Membentuk Remaja Misioner yang Peduli Anak dan Lingkungan di Keuskupan Labuan Bajo
![]() |
| Sumber foto dari Komsos Keuskupan Labuan Bajo |
Katolik Terkini - Sebanyak 86 remaja Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner (SEKAMI), para pendamping, serta anggota Forum Anak Desa dari berbagai paroki di Keuskupan Labuan Bajo mengikuti kegiatan Peningkatan Kapasitas Remaja dan Pendamping SEKAMI serta Forum Anak Desa. Kegiatan ini berlangsung pada 5–8 Februari 2026 di Rumah Spiritualitas Unio Keuskupan Labuan Bajo.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Karya Misi Kepausan Indonesia (KMKI) Keuskupan Labuan Bajo bekerja sama dengan Wahana Visi Indonesia (WVI), dengan mengusung tema “SEKAMI dan Forum Anak Desa Dipanggil untuk Merawat Bumi dan Melindungi Anak.”
Program ini merupakan gelombang pertama dari rangkaian kegiatan peningkatan kapasitas yang direncanakan KMKI Keuskupan Labuan Bajo dan akan dilaksanakan secara bertahap untuk menjangkau seluruh paroki di wilayah keuskupan.
Anak dan Remaja sebagai Pelaku Misi Gereja
Direktur Diosesan KMKI Keuskupan Labuan Bajo, RD. Risno Maden, dalam pengantar materinya menegaskan bahwa SEKAMI bukan sekadar kegiatan anak-anak Gereja, melainkan wadah pembinaan iman dan kepemimpinan misioner sejak dini.
“Anak dan remaja bukan penonton dalam misi Gereja, tetapi pelaku misi yang dipanggil dan diutus sesuai dengan tahap pertumbuhannya,” tegasnya.
Forum Anak Desa dan SEKAMI: Beda Rumah, Satu Misi
Penguatan partisipasi anak menjadi perhatian khusus dalam sesi yang dibawakan oleh Kristian Yansen Saputra dari Wahana Visi Indonesia. Dalam materi bertajuk Forum Anak Desa dan SEKAMI: Beda Rumah, Satu Misi, ia menjelaskan bahwa Forum Anak Desa dan SEKAMI merupakan dua wadah yang berbeda, namun saling melengkapi dalam memperjuangkan kepentingan terbaik anak.
Peserta diajak memahami pentingnya partisipasi anak yang bermakna, sehingga anak tidak hanya hadir sebagai simbol, tetapi terlibat aktif dalam proses belajar, pengambilan keputusan, serta aksi nyata di lingkungan masing-masing.
Remaja Misioner di Tengah Dunia Digital
Materi Remaja Misioner Zaman Now yang disampaikan oleh Festy Maria mengajak peserta menyadari besarnya peran remaja sebagai pewarta kabar gembira di tengah dunia modern dan digital.
Menjadi remaja misioner, menurutnya, dapat dimulai dari sikap hidup sederhana, seperti bersikap jujur, peduli terhadap sesama, menolak perundungan, serta bijak menggunakan media sosial sebagai sarana menyebarkan nilai kasih dan harapan.
Spiritualitas Pendamping dan Gereja yang Aman bagi Anak
Penguatan peran pendamping disampaikan melalui materi Spiritualitas Animator–Animatris oleh RD. Servulus Juanda. Ia menegaskan bahwa pendampingan anak dan remaja harus bertumpu pada spiritualitas yang hidup agar pelayanan sungguh menjadi kesaksian iman dan keteladanan.
Sementara itu, isu perlindungan anak diperdalam melalui materi Gambaran Umum Kebijakan Perlindungan Keuskupan Labuan Bajo yang dibawakan oleh RD. Fransiskus Nala Kartijo Udu. Peserta diperkenalkan pada prinsip-prinsip dasar perlindungan anak, pencegahan kekerasan, serta alur pelaporan kasus dalam lingkungan Gereja.
Animasi Digital, Katekese Ekologis, dan Kunjungan Lapangan
Pemanfaatan media digital sebagai sarana pewartaan iman disampaikan dalam materi Animasi Digital (Gambar) oleh RD. Heribertus Ratu. Anak dan remaja diajak untuk menggunakan media digital secara kreatif dan bertanggung jawab.
Selain itu, RD. Hermen Sanusi menyampaikan Katekese Ekologis bagi Anak dan Remaja, yang menegaskan bahwa merawat bumi merupakan bagian dari panggilan iman Kristiani dan tanggung jawab bersama.
Pemahaman tersebut diperdalam melalui kunjungan lapangan ke Kantor Indonesian Waste Platform (IWP) di Wae Bo, Kelurahan Wae Kelambu, Labuan Bajo. Dalam kunjungan ini, peserta melihat secara langsung praktik pengelolaan sampah dan upaya konkret menjaga lingkungan hidup.
Melibatkan 13 Paroki pada Gelombang Pertama
Peserta kegiatan gelombang pertama ini berasal dari 13 paroki dari total 27 paroki di Keuskupan Labuan Bajo, yakni Paroki Merombok, Paroki Noa, dan Paroki Werang (Kevikepan Labuan Bajo); Paroki Pacar, Paroki Compang, Paroki Wajur, dan Paroki Ranggu (Kevikepan Pacar); serta Paroki Wae Nakeng, Paroki Rangga, Paroki Lengkong Cepang, Paroki Orong, Paroki Datak, dan Paroki Reweng (Kevikepan Wae Nakeng).
KMKI Keuskupan Labuan Bajo menegaskan bahwa kegiatan serupa akan dilanjutkan pada gelombang berikutnya hingga menjangkau seluruh paroki, sebagai bagian dari komitmen membangun Gereja yang ramah anak, berwawasan ekologis, dan berjiwa misioner.
Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan perayaan Ekaristi Hari Minggu serta peneguhan komitmen para peserta untuk menjadi pelopor paroki ramah anak dan duta kepedulian lingkungan di komunitas masing-masing.(AD)
Sumber: Komsos Keuskupan Labuan Bajo

.png)
Posting Komentar