96 Calon Komuni Pertama Paroki St. Yoseph Palembang Teguhkan Iman Lewat Rekoleksi di Via Crucis Sukamoro
BANYUASIN, Katolikterkini.com – Bertepatan dengan perayaan Hari Raya Pentakosta, sebanyak 96 anak Calon Komuni Pertama dari Paroki Santo Yoseph Palembang mengikuti kegiatan rekoleksi rohani di Via Crucis, Sukamoro, Kabupaten Banyuasin, pada Minggu (24/5/2026). Kegiatan ini dirancang untuk mempersiapkan hati dan rohani anak-anak sebelum menerima Sakramen Mahakudus untuk pertama kalinya.
Rangkaian kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB ini diinisiasi oleh Seksi Persiapan Komuni Pertama Dewan Pastoral Paroki (DPP) Santo Yoseph Palembang. Peserta rekoleksi terdiri dari anak-anak kelas persiapan A, B, C, D, serta perwakilan dari Stasi Santo Hilarius.
Pengurus DPP Santo Yoseph Palembang, Wahyu Harjanto, menjelaskan bahwa rekoleksi diawali dengan Olah Rohani yang mendalam melalui ibadat Jalan
Salib di Via Crucis, dilanjutkan dengan doa Rosario bersama di depan Gua Maria Mater Misericordiae.
"Melalui rute doa ini, anak-anak diajak untuk merenungkan kembali kisah sengsara Yesus dan meneladani kesetiaan Bunda Maria, sehingga hati mereka semakin siap menerima Kristus," ujar Wahyu.
Ekaristi dan Karunia Roh Kudus di Hari Pentakosta
Memasuki sesi utama pada pukul 10.10 WIB, anak-anak menerima pembekalan materi tentang “Pentingnya Ekaristi dalam Kehidupan Menggereja” yang disampaikan oleh Sr. M. Rafaela, FCh. Setelah itu, sesi peneguhan iman diberikan langsung oleh RD. Hyginus Gono Pratowo.
Momentum rekoleksi ini terasa semakin istimewa karena dilaksanakan bersamaan dengan Hari Raya Pentakosta, hari di mana Gereja merayakan turunnya Roh Kudus atas para Rasul. Dalam konteks ini, menerima Komuni Pertama bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah peristiwa "Pentakosta Pribadi" bagi anak-anak, di mana Roh Kudus dicurahkan untuk menguatkan mereka menjadi saksi-saksi Kristus yang berani di tengah dunia.
Berani Berkorban dan Siap Diutus
Acara rekoleksi puncaknya ditutup dengan perayaan Misa Kudus pada pukul 11.30 WIB yang dipimpin oleh RD. Hyginus Gono Pratowo. Dalam homilinya, Romo Gono menekankan pentingnya komitmen dan daya juang bagi generasi muda Katolik.
• Menjadi Katolik yang Tangguh: Romo Gono berpesan agar anak-anak Katolik harus berani capek dan selalu belajar bersyukur atas anugerah hidup serta kesempatan untuk merayakan Ekaristi bersama.
• Makna Ekaristi: "Yesus dalam Ekaristi adalah tanda kurban dan syukur atas hidup. Dalam Ekaristi, kita semua belajar untuk berbagi, berkurban, dan bersyukur," ungkap Romo Gono.
• Siap Diutus (Semangat Pentakosta): Romo Gono menegaskan bahwa setelah menerima Tubuh Kristus, anak-anak harus siap diutus menjadi pelayan Tuhan melalui keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan gerejani, seperti Putera-Puteri Altar (Misdinar), Remaja Katolik (Remaka), Serikat Kepausan Anak Misioner (Sekami), maupun bergabung dalam kelompok koor.
"Percuma kalau anak-anak tidak bergabung dalam kegiatan-kegiatan rohani. Tinggalkanlah hal-hal yang tidak mendukung perkembangan pribadi. Di sinilah orang tua memiliki kewajiban besar untuk membantu dan mengarahkan anak-anak dalam kegiatan menggereja," tegas Romo Gono.
Mengakhiri homilinya, Romo Gono mengajak seluruh pasutri dan orang tua yang hadir untuk bersama-sama memohon rahmat Roh Kudus (Rahmat Pentakosta) agar anak-anak dianugerahi kebijaksanaan, mampu mengutamakan hal-hal baik, melakukan kebajikan, serta menjauhi kejahatan.
"Semoga dengan menerima Komuni Pertama nanti, anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang kuat, tidak mudah menyerah, semakin mengenal Allah, berani berjuang demi kemuliaan Tuhan, serta memiliki rasa takut dan tunduk kepada-Nya demi kehidupan yang lebih baik," tutupnya.
Kontributor Palembang : Andreas Daris Awalistyo





Posting Komentar