Belajar Peduli Sesama, Siswa SMK Asisi Tebet Berbagi Kasih di Rumah Singgah St. Antonius Padua
![]() |
| Siswa kelas X AKL SMK Asisi mengadakan kunjungan ke Rumah Singgah St. Antonius Padua di Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2026) |
Katolik Terkini - Siswa kelas X AKL SMK Asisi mengadakan kunjungan ke Rumah Singgah St. Antonius Padua di Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2026). Rumah singgah tersebut dikelola oleh para frater OFM sebagai tempat pendampingan dan pelayanan bagi mereka yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang.
Kunjungan ini merupakan bagian dari praktik pembelajaran mata pelajaran Agama dan Budi Pekerti, khususnya dalam tema Pelayanan Karya Sosial Gereja. Melalui kegiatan ini, para siswa diajak untuk tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga mengalami langsung makna pelayanan dan kepedulian terhadap sesama.
Dalam kunjungan tersebut, para siswa berjumpa dengan sekitar tujuh penghuni rumah singgah yang terdiri dari beberapa oma-opa dan seorang anak kecil yang diasuh oleh para frater OFM. Mereka datang dengan membawa berbagai bantuan seperti sembako, pakaian, perlengkapan mandi, hingga souvenir hasil karya tangan mereka sendiri.
Kehadiran para siswa disambut hangat oleh para frater OFM dan para penghuni rumah singgah. Suasana penuh keakraban terasa ketika para siswa mendengarkan cerita hidup para penghuni dan berbagi pengalaman satu sama lain.
Salah satu siswa kelas X AKL, Zara Nanisa atau yang akrab disapa Kae, membagikan pengalamannya selama berada di rumah singgah tersebut.
“Kami mengobrol dengan frater dan suster yang menjaga para opa dan oma yang tinggal di rumah singgah itu. Selain itu juga kami mengobrol bersama oma opa, mengobrol bersama satu anak kecil bernama Claudia, dan ada beberapa yang bermain dengan dua anjing yang dipelihara di rumah singgah,” cerita Kae.
Menurutnya, perjumpaan sederhana itu menjadi pengalaman yang hangat dan berkesan karena terjadi percakapan yang tulus antara para siswa dan penghuni rumah singgah.
“Di sana, kami saling bercerita. Mereka bercerita tentang teman-teman mereka dan kehidupan mereka di sana. Begitupun sebaliknya, kami juga bercerita tentang kilas hidup kami,” lanjutnya.
Kae juga menceritakan kesannya saat berkenalan dengan seorang anak kecil bernama Claudia yang awalnya terlihat sangat pemalu.
“Di sana juga ada satu anak kecil bernama Claudia dan dia mempunyai watak yang sangat pemalu. Suaranya juga sangat kecil karena dia malu ketika berinteraksi dengan kami para pengunjung rumah singgah. Tetapi ia adalah gadis yang cantik, wajahnya putih dan rambutnya berponi,” ungkap Kae.
Meski awalnya malu-malu, Claudia perlahan mulai merasa nyaman dan membuka diri kepada para siswa.
“Setelah beberapa saat, akhirnya ia mau mengobrol bersama dan mulai melunturkan rasa malunya, dan menunjukkan senyumnya yang manis dan lebar,” tutup Kae.
Kunjungan ini menjadi pengalaman berharga bagi para siswa SMK Asisi untuk belajar bahwa pelayanan tidak selalu dilakukan melalui hal besar, tetapi juga lewat perhatian, kehadiran, dan kesediaan mendengarkan cerita hidup sesama.(AD)

Posting Komentar