Berita
Daerah
Nasional
Refleksi
Simfoni Syukur di Altar Katedral: Refleksi Angka 8 dan Kesetiaan 32 Tahun Imamat Romo Keuskupan Agung Palembang
PALEMBANG, Katolik Terkini – Suasana khidmat dan penuh sukacita menyelimuti Gereja Katedral Santa Maria Palembang pada perayaan Misa Kudus Jumat petang (29/5/2026) pukul 18.00 WIB. Ratusan umat hadir bukan hanya untuk beribadah rutin, melainkan untuk menyatukan hati dalam perayaan syukur ulang tahun tahbisan imamat empat imam Keuskupan Agung Palembang (KAPal).
Misa syukur ini menandai tonggak sejarah perjalanan panggilan bagi:
1. RD Yohanes Kristianto (Ulang Tahun Imamat ke-32)
2. RD Markus Edi Sucipto (Ulang Tahun Imamat ke-8)
3. RD Aloysius Albertri Danier (Ulang Tahun Imamat ke-8)
4. RD Yohanes Ongko Handoko (Ulang Tahun Imamat ke-8)
Filosofi Angka 8 dan Berkah yang Tak Terputus
Dalam homilinya, RD Yohanes Ongko Handoko mengajak umat dan para kolega imam untuk merefleksikan makna mendalam di balik angka usia tahbisan mereka. Bagi Romo Ongko, angka 8 bukan sekadar urutan numerik, melainkan simbol spiritualitas yang kaya.
"Angka delapan itu garisnya tidak terputus. Ini mengungkapkan arti hal yang luar biasa: simbol kemakmuran, kelanggengan, serta rezeki dan kebahagiaan yang mengalir tanpa putus. Bentuknya yang seimbang juga menghubungkan aspek Ilahi dan manusia, menyelaraskan spiritualitas yang hidup dengan kedewasaan jasmani," ungkap Romo Ongko.
Ia menambahkan, angka 8 juga kerap dianggap sebagai penanda transisi dari usia kanak-kanak menuju kedewasaan. Refleksi ini menjadi kian indah saat melihat perjalanan RD Yohanes Kristianto yang merayakan usia imamat ke-32. "Usia 32 tahun itu artinya angka delapannya berlipat empat ( 8 x 4). Ini menandakan buah-buah pelayanan yang berlimpah dan menjadi inspirasi serta refleksi mendalam bagi kami para romo yang lebih muda," tambahnya.
32 Tahun Imamat: Rangkaian Panjang Meniti Kesetiaan
RD Yohanes Kristianto, yang saat ini mengemban tugas sebagai Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Agung Palembang, membagikan kisah perjalanannya dengan penuh haru. Ditahbiskan pada 26 Mei 1994 di Curup, Bengkulu, Romo Kris menegaskan bahwa 32 tahun bukanlah waktu yang singkat, melainkan sebuah ziarah iman yang panjang.
"Tiga puluh dua tahun bukan sekadar angka. Ini adalah rangkaian perjalanan panjang, sebuah dinamisasi imamat yang layaknya melodi lagu yang kita nyanyikan dalam misa tadi ada nada naik dan turun, namun tetap membentuk harmoni yang indah," ujar Romo Kris.
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Uskup Keuskupan Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono, serta seluruh rekan imam, dan umat. "Terima kasih atas doa, sapaan, dan kerja sama dari semuanya yang telah berkontribusi secara pribadi, sehingga saya masih mampu setia berjalan dalam ziarah imamat ini," tuturnya.
Yesus sebagai Sahabat dalam Dinamika Pelayanan
Kisah menarik tentang kesetiaan juga datang dari RD Markus Edi Sucipto. Menatap kilas balik perjalanannya (termasuk refleksinya atas 8 tahun hidup membiara/panggilan), Romo Edi mengungkapkan bahwa kunci kekuatannya adalah memandang Yesus sebagai Sahabat dekat.
"Bagi saya, Yesus adalah teman. Yesus menemani saya di dalam setiap karya dan pelayanan kepada umat di paroki ini. Dengan berbagai dinamika, persoalan, terlebih dalam upaya bersama umat mewujudkan impian membangun gereja, Yesus selalu hadir dan menemani saya," tegas Romo Edi penuh asasi.
Doa dan Harapan Umat Paroki
Mewakili seluruh umat Paroki St. Maria, Bapak Alek memberikan ucapan selamat yang hangat kepada keempat imam yang berbahagia.
"Proficiat dan Selamat Hari Jadi Imamat! Semoga para Romo senantiasa sehat, penuh sukacita, dan selalu setia dalam karya perutusan serta penggembalaan umat. Semoga mereka juga senantiasa dikaruniai rahmat dan berkat yang dibutuhkan, terutama rahmat kesehatan dan semangat dalam menghidupi rahmat panggilan imamat ini," ucap Bapak Alek dalam sambutannya yang disambut tepuk tangan hangat dari umat.
Perayaan Misa Kudus ditutup dengan berkat meriah dan dilanjutkan dengan ramah tamah sederhana, menandai babak baru pelayanan para gembala untuk terus menabur benih iman di bumi Sriwijaya.
Kontributor Palembang : Andreas Daris Awalistyo
Via
Berita




Posting Komentar