Kado Tutup Tahun: Uskup Labuan Bajo Tetapkan Stasi Merombok Jadi Paroki
![]() |
| Sumber foto dari Komsos Keuskupan Labuan Bajo |
Katolik Terkini - Uskup Keuskupan Labuan Bajo secara resmi menetapkan Stasi Merombok dan wilayah sekitarnya menjadi sebuah paroki definitif. Penetapan tersebut dilaksanakan dalam perayaan Misa tutup tahun di Gereja Stasi Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus Merombok, Kamis (1/1/2026).
Perayaan Ekaristi ini dipimpin langsung oleh Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, dan didampingi oleh Romo Richardus Manggu, Pr selaku Vikaris Jenderal Keuskupan Labuan Bajo, Romo Yuvensius Rugi, Pr (Vikaris Episkopal Labuan Bajo), serta Romo Yohanes F. Selman, Pr.
Penetapan status Stasi Merombok menjadi paroki definitif dibacakan oleh Romo Richardus Manggu, Pr di hadapan seluruh umat melalui Surat Pengumuman Uskup Labuan Bajo Nomor: 313/IV.1-KLB/XII/2025 tentang Penetapan Stasi Merombok dan wilayah sekitarnya menjadi satu paroki.
Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa peningkatan status ini didasarkan pada perkembangan umat Stasi Merombok yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir, baik dari segi jumlah umat maupun partisipasi aktif dalam kehidupan menggereja.
Selain itu, penetapan ini juga merupakan tindak lanjut atas usulan dan saran dari Vikaris Episkopal Labuan Bajo, Pastor Paroki Katedral Roh Kudus Labuan Bajo bersama Dewan Pastoral Paroki (DPP), serta pastor yang selama ini melayani Stasi Merombok kepada Uskup Labuan Bajo.
Keputusan ini merupakan hasil Sidang Dewan Kuria Keuskupan Labuan Bajo yang dilaksanakan pada 18 November 2025. Adapun peresmian Paroki Merombok Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus direncanakan akan berlangsung pada 18 Januari 2026, dengan pelindung paroki Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus.
Pesan Natal dan Tutup Tahun Uskup Labuan Bajo
Dalam kotbahnya, Mgr. Maksimus Regus mengajak umat untuk memaknai penutupan tahun bukan sekadar sebagai momen refleksi atas waktu yang telah berlalu, melainkan kesempatan untuk menyadari kesetiaan Allah yang selalu hadir dan berjalan bersama umat-Nya.
“Di ambang penutupan tahun, Gereja mengajak kita membuka mata iman untuk melihat siapa yang setia berjalan bersama kita. Natal menyingkapkan kebenaran bahwa Allah tidak tinggal jauh di surga, tetapi hadir dan berdiam di tengah sejarah manusia,” ungkap Uskup Maksi.
Mengacu pada Injil Yohanes dan Surat Pertama Yohanes, Uskup Labuan Bajo mengajak umat merenungkan tiga dimensi iman yang saling terkait, yakni Terang, Tinggal, dan Tuntun, yang semuanya berakar pada Kristus.
“Kristus adalah Terang yang menyinari makna hidup kita, Sahabat yang tinggal setia di tengah keseharian dan keterbatasan kita, serta Gembala yang menuntun langkah Gereja dan umat di tengah tantangan zaman,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa Natal mengajarkan kesukaan sejati bukanlah ketiadaan masalah, melainkan keyakinan bahwa manusia tidak pernah berjalan sendirian dalam hidup.
Dukungan Dewan Stasi dan Umat
Sementara itu, Wilibrodus Cengkuru selaku perwakilan Dewan Stasi Merombok menyampaikan bahwa Dewan Stasi bersama seluruh umat menyambut baik dan mendukung penuh peningkatan status Stasi Merombok menjadi paroki definitif.
Menurutnya, Stasi Merombok dinilai layak menjadi paroki karena pertumbuhan jumlah umat Katolik yang signifikan dari tahun ke tahun, baik dari penambahan jumlah kepala keluarga maupun meningkatnya kehadiran dan partisipasi umat dalam misa harian, mingguan, misa kategorial, serta perayaan hari-hari besar Gereja seperti Natal dan Paskah.
“Hal ini menunjukkan dinamika iman umat yang hidup, berkembang, dan partisipatif,” ujarnya.
Selain itu, keberadaan RSUD Komodo di wilayah pelayanan Stasi Merombok juga menjadi pertimbangan penting.
Pelayanan sakramen bagi orang sakit serta pendampingan rohani bagi pasien dan keluarga membutuhkan kehadiran paroki yang mandiri dengan imam tetap.
“Dengan meningkatnya jumlah pasien dan permintaan pelayanan sakramen, keberadaan paroki definitif akan sangat membantu optimalisasi pelayanan pastoral kesehatan secara lebih cepat, teratur, dan menyeluruh,” jelasnya.
Dari sisi kesiapan internal, ia menambahkan bahwa umat Stasi Merombok telah menunjukkan kesiapan iman, semangat melayani, serta keterlibatan aktif dalam berbagai tugas Gereja melalui Dewan Pastoral, Dewan Keuangan, dan komunitas basis gerejawi (KBG).
Fasilitas Memadai dan Semangat Gotong Royong
Terkait sarana dan prasarana, Wilibrodus menyebutkan bahwa Stasi Merombok telah memiliki fasilitas dasar yang memadai, seperti gedung gereja, ruang pertemuan serbaguna, serta dukungan lahan dan infrastruktur lainnya.
“Selain itu, umat memiliki semangat gotong royong dan komitmen kuat untuk terus melengkapi dan merawat sarana prasarana gereja demi kelancaran pelayanan pastoral ke depan,” tambahnya.
Penetapan Stasi Merombok menjadi paroki definitif ini dinilai sebagai kado istimewa dari Uskup Labuan Bajo bagi umat Stasi Merombok sekaligus menjadi tanda berkembangnya pelayanan pastoral di wilayah Keuskupan Labuan Bajo.
Dengan status baru ini, umat Paroki Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus Merombok diharapkan semakin bertumbuh dalam iman, harapan, dan kasih, serta mampu menjadi Gereja yang hidup dan melayani di tengah masyarakat.(AD)
Sumber : Komsos Keuskupan Labuan Bajo

Posting Komentar