-->
Telusuri
24 C
id
Katolik Terkini
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • Sosok
  • Humaniora
    • Humaniora
  • Refleksi
  • Lifestyle
  • Travelling
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
Katolik Terkini
Telusuri
Beranda Berita Daerah Pelayanan Sosial Julie Laiskodat Temui Uskup Agung Ende, Bahas Pemulihan Umat Terdampak Gempa Flores
Berita Daerah Pelayanan Sosial

Julie Laiskodat Temui Uskup Agung Ende, Bahas Pemulihan Umat Terdampak Gempa Flores

Katolik terkini
Katolik terkini
31 Agu, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

ENDE, Katolik Terkini - Sebelum kembali ke Jakarta, Julie Sutrisno Laiskodat, Anggota Komisi XI DPR RI Periode 2024–2029, menyempatkan diri mengunjungi Istana Keuskupan Agung Ende di Ndona, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur pada 24 Agustus 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Julie bertemu dengan Yang Mulia Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, S.V.D. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan menjadi ruang untuk berdiskusi mengenai kondisi masyarakat dan umat yang terdampak gempa bumi Flores pada 15 Agustus 2026.

Sejumlah persoalan dibahas, mulai dari kebutuhan bantuan dasar, kondisi pengungsi, pelayanan kesehatan, tempat tinggal, pendampingan kelompok rentan, hingga langkah pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.

Turun Langsung Bersama NasDem Peduli


Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kepedulian NasDem Peduli dalam merespons dampak gempa bumi di sejumlah wilayah Flores. Sebelumnya, Julie bersama NasDem Peduli turun langsung ke sejumlah titik terdampak untuk melihat kondisi masyarakat, berdialog dengan warga, mendengarkan kebutuhan mereka, sekaligus menyalurkan bantuan.

Menurut Julie, kehadiran langsung di tengah masyarakat penting agar penanganan bencana tidak hanya berdasarkan data dan laporan, tetapi juga melihat kondisi nyata yang dirasakan warga di lapangan.

“Kita perlu datang langsung, melihat kondisi masyarakat, mendengar apa yang mereka butuhkan, dan memastikan bahwa bantuan yang diberikan benar-benar menjawab kebutuhan mereka,” ujar Julie.

Gempa M7,7 Berdampak Luas


Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 memberikan dampak luas terhadap masyarakat di sejumlah kabupaten.

Gempa tersebut juga memicu tsunami. Berdasarkan pemantauan BMKG, tsunami tertinggi tercatat sekitar 1,6 meter di Pota, Kabupaten Manggarai Timur.

Aktivitas gempa susulan juga masih terjadi di sejumlah wilayah. Kondisi ini membuat sebagian masyarakat masih diliputi kekhawatiran dan memilih bertahan di tempat pengungsian karena rumah mereka mengalami kerusakan atau belum dianggap aman untuk ditempati.

Dampak bencana tidak hanya berupa korban jiwa dan luka-luka, tetapi juga kerusakan rumah, fasilitas umum, fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta terganggunya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Penanganan Tidak Boleh Berhenti di Masa Darurat


Julie menegaskan bahwa perhatian terhadap masyarakat terdampak tidak boleh berhenti ketika masa tanggap darurat berakhir. Menurutnya, masyarakat membutuhkan bantuan jangka menengah dan panjang, termasuk tempat tinggal, layanan kesehatan, air bersih, pendidikan, pendampingan psikososial, serta pemulihan sumber penghidupan.

“Saya menyempatkan diri bertemu dengan Bapa Uskup untuk mendengar dan berdiskusi mengenai kondisi umat yang terdampak gempa. Situasi ini membutuhkan kerja bersama. Kita tidak boleh membiarkan masyarakat menghadapi masa sulit ini sendirian,” ujar Julie.

Ia juga menekankan pentingnya perhatian khusus terhadap kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, serta keluarga yang kehilangan tempat tinggal dan sumber penghidupan.

Pemulihan Ekonomi Menjadi Perhatian


Sebagai Anggota Komisi XI DPR RI Periode 2024–2029, Julie menilai pemulihan ekonomi harus menjadi bagian penting dalam penanganan pascabencana.

Gempa tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat. Pedagang kehilangan tempat usaha, sementara petani dan nelayan menghadapi gangguan dalam menjalankan aktivitas produksinya. Karena itu, pemulihan harus diarahkan agar masyarakat dapat kembali produktif dan membangun kehidupan mereka.

“Kita ingin masyarakat bukan hanya bertahan, tetapi bisa kembali bangkit. Setelah kebutuhan darurat terpenuhi, perhatian harus diarahkan pada pemulihan ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat,” kata Julie.

Apresiasi untuk Keuskupan Agung Ende


Julie juga menyampaikan apresiasi terhadap Keuskupan Agung Ende dan berbagai elemen gereja yang terus hadir mendampingi masyarakat di tengah situasi pascabencana.

Menurutnya, gereja memiliki posisi strategis karena dekat dengan masyarakat dan memiliki jaringan pelayanan yang menjangkau berbagai wilayah.

“Gereja memiliki peran yang sangat penting karena dekat dengan masyarakat. Kehadiran gereja bukan hanya dalam pelayanan spiritual, tetapi juga menjadi kekuatan sosial dalam mendampingi umat ketika menghadapi bencana seperti ini,” ungkapnya.

Julie berharap sinergi antara pemerintah, gereja, masyarakat sipil, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, relawan, dan berbagai pihak lainnya terus diperkuat agar bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran.

Flores Tidak Boleh Berjalan Sendiri


Julie mengingatkan bahwa pemulihan pascabencana tidak dapat diselesaikan dalam hitungan hari. Bagi masyarakat yang kehilangan rumah, anggota keluarga, sumber penghasilan, maupun rasa aman, proses untuk kembali menjalani kehidupan normal membutuhkan waktu dan pendampingan.

“Bencana mungkin terjadi pada 15 Agustus, tetapi pemulihan tidak selesai dalam beberapa hari. Ada keluarga yang kehilangan tempat tinggal, ada anak-anak yang mengalami trauma, dan ada masyarakat yang harus membangun kembali kehidupannya. Karena itu, solidaritas kita harus terus berjalan,” tegas Julie. Pertemuan dengan Uskup Agung Ende menjadi bagian dari rangkaian kepedulian Julie Sutrisno Laiskodat bersama NasDem Peduli terhadap masyarakat Flores yang terdampak gempa.

Dari Ende, Julie membawa pesan bahwa masyarakat Flores tidak boleh menghadapi masa pemulihan sendirian. Solidaritas dan gotong royong berbagai pihak diharapkan terus terjaga hingga masyarakat terdampak mampu bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara layak.

“Kita hadir bukan hanya ketika terjadi, tetapi juga ketika masyarakat mulai membangun kembali kehidupannya."
Via Berita
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Media Sosial

facebook Like
twitter Follow
youtube Langganan
instagram Follow

Featured Post

Scholas Occurrentes: Pendidikan yang Mengajarkan Kita Menjadi Manusia

Katolik terkini- September 02, 2026 0
Scholas Occurrentes: Pendidikan yang Mengajarkan Kita Menjadi Manusia
Katolik Terkini - Pontificia Scholas Occurrentes mengadakan “ WORLD ENCOUNTER SUMMIT – BALI 2026: Artificial Intelligence and Human Meaning ” dan “ XI Intern…

Most Popular

Uskup Agung Palembang dan Bupati OKU Timur Letakkan Batu Pertama Gereja Katolik Tegalrejo

Uskup Agung Palembang dan Bupati OKU Timur Letakkan Batu Pertama Gereja Katolik Tegalrejo

Agustus 21, 2026
Julie Laiskodat Temui Uskup Agung Ende, Bahas Pemulihan Umat Terdampak Gempa Flores

Julie Laiskodat Temui Uskup Agung Ende, Bahas Pemulihan Umat Terdampak Gempa Flores

Agustus 31, 2026
Uskup Maksimus Regus Hadir Bersama Kaum Difabel: Gereja Tidak Boleh Meninggalkan Siapa Pun

Uskup Maksimus Regus Hadir Bersama Kaum Difabel: Gereja Tidak Boleh Meninggalkan Siapa Pun

Agustus 26, 2026
Statistik Gereja Katolik Terbaru: Populasi Meningkat, Tapi Jumlah Imam Menurun?

Statistik Gereja Katolik Terbaru: Populasi Meningkat, Tapi Jumlah Imam Menurun?

Maret 20, 2025

Editor Post

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

April 12, 2025
Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Januari 20, 2026
Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026
Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

April 11, 2025

Popular Post

Uskup Agung Palembang dan Bupati OKU Timur Letakkan Batu Pertama Gereja Katolik Tegalrejo

Uskup Agung Palembang dan Bupati OKU Timur Letakkan Batu Pertama Gereja Katolik Tegalrejo

Agustus 21, 2026
Julie Laiskodat Temui Uskup Agung Ende, Bahas Pemulihan Umat Terdampak Gempa Flores

Julie Laiskodat Temui Uskup Agung Ende, Bahas Pemulihan Umat Terdampak Gempa Flores

Agustus 31, 2026
Uskup Maksimus Regus Hadir Bersama Kaum Difabel: Gereja Tidak Boleh Meninggalkan Siapa Pun

Uskup Maksimus Regus Hadir Bersama Kaum Difabel: Gereja Tidak Boleh Meninggalkan Siapa Pun

Agustus 26, 2026
Statistik Gereja Katolik Terbaru: Populasi Meningkat, Tapi Jumlah Imam Menurun?

Statistik Gereja Katolik Terbaru: Populasi Meningkat, Tapi Jumlah Imam Menurun?

Maret 20, 2025

Populart Categoris

  • Berita988
  • Cerpen7
  • Doa88
  • Film20
  • Filsafat11
  • Internasional368
  • Jelajah115
  • Lifestyle211
  • Nasional174
  • Pelayanan Sosial152
  • Puisi2
  • Refleksi392
  • Sosok326
  • Teologi73
Katolik Terkini

Tentang Kami

Katolik Terkini adalah platform berita online independen yang memiliki komitmen kuat untuk menyajikan informasi, berita, dan data seputar Gereja Katolik, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia.

Kontak kami: katolikterkini@gmail.com

Follow Us

© KATOLIK TERKINI oleh Katolik Terkini
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Daftar Isi Katolik Terkini