajar bukan hanya matematika, ilmu pengetahuan, ilmu-ilmu sosial, dan teknologi, tetapi juga belajar menjadi manusia yang sehat secara mental, rohani, dan jasmani: belajar berjumpa, berbelaskasih, dan membangun perdamaian.

Oleh: Mgr. Paskalis OFM
Via Artikel
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama Tak ada hasil yang ditemukan
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Media Sosial

facebook Like
twitter Follow
youtube Langganan
instagram Follow

Featured Post

Scholas Occurrentes: Pendidikan yang Mengajarkan Kita Menjadi Manusia

Katolik terkini- September 02, 2026 0
Scholas Occurrentes: Pendidikan yang Mengajarkan Kita Menjadi Manusia
Katolik Terkini - Pontificia Scholas Occurrentes mengadakan “ WORLD ENCOUNTER SUMMIT – BALI 2026: Artificial Intelligence and Human Meaning ” dan “ XI Intern…

Most Popular

Uskup Agung Palembang dan Bupati OKU Timur Letakkan Batu Pertama Gereja Katolik Tegalrejo

Uskup Agung Palembang dan Bupati OKU Timur Letakkan Batu Pertama Gereja Katolik Tegalrejo

Agustus 21, 2026
Julie Laiskodat Temui Uskup Agung Ende, Bahas Pemulihan Umat Terdampak Gempa Flores

Julie Laiskodat Temui Uskup Agung Ende, Bahas Pemulihan Umat Terdampak Gempa Flores

Agustus 31, 2026
Uskup Maksimus Regus Hadir Bersama Kaum Difabel: Gereja Tidak Boleh Meninggalkan Siapa Pun

Uskup Maksimus Regus Hadir Bersama Kaum Difabel: Gereja Tidak Boleh Meninggalkan Siapa Pun

Agustus 26, 2026
Compassio dan Otoritas Penderita - Ketika Teologi Turun dari Mimbar ke Tenda Pengungsian di Flores

Compassio dan Otoritas Penderita - Ketika Teologi Turun dari Mimbar ke Tenda Pengungsian di Flores

Agustus 27, 2026

Editor Post

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

April 12, 2025
Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Januari 20, 2026
Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026
Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

April 11, 2025

Popular Post

Uskup Agung Palembang dan Bupati OKU Timur Letakkan Batu Pertama Gereja Katolik Tegalrejo

Uskup Agung Palembang dan Bupati OKU Timur Letakkan Batu Pertama Gereja Katolik Tegalrejo

Agustus 21, 2026
Julie Laiskodat Temui Uskup Agung Ende, Bahas Pemulihan Umat Terdampak Gempa Flores

Julie Laiskodat Temui Uskup Agung Ende, Bahas Pemulihan Umat Terdampak Gempa Flores

Agustus 31, 2026
Uskup Maksimus Regus Hadir Bersama Kaum Difabel: Gereja Tidak Boleh Meninggalkan Siapa Pun

Uskup Maksimus Regus Hadir Bersama Kaum Difabel: Gereja Tidak Boleh Meninggalkan Siapa Pun

Agustus 26, 2026
Compassio dan Otoritas Penderita - Ketika Teologi Turun dari Mimbar ke Tenda Pengungsian di Flores

Compassio dan Otoritas Penderita - Ketika Teologi Turun dari Mimbar ke Tenda Pengungsian di Flores

Agustus 27, 2026

Populart Categoris

  • Berita988
  • Cerpen7
  • Doa88
  • Film20
  • Filsafat11
  • Internasional368
  • Jelajah115
  • Lifestyle211
  • Nasional174
  • Pelayanan Sosial152
  • Puisi2
  • Refleksi392
  • Sosok326
  • Teologi73
Katolik Terkini

Tentang Kami

Katolik Terkini adalah platform berita online independen yang memiliki komitmen kuat untuk menyajikan informasi, berita, dan data seputar Gereja Katolik, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia.

Kontak kami: katolikterkini@gmail.com

Follow Us

© KATOLIK TERKINI oleh Katolik Terkini
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Daftar Isi Katolik Terkini