-->
Telusuri
24 C
id
Katolik Terkini
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • Sosok
  • Humaniora
    • Humaniora
  • Refleksi
  • Lifestyle
  • Travelling
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
Katolik Terkini
Telusuri
Beranda Berita Humaniora Internasional Lifestyle Refleksi Renungan Teologi Aturan Baru Intensi Misa dari Vatikan Mulai Berlaku Paskah 2025
Berita Humaniora Internasional Lifestyle Refleksi Renungan Teologi

Aturan Baru Intensi Misa dari Vatikan Mulai Berlaku Paskah 2025

Katolik terkini
Katolik terkini
14 Apr, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Katolik Terkini - Dikasteri untuk Klerus Vatikan secara resmi mengeluarkan sebuah dekrit baru yang memperbarui norma Gereja Katolik mengenai intensi Misa dan pemberian stipendium. 

Paus Fransiskus menyetujui dokumen tersebut pada Minggu Palma, 13 April 2025. Dekrit ini akan mulai berlaku pada Hari Raya Paskah, 20 April 2025.

Dokumen ini menggantikan instruksi sebelumnya, Mos Iugiter (1991), dan tetap mempertahankan Kanon 945 dalam Kitab Hukum Kanonik, yang menyatakan bahwa imam dapat menerima persembahan untuk merayakan Misa dengan intensi tertentu.

Namun, dekrit baru ini memperkenalkan ketentuan penting mengenai "intensi kolektif", yaitu situasi di mana satu Misa dirayakan untuk beberapa intensi dari para donatur berbeda.

Ketentuan ini hanya diperbolehkan jika semua donatur telah diberi tahu secara eksplisit dan menyetujui secara sukarela. Dokumen tersebut secara tegas menyatakan bahwa “persetujuan para donatur tidak boleh pernah dianggap sudah diberikan.”

Lebih lanjut, dekrit ini menekankan bahwa persembahan misa tidak boleh diperlakukan sebagai transaksi komersial. Praktik seperti itu disebut sebagai simoni, yakni jual beli hal-hal rohani yang dilarang keras dalam ajaran Gereja.

Menanggapi Tantangan Zaman

Kardinal Lazzaro You Heung-sik, Prefek Dikasteri untuk Klerus, menjelaskan bahwa pembaruan ini dilakukan setelah refleksi yang mendalam dan konsultasi luas dengan para uskup dan umat di seluruh dunia. 

Salah satu alasan utama pembaruan ini adalah menjawab tantangan kekurangan imam di banyak wilayah, yang membuat sulitnya pemenuhan seluruh intensi Misa yang diminta umat.

Dokumen ini juga menginstruksikan para uskup untuk memberikan pendidikan yang memadai kepada para imam dan umat terkait norma ini, serta memastikan pencatatan yang transparan dan akurat mengenai perayaan Misa, intensi, dan persembahan.

Misa untuk Orang Miskin Tanpa Persembahan

Salah satu poin penting yang ditekankan dalam dekrit ini adalah panggilan bagi para imam untuk tetap merayakan Misa bagi intensi umat, terutama mereka yang miskin dan tidak mampu memberikan persembahan. 

Hal ini menegaskan bahwa makna rohani dari Misa jauh lebih penting daripada aspek material.

Selain itu, norma ini secara tegas melarang penggantian Misa yang telah dijanjikan dengan sekadar penyebutan dalam liturgi. Praktik seperti itu dikategorikan sebagai tindakan yang “sangat tidak sah”.

Solidaritas Global Lewat Intensi Misa

Satu ketentuan pastoral yang menarik adalah bahwa uskup diosesan kini dapat mengalihkan intensi Misa yang berlebih ke paroki atau wilayah misi yang lebih membutuhkan, sebagai bentuk solidaritas dalam tubuh Gereja universal.

Dekrit ini menjadi langkah nyata Gereja Katolik untuk menjaga keutamaan spiritual dalam perayaan Ekaristi, sekaligus menjawab tantangan pastoral masa kini dengan semangat transparansi, solidaritas, dan kasih.(AD)


Sumber: Catholic News Agency 

Via Berita
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Media Sosial

facebook Like
twitter Follow
youtube Langganan
instagram Follow

Featured Post

Apakah Jabatan Uskup atau Kardinal Patut Menjadi Ambisi Para Imam?

Katolik terkini- Januari 24, 2026 0
Apakah Jabatan Uskup atau Kardinal Patut Menjadi Ambisi Para Imam?
Foto sebagai Ilustrasi Oleh: Joan Damaiko Udu Katolik Terkini - Dua peristiwa monumental dalam perjalanan rohani Mgr. Paskalis Bruno Syukur – mundur dari jaba…

Most Popular

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026
Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Januari 20, 2026
Natal di Sentani, Zita Anjani Hadirkan Pesan Damai, Kebersamaan dan Keberagamaan dari Papua

Natal di Sentani, Zita Anjani Hadirkan Pesan Damai, Kebersamaan dan Keberagamaan dari Papua

Januari 19, 2026
Belarasa Orang Samaria, Inti Pesan Paus Leo XIV untuk Hari Orang Sakit Sedunia

Belarasa Orang Samaria, Inti Pesan Paus Leo XIV untuk Hari Orang Sakit Sedunia

Januari 21, 2026

Editor Post

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026
Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

April 12, 2025
Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Januari 20, 2026
Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

April 11, 2025

Popular Post

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026
Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Januari 20, 2026
Natal di Sentani, Zita Anjani Hadirkan Pesan Damai, Kebersamaan dan Keberagamaan dari Papua

Natal di Sentani, Zita Anjani Hadirkan Pesan Damai, Kebersamaan dan Keberagamaan dari Papua

Januari 19, 2026
Belarasa Orang Samaria, Inti Pesan Paus Leo XIV untuk Hari Orang Sakit Sedunia

Belarasa Orang Samaria, Inti Pesan Paus Leo XIV untuk Hari Orang Sakit Sedunia

Januari 21, 2026

Populart Categoris

  • Berita790
  • Cerpen7
  • Doa78
  • Film17
  • Filsafat8
  • Internasional335
  • Jelajah113
  • Lifestyle190
  • Nasional105
  • Pelayanan Sosial111
  • Puisi2
  • Refleksi321
  • Sosok294
  • Teologi67
Katolik Terkini

Tentang Kami

Katolik Terkini adalah platform berita online independen yang memiliki komitmen kuat untuk menyajikan informasi, berita, dan data seputar Gereja Katolik, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia.

Kontak kami: katolikterkini@gmail.com

Follow Us

© KATOLIK TERKINI oleh Katolik Terkini
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Daftar Isi Katolik Terkini