Berita
Daerah
Doa
Nasional
Pelayanan Sosial
Refleksi
Meneladani Spiritualitas St. Yoseph: Petugas Liturgi Paroki St. Yosef Palembang Perbarui Komitmen Pelayanan Melalui Rekoleksi
PALEMBANG, Katolikterkini.com – Dalam upaya memperdalam dedikasi dan kualitas pelayanan iman, Gereja Katolik Paroki Santo Yosef Palembang menggelar kegiatan Rekoleksi bagi para pelayan liturgi yang terdiri dari Prodiakon, Pemazmur, dan Lektor. Kegiatan yang mengusung tema umum "Mencintai Tugas Pelayanan" ini berlangsung khidmat di Gedung Serbaguna St. Louis, Sukabangun, pada Jumat (1/5/2026).
Rekoleksi ini menghadirkan RD Gading Johanes Sianipar sebagai pemateri utama. Dalam sesinya, ia membedah dua pilar penting: "Menimba Inspirasi dari Spiritualitas St. Yoseph" dan "Spiritualitas Pelayanan Seksi Liturgi."
Bergerak dalam Semangat Sinodal
Koordinator Bidang Liturgi Paroki St. Yoseph Palembang, Yohanes Suwarto, dalam sambutan pembukaannya menekankan bahwa rekoleksi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan momentum untuk bangkit dan bergerak bersama. "Kita ingin mewujudkan Gereja Sinodal melalui persekutuan, partisipasi, dan misi. Petugas liturgi tidak boleh berjalan sendiri, melainkan harus berjalan bersama seluruh umat, mulai dari tingkat KBG hingga keuskupan," ujar Yohanes. Ia menambahkan bahwa dasar pelayanan yang tulus adalah iman, harapan, dan kasih, di mana iman tanpa perbuatan nyata dalam pelayanan adalah mati.
Belajar dari Keheningan Santo Yosef
Dalam materi pertama, RD Gading Johanes Sianipar mengajak peserta merefleksikan sosok Santo Yosef melalui berbagai dokumen Gereja, mulai dari Quemadmodum Deus (1870) hingga Patris Corde (2020). Ia menyoroti "paradoks" Santo Yosef sebagai tokoh yang tidak pernah berbicara dalam Kitab Suci namun memegang peran krusial. "Santo Yosef mengajarkan bahwa dunia tidak hanya membutuhkan suara yang keras, tetapi hati yang tulus dan setia. Dalam diam, ia mampu melindungi dan menghidupkan harapan. Inilah nilai yang harus dihidupi petugas liturgi: keheningan, ketaatan, dan kesetiaan pada hal-hal sederhana," jelas RD Gading.
Pelayanan Liturgi: Bukan Tugas Teknis, Tapi Pengalaman Rohani
Memasuki sesi kedua, peserta diajak memahami bahwa tugas sebagai Prodiakon, Lektor, maupun Pemazmur bukanlah sekadar tugas teknis di altar. Spiritualitas liturgi adalah bentuk persembahan hidup kepada Allah yang terarah pada kepentingan umat (pelayanan publik), bukan kesalehan pribadi.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan Dewan Pastoral Paroki (DPP) St. Yoseph Palembang, Ambrosius Anto Suprihanto, mengingatkan pentingnya rasa memiliki terhadap panggilan ini. "Seorang petugas liturgi jangan merasa terpaksa. Ini adalah panggilan Allah. Doa, devosi, dan merenungkan Kitab Suci harus menjadi bagian dari hidup sehari-hari agar pelayanan yang diberikan benar-benar penuh pengabdian sebagai asisten imam," tegas Anto.
Peningkatan Kualitas Sarana
Selain penguatan rohani, rekoleksi ini juga menekankan aspek teknis sinergi antar-kelompok liturgi. Seksi Liturgi diharapkan mampu mengelola potensi kelompok (Lektor, Pemazmur, Misdinar, Paduan Suara, Prodiakon) serta memastikan kualitas sarana fisik seperti bejana dan kain altar selalu dalam kondisi layak demi menciptakan suasana ibadat yang khidmat dan agung bagi umat.
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 13.00 WIB ini diisi dengan refleksi pribadi, diskusi kelompok mengenai tantangan di lapangan, dan ditutup dengan perayaan Ekaristi bersama sebagai puncak syukur atas pembaruan komitmen pelayanan para petugas liturgi.
Kontributor Palembang : Andreas Daris Awalistyo
Via
Berita




Posting Komentar