Berita
Daerah
Nasional
Perdamaian
Pesan Damai Saat Uskup Agung Palembang dan Ketua PWNU Sumsel Dalam Kunjungan Silaturahmi Idul Fitri 1447 H
PALEMBANG, Katolik Terkini – Suasana khidmat dan penuh keakraban menyelimuti kediaman Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Selatan, KH Hendra Zainuddin Al Qodiri, di kawasan Talang Jambe Palembang, Rabu (25/3/2026). Di hari kemenangan Idul Fitri 1447 H ini, Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono, melakukan kunjungan silaturahmi yang membawa pesan kuat tentang persaudaraan lintas iman.
Kehadiran Mgr. Harun tidak sendirian. Ia didampingi oleh Kepala Pembimas Katolik Sumsel Leo Sutrisno, Ketua LP3KD Sumsel Hendro Setiawan, serta sejumlah Suster. Di kediaman ulama kharismatik tersebut, tampak hadir pula Ketua Komisi Informasi Provinsi Sumsel, Joemarthine Chandra, S.H., M.H., C.Med.
Pertemuan dua tokoh besar ini bukan sekadar seremonial Lebaran. Dalam bincang santai yang hangat, terjadi pertukaran gagasan intelektual yang mendalam. KH Hendra Zainuddin memaparkan kemiripan prinsip dalam menjaga kemurnian ajaran agama antara Islam dan Katolik.
“Kami di NU memiliki tanggung jawab menjaga kemurnian ajaran melalui Ijma Ulama. Ini sebanding dengan prinsip Magisterium yang dimiliki oleh Gereja Katolik,” ungkap KH Hendra.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya memahami agama secara kontekstual tanpa meninggalkan teks suci. “Seringkali dalam situasi nyata kita dihadapkan pada pilihan, mana yang didahulukan: teks atau konteks? Ini adalah penerapan kaidah keimanan dalam keseharian,” tambahnya. KH Hendra juga memuji tradisi intelektual inklusif seperti yang dicontohkan Gus Dur, yang dikenal membaca Dokumen Konsili Vatikan II.
Uskup Agung: Pererat Relasi di Kota Pempek
Mgr. Yohanes Harun Yuwono dalam sambutannya menekankan bahwa momen Idul Fitri adalah waktu terbaik untuk memohon maaf dan mempererat simpul persaudaraan.
“Dalam suasana Lebaran ini, kita harus semakin memperdalam relasi persaudaraan antarumat beragama di Kota Palembang. Saya mewakili umat Kristiani di Sumatera Bagian Selatan mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri,” tutur Mgr. Harun. Beliau menegaskan bahwa komitmen menjaga toleransi adalah fondasi utama bagi kedamaian di Sumatera Selatan.
Kolaborasi Strategis: Dari Donor Darah hingga Pesparani
Silaturahmi ini pun langsung membuahkan rencana aksi nyata. Hendro Setiawan, Ketua LP3KD Sumsel, dalam kesempatan tersebut secara resmi mengajak PWNU Sumsel untuk berpartisipasi dalam Pesparani (Pesta Paduan Suara Gerejani) Provinsi ke-II yang dijadwalkan pada Oktober 2026 mendatang.
Sebagai bentuk timbal balik dalam pelayanan sosial, KH Hendra Zainuddin juga mengusulkan kolaborasi kegiatan Donor Darah bersama Keuskupan Agung Palembang yang direncanakan pada akhir April 2026.
Profil KH Hendra Zainuddin: Ulama Muda dan Intelek
Tuan rumah pertemuan ini, KH Hendra Zainuddin Al Qodiri, merupakan sosok ulama yang lahir di Palembang, 4 Desember 1973. Putra dari pasangan Drs. Zainuddin Thalib dan Hj. Rukmini ini tumbuh dalam keluarga yang sangat peduli pada pendidikan Islam.
Kunjungan ini diakhiri dengan harapan bahwa semangat kebersamaan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat Sumatera Selatan dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman.
Kontributor Palembang : Andreas Daris Awalistyo
Via
Berita



Posting Komentar