-->
Telusuri
24 C
id
Katolik Terkini
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • Sosok
  • Humaniora
    • Humaniora
  • Refleksi
  • Lifestyle
  • Travelling
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
Katolik Terkini
Telusuri
Beranda Berita Daerah Pelayanan Sosial Uskup Maksimus Regus Hadir Bersama Kaum Difabel: Gereja Tidak Boleh Meninggalkan Siapa Pun
Berita Daerah Pelayanan Sosial

Uskup Maksimus Regus Hadir Bersama Kaum Difabel: Gereja Tidak Boleh Meninggalkan Siapa Pun

Katolik terkini
Katolik terkini
26 Agu, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

LABUAN BAJO, Katolik Terkini - Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, Pr., menunjukkan kepedulian dan kasih persaudaraan kepada kaum difabel melalui sebuah perjumpaan penuh kehangatan di Labuan Bajo, Rabu (26/8/2026).

Dalam perjumpaan tersebut, Uskup Maksimus didampingi Sekretaris Jenderal Keuskupan Labuan Bajo, Romo Frans Nala, Pr., serta Direktur Caritas Keuskupan Labuan Bajo, Romo Yuvensius Rugi, Pr.

Kehadiran Uskup bersama rombongan bukan sekadar sebuah kunjungan. Sapaan, senyum, dan perhatian yang diberikan menjadi tanda nyata kehadiran Gereja di tengah kehidupan kaum difabel, terutama mereka yang membutuhkan ruang untuk didengar, diterima, dihargai, dan berjalan bersama sebagai saudara.

Dalam suasana penuh keakraban, Mgr. Maksimus berbagi kasih dan kegembiraan bersama kaum difabel. Perjumpaan tersebut sekaligus menghadirkan pesan penting tentang persaudaraan, bahwa setiap manusia memiliki martabat yang sama dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan Gereja maupun masyarakat.

Bukan Sekadar Belas Kasihan


Perjumpaan Uskup dengan kaum difabel juga menjadi pengingat bahwa perhatian kepada penyandang disabilitas tidak boleh berhenti pada belas kasih semata.

Yang lebih penting ialah membangun persaudaraan yang setara, inklusif, dan berkelanjutan. Dengan demikian, kaum difabel memiliki ruang yang luas untuk mengambil bagian secara penuh dalam kehidupan sosial, budaya, kemasyarakatan, serta pelayanan Gereja.

Kaum difabel bukanlah objek belas kasihan. Mereka adalah pribadi-pribadi yang memiliki martabat, talenta, harapan, perjuangan, dan kemampuan untuk memberikan kontribusi bagi kehidupan bersama.

Karena itu, kasih yang sejati tidak berhenti pada pemberian. Kasih perlu diwujudkan melalui penghormatan terhadap martabat manusia, penerimaan, pemberdayaan, serta penciptaan ruang yang memungkinkan setiap orang berkembang dan berpartisipasi.

Bagi kaum difabel, sebuah perhatian sederhana dapat memiliki arti yang besar. Sapaan dapat menghadirkan harapan, pelukan dapat menghapus jarak, sementara kehadiran dapat menjadi peneguhan bahwa mereka tidak berjalan sendirian.

Gereja Dipanggil Menjadi Rumah bagi Semua


Melalui perjumpaan tersebut, Uskup Mgr. Maksimus Regus, Pr., menghadirkan wajah Gereja yang dekat dengan umat. Gereja tidak hanya berbicara mengenai kasih, tetapi juga berusaha menghidupinya melalui kehadiran nyata di tengah masyarakat.

Kehadiran seorang gembala di tengah kaum difabel bukan terutama tentang apa yang diberikan, melainkan tentang kesediaan untuk hadir, mendengarkan, dan melihat mereka sebagai saudara yang memiliki martabat yang sama.

Semangat tersebut sejalan dengan panggilan Gereja untuk menghadirkan wajah Kristus yang dekat dengan semua orang, termasuk mereka yang kerap berada di pinggir perhatian masyarakat.

Dalam perjumpaan itu, Gereja sekaligus belajar bahwa kasih tidak mengenal sekat dan persaudaraan tidak boleh meninggalkan siapa pun.

Momentum tersebut juga menjadi refleksi bagi masyarakat Labuan Bajo yang terus berkembang sebagai destinasi pariwisata dan kota yang mengalami pertumbuhan di berbagai bidang.

Kemajuan sebuah kota tidak semestinya hanya diukur melalui pembangunan fisik, pertumbuhan ekonomi, maupun meningkatnya aktivitas pariwisata. Ukuran kemajuan juga terlihat dari sejauh mana masyarakat mampu menciptakan ruang kehidupan yang ramah, setara, aman, dan manusiawi bagi semua orang.

Dalam konteks itu, keberpihakan kepada kaum difabel menjadi bagian penting dari upaya membangun masyarakat yang inklusif.

Pertumbuhan Labuan Bajo diharapkan berjalan beriringan dengan pertumbuhan kesadaran kemanusiaan, sehingga tidak ada seorang pun yang tertinggal atau merasa menjadi orang asing di tengah perkembangan kota.

Kasih yang Merangkul, Persaudaraan yang Menguatkan


Rabu, 26 Agustus 2026, menjadi momentum sederhana namun bermakna bagi kaum difabel di Labuan Bajo. Seorang gembala hadir untuk menyapa dan berbagi kasih, sementara saudara-saudari difabel menerima kehadiran tersebut dalam suasana penuh sukacita dan keakraban.

Perjumpaan itu menyampaikan pesan sederhana namun kuat: setiap pribadi berharga, setiap orang memiliki tempat, dan tidak seorang pun boleh dibiarkan berjalan sendirian.

Bagi Keuskupan Labuan Bajo, semangat ini menjadi panggilan untuk terus menghadirkan Gereja yang mendengarkan, merangkul, memberdayakan, dan berjalan bersama seluruh umat tanpa sekat.

Pada akhirnya, Gereja bukan hanya tempat orang berkumpul, tetapi juga rumah di mana setiap pribadi diterima, dihargai, dan dicintai.

Ketika mereka yang berbeda tidak lagi dipandang sebagai “yang lain”, melainkan diterima sebagai saudara, di situlah persaudaraan sejati mulai tumbuh.

Dan ketika kasih memberi ruang bagi semua orang, di sanalah Gereja sungguh-sungguh menjadi rumah bagi setiap pribadi.(AD)

Sumber: Komsos Keuskupan Labuan Bajo
Via Berita
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama Tak ada hasil yang ditemukan
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Media Sosial

facebook Like
twitter Follow
youtube Langganan
instagram Follow

Featured Post

Uskup Maksimus Regus Hadir Bersama Kaum Difabel: Gereja Tidak Boleh Meninggalkan Siapa Pun

Katolik terkini- Agustus 26, 2026 0
Uskup Maksimus Regus Hadir Bersama Kaum Difabel: Gereja Tidak Boleh Meninggalkan Siapa Pun
LABUAN BAJO, Katolik Terkini - Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, Pr., menunjukkan kepedulian dan kasih persaudaraan kepada kaum difabel melalui sebuah p…

Most Popular

Gempa Flores dan Tuhan yang Peduli - Menjawab Pertanyaan, Apakah Tuhan Sekejam Itu?

Gempa Flores dan Tuhan yang Peduli - Menjawab Pertanyaan, Apakah Tuhan Sekejam Itu?

Agustus 19, 2026
Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026
Uskup Agung Palembang dan Bupati OKU Timur Letakkan Batu Pertama Gereja Katolik Tegalrejo

Uskup Agung Palembang dan Bupati OKU Timur Letakkan Batu Pertama Gereja Katolik Tegalrejo

Agustus 21, 2026
Seni Lintas Agama Jadi Jembatan Merawat Toleransi dan Persaudaraan di Lampung

Seni Lintas Agama Jadi Jembatan Merawat Toleransi dan Persaudaraan di Lampung

Agustus 21, 2026

Editor Post

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

April 12, 2025
Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Januari 20, 2026
Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026
Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

April 11, 2025

Popular Post

Gempa Flores dan Tuhan yang Peduli - Menjawab Pertanyaan, Apakah Tuhan Sekejam Itu?

Gempa Flores dan Tuhan yang Peduli - Menjawab Pertanyaan, Apakah Tuhan Sekejam Itu?

Agustus 19, 2026
Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026
Uskup Agung Palembang dan Bupati OKU Timur Letakkan Batu Pertama Gereja Katolik Tegalrejo

Uskup Agung Palembang dan Bupati OKU Timur Letakkan Batu Pertama Gereja Katolik Tegalrejo

Agustus 21, 2026
Seni Lintas Agama Jadi Jembatan Merawat Toleransi dan Persaudaraan di Lampung

Seni Lintas Agama Jadi Jembatan Merawat Toleransi dan Persaudaraan di Lampung

Agustus 21, 2026

Populart Categoris

  • Berita981
  • Cerpen7
  • Doa88
  • Film20
  • Filsafat11
  • Internasional368
  • Jelajah115
  • Lifestyle211
  • Nasional173
  • Pelayanan Sosial147
  • Puisi2
  • Refleksi391
  • Sosok326
  • Teologi73
Katolik Terkini

Tentang Kami

Katolik Terkini adalah platform berita online independen yang memiliki komitmen kuat untuk menyajikan informasi, berita, dan data seputar Gereja Katolik, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia.

Kontak kami: katolikterkini@gmail.com

Follow Us

© KATOLIK TERKINI oleh Katolik Terkini
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Daftar Isi Katolik Terkini