Empat Saran Paus Leo XIV untuk Umat Katolik Setelah Yubileum 2025
![]() |
| Paus Leo XIV dalam perayaan penutupan Tahun Yubileum 2025 |
Katolik Terkini - Sehari setelah berakhirnya Tahun Yubileum 2025, Paus Leo XIV menyampaikan sejumlah saran penting kepada umat Katolik di seluruh dunia dalam audiensi umum di Vatikan.
Dalam sapaan kepada berbagai kelompok bahasa, Bapa Suci mengajak umat untuk menjaga dan menghidupi semangat Yubileum dalam kehidupan sehari-hari.
Pada kesempatan tersebut, Paus Leo XIV juga membuka siklus katekese baru di awal tahun yang berfokus pada Konsili Vatikan II, seraya menegaskan bahwa rahmat Yubileum tidak berhenti bersama penutupan Pintu Suci, melainkan harus terus berbuah dalam hidup Gereja dan umat beriman.
Menjaga Harapan Tetap Hidup
Saran pertama Paus Leo XIV adalah agar umat tidak membiarkan harapan padam. Ia mengingatkan bahwa Yubileum 2025 mengusung tema Peziarah Harapan, sehingga semangat pengharapan harus terus dijaga meskipun Tahun Suci telah berakhir.
Menurut Paus, harapan Kristen menjadi kekuatan untuk menghadapi kesulitan hidup sehari-hari dan mendorong umat beriman untuk menjadi pewarta kabar baik keselamatan bagi sesama.
Mengucap Syukur atas Rahmat Yubileum
Saran berikutnya adalah ajakan untuk senantiasa mengucap syukur kepada Allah atas segala rahmat yang diterima selama Tahun Yubileum.
Paus Leo XIV menegaskan bahwa Yubileum merupakan masa penuh rahmat, baik bagi umat yang berkesempatan berziarah ke Roma maupun bagi mereka yang merayakannya di Gereja-Gereja lokal.
Ia berharap rasa syukur tersebut menumbuhkan semangat baru dalam melanjutkan perjalanan iman di tahun yang baru.
Berdoa agar Buah Yubileum Terwujud
Paus Leo XIV juga mengajak umat untuk berdoa agar buah-buah rohani Yubileum sungguh terwujud dalam kehidupan pribadi dan dalam kehidupan Gereja.
Menurutnya, doa menjadi sarana agar kesaksian Kristiani semakin nyata melalui komitmen terhadap keadilan, perdamaian, dan kekudusan hidup.
Ajakan ini, kata Paus, penting agar rahmat Yubileum tidak berhenti pada perayaan, tetapi menghasilkan perubahan hidup yang nyata.
Membuka Pintu Hati dan Rumah bagi Kristus
Saran terakhir Paus Leo XIV adalah agar umat tetap membuka pintu hati dan rumah mereka bagi Kristus. Meski Pintu Suci terakhir di Roma telah ditutup pada 6 Januari, Paus menegaskan bahwa keterbukaan terhadap kehadiran Tuhan dan sesama harus terus dijaga.
Ia secara khusus mengajak umat untuk menyambut berkat Allah yang dibawa oleh para imam ke dalam keluarga, rumah-rumah, orang sakit, dan mereka yang hidup dalam kesendirian.
Melalui berbagai saran tersebut, Paus Leo XIV mengajak umat Katolik di seluruh dunia untuk melanjutkan semangat Yubileum 2025 dalam kehidupan sehari-hari.
Harapan, syukur, doa, dan keterbukaan diharapkan menjadi fondasi hidup beriman, sehingga rahmat Tahun Suci terus berbuah dalam karya nyata kasih dan pelayanan.(AD)
Sumber: Aleteia.org

Posting Komentar