Berita
Daerah
Nasional
Pelayanan Sosial
Rawat Persaudaraan Sejati, Keuskupan Agung Palembang dan PWNU Sumsel Gelar Aksi Donor Darah Lintas Iman
PALEMBANG, Katolikterkini.com – Semangat persaudaraan manusia (human fraternity) mewujud nyata di Bumi Sriwijaya. Keuskupan Agung Palembang (KAPal) berkolaborasi dengan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Selatan menggelar aksi kemanusiaan bertajuk “Sedekah Darah untuk Kemanusiaan”, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Kantor PWNU Sumsel, Jalan Mayor Salim Batubara, Palembang ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antara umat Katolik dan Nahdliyin. Acara ini juga dirangkaikan dengan layanan cek kesehatan gratis serta peringatan haul satu tahun almarhum KH. Mal’an Abdullah, tokoh pemersatu yang juga mantan Ketua PWNU Sumsel.
Melampaui Sekat Agama
Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Palembang, Romo Yohanes Kristanto, hadir langsung bersama jajaran imam, biarawan-biarawati, serta Pembimas Katolik Sumsel, Leo Sutrisno. Dalam pesannya, Romo Kristanto menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah bentuk kesaksian iman yang inklusif.
“Situasi sekarang sangat membutuhkan kolaborasi lintas agama dan budaya seperti ini. Ini adalah sesuatu yang sangat indah dan patut kita apresiasi. Kalau kita berbicara tentang kemanusiaan, sekat-sekat agama dan budaya menjadi tidak terlihat,” ungkap Romo Kristanto.
Lebih lanjut, ia merefleksikan aksi ini sebagai perwujudan pesan Kitab Suci dalam Matius 25:40. “Segala sesuatu yang kamu lakukan bagi saudara-Ku yang paling lemah ini, berarti kamu melakukannya untuk Aku. Prinsip inilah yang kami pegang dalam setiap langkah sosial Gereja,” tegasnya.
Wujud Nyata Moderasi Beragama
Ketua PWNU Sumsel, KH Hendra Zainuddin, menyambut hangat kehadiran keluarga besar Keuskupan Agung Palembang. Menurutnya, aksi donor darah ini bukan sekadar aktivitas medis, melainkan upaya bersama meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menolong sesama tanpa memandang latar belakang.
Harapan senada disampaikan oleh Erly Yani dari Palang Merah Indonesia (PMI). Ia berharap kolaborasi lintas iman ini menjadi agenda rutin per tiga bulan. "Ini adalah simbol kuat kerukunan antarumat beragama di Sumatera Selatan," ujarnya.
Edukasi dan Kesehatan
Selain aspek spiritual dan sosial, aksi ini juga mengedukasi para pendonor mengenai manfaat kesehatan, seperti menjaga kesehatan jantung, menurunkan kadar kolesterol, hingga deteksi dini penyakit serius. Para pendonor dari kalangan umat Katolik dan warga Nahdliyin tampak antusias mengikuti prosedur donor yang berlangsung sekitar 5-10 menit per orang.
Aksi "Sedekah Darah" ini diharapkan menjadi pemantik bagi komunitas agama lain di Palembang untuk terus menjalin kerja sama serupa demi kepentingan kemanusiaan yang lebih luas.
Kontributor Palembang : Andreas Daris Awalistyo
Via
Berita




Posting Komentar