Misa Malam Paskah di Gereja Paroki St. Petrus Sernaru: Cahaya Lilin dan Rahmat Baptisan Menyala
Katolik Terkini - Suasana hening dan khidmat menyelimuti Gereja St. Petrus Sernaru, paroki Katedral Roh Kudus Labuan Bajo, Sabtu malam (4/4/2026). Ratusan umat hadir dalam perayaan Misa Vigili Paskah, salah satu liturgi tahunan Gereja Katolik yang menekankan pembaruan janji baptis.
Misa dipimpin langsung oleh Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, didampingi Romo Frans Nala (Sekretaris Jenderal). Dalam khotbahnya, Uskup Maksimus menegaskan pentingnya iman yang bangkit, bergerak, dan bersaksi. Tema Paskah Keuskupan Labuan Bajo tahun ini, “Kristus yang Sudah Bangkit Mendahului Kita ke Galilea,” menjadi inti pesan Injil malam suci.
Uskup Maksi menyoroti simbolisme kebangkitan Kristus dalam Injil, mulai dari “setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar.”
Fajar melambangkan peralihan dari gelap menuju terang, dari dukacita menuju harapan, dari kematian menuju kehidupan. Dua Maria yang mendatangi makam menemukan batu telah digulingkan dan malaikat memberitakan: “Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit.”
Kebangkitan, menurut Uskup, adalah inisiatif ilahi, tanda kasih Bapa yang lebih kuat daripada kematian. Ada tiga pesan kunci yang disampaikan. Pertama, dari makam menuju harapan; Paskah mengubah luka menjadi peluang hidup baru. Batu makam digulingkan bukan agar Yesus keluar, tetapi agar murid melihat dan percaya.
Kedua, Kristus mendahului ke Galilea, ruang kehidupan sehari-hari, di rumah, sekolah, ladang, dan laut, sebagai simbol misi dan rahmat yang selalu mendahului. Ketiga, dari ketakutan menjadi kesaksian; kebangkitan mengubah rasa takut menjadi keberanian untuk bersaksi.
Perayaan malam itu mencapai puncaknya saat umat menyalakan lilin masing-masing, menghadirkan cahaya simbolik iman yang tetap hidup.
Umat juga mengikuti ritus pembaruan janji baptis, menegaskan komitmen menolak dosa dan kuasa kegelapan serta memperbaharui kesetiaan kepada Kristus. Setelah itu, Uskup Maksi memercikkan air suci sebagai tanda penyucian dan pengingat akan rahmat baptisan.
Lalu kemudian, Romo Frans Nala menekankan bahwa pembaruan janji baptis bukan sekadar ritual tahunan, tetapi panggilan untuk terus memperbarui hidup sebagai pengikut Kristus.
“Cahaya lilin melambangkan Kristus sebagai terang dunia, sedangkan air suci menjadi tanda penyucian sekaligus kehidupan baru dalam iman,” ujar Romo Frans.
Perayaan Vigili Paskah malam itu menghadirkan pengalaman batin yang mendalam. Umat diajak untuk kembali ke keluarga, lingkungan, dan masyarakat dengan hati yang dipulihkan, menjadi saksi Kristus melalui pengampunan, pelayanan, dan persaudaraan. Kristus yang bangkit telah mendahului umat ke “Galilea” kehidupan sehari-hari, menegaskan panggilan setiap orang untuk berani pergi dan menjumpai-Nya di sana.(AD)
Sumber: Komsos Keuskupan Labuan Bajo

Posting Komentar