Berita
Daerah
Doa
Humaniora
Nasional
Pendidikan
Bangun Persaudaraan dalam Keberagaman, UKMC Palembang Hidupkan Kembali Tradisi ‘Camp Fire’
PALEMBANG, Katolikterkini.com – Setelah sempat terhenti akibat pandemi COVID-19, Universitas Katolik Musi Charitas (UKMC) Palembang melalui Campus Ministry (CM) kembali menyelenggarakan kegiatan pembinaan kerohanian "Camp Fire". Acara yang mengusung tema "Melingkar untuk Mengakar, Berpijar untuk Menyebar" ini berlangsung meriah di Aula Gedung Yuliana, Fakultas Bisnis dan Akuntansi (FBA), pada Sabtu-Minggu, 2-3 Mei 2026.
Kegiatan tahunan ini diikuti oleh sekitar 225 mahasiswa dari tiga fakultas di lingkungan UKMC. Selain sebagai sarana mengenalkan program Campus Ministry kepada mahasiswa baru, Camp Fire menjadi wadah strategis untuk mempererat tali persaudaraan, membangun kerja sama, serta menanamkan nilai-nilai pelayanan yang tulus di tengah keberagaman kampus.
Hadir pada pembukaan Camp Fire RD Gading Johanes Sianipar Kepala Campus Ministry, Ns Bangun Dwi Hardika Wakil Rektor III UKMC, Drs Frans Sugiyana, Suster M.Silviana, F.Ch Pendamping Campus Ministry dan Andreas Daris Dosen UKMC Palembang.
Menghargai Keberagaman
Dalam sesi pembekalan materi, pendamping Campus Ministry, Drs. Frans Sugiyana, menekankan pentingnya menerima perbedaan sebagai anugerah Tuhan. Ia mengingatkan bahwa identitas sebagai bangsa Indonesia yang majemuk adalah sebuah takdir yang harus disyukuri.
“Terlahir sebagai orang Indonesia bukanlah pilihan, tapi takdir kita. Keragaman itulah yang menjadi kekuatan. Civitas akademika UKMC harus mampu memberikan ‘warna’ baru dengan membangkitkan kesadaran bahwa berbeda itu indah,” ujar Frans di hadapan para peserta.
Ia juga berpesan agar setiap mahasiswa mampu membangun jembatan persaudaraan tanpa memandang latar belakang suku, budaya, maupun agama demi mewujudkan kehidupan yang rukun dan damai.
Dinamika Kelompok dan Refleksi Diri
Acara yang dimulai sejak Sabtu siang ini dikemas secara interaktif melalui berbagai permainan dinamika kelompok. Kepala Campus Ministry UKMC, Romo Gading Johanes Sianipar, turut mendampingi peserta melalui sesi renungan malam.
Dalam suasana khidmat, para mahasiswa diajak merefleksikan harapan masa depan mereka dan membawanya dalam doa bersama serta diajak untuk membangun persaudaraan, harapan, dan optimisme dalam berbagai kegiatan yang dijalani.
Perlu selalu menghidupkan motivasi dan api inspirasi agar dapat membangun pribadi yang unggul, bermartabat, dan penuh cinta kasih di tengah sesama. Hal itu perlu dilatih terus menerus sebagai cara hidup, cara berpikir dan bertindak, serta cara berinteraksi setiap hari, melalui hal-hal kecil dan sederhana.
Memperkuat Kerja Sama Melalui Outbound
Memasuki hari kedua, Minggu (3/5), antusiasme peserta tetap tinggi. Dimulai dengan senam pagi pukul 05.30 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan rangkaian outbound.
Dalam sesi ini, mahasiswa ditantang untuk mengasah kreativitas, daya juang, dan kerja sama tim dalam kelompok yang sengaja dibentuk dari latar belakang yang berbeda-beda.
Melalui simulasi permainan tersebut, peserta diajarkan bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk bersikap eksklusif, melainkan kesempatan untuk saling belajar dan memperkaya perspektif.
Rangkaian acara ditutup dengan pentas seni yang menampilkan bakat dan kreativitas para mahasiswa sebagai bentuk ekspresi kegembiraan.
Dengan terlaksananya kembali Camp Fire 2026, UKMC berharap api kasih dan inspirasi yang didapat selama kegiatan dapat disebarkan oleh para mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.
Via
Berita



Posting Komentar