-->
Telusuri
24 C
id
Katolik Terkini
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • Sosok
  • Humaniora
    • Humaniora
  • Refleksi
  • Lifestyle
  • Travelling
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
Katolik Terkini
Telusuri
Beranda Berita Inspirasi Internasional Lifestyle Sosok "Aku Merasa Disetrum": Kisah Perempuan Lebanon yang Bertobat Setelah Menyentuh Rosario
Berita Inspirasi Internasional Lifestyle Sosok

"Aku Merasa Disetrum": Kisah Perempuan Lebanon yang Bertobat Setelah Menyentuh Rosario

Katolik terkini
Katolik terkini
21 Apr, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Katolik Terkini - Sebuah kisah pertobatan yang inspiratif datang dari Lebanon. Iman Hijaze, wanita asal Douris, Lebanon, mengalami perubahan hidup dramatis setelah secara tidak sengaja menyentuh rosario milik rekannya yang Kristen di kantor Program Pangan Dunia (World Food Program) di pusat kota Beirut, tahun 2017.

Saat itu, rosario milik Alex Imad, seorang mantan Muslim Syiah yang telah menjadi Katolik, jatuh di lantai. Ketika Hijaze menyentuh rosario tersebut, ia mengaku merasakan semacam ada arus listrik mengalir ke tubuhnya. Momen itu menjadi awal dari perjalanan imannya yang panjang dan penuh tantangan.

Alih-alih mengembalikan rosario, Hijaze menyimpannya. Saat Alex mengetahui hal tersebut lewat kamera keamanan, ia justru memeluk Hijaze dan membuat tanda salib di punggungnya.

"Saya merasakan sensasi listrik lagi. Itu pertama kalinya saya benar-benar merasakan sesuatu yang religius," ungkap Hijaze, mengutip Catholic News Agency.

Dari Ateis ke Pencari Tuhan

Hijaze dibesarkan di keluarga Syiah yang konservatif di Lebanon selatan, namun ia mengaku telah lama menjadi ateis dan bahkan kerap mengejek orang beriman.

Perubahan pandangan mulai terjadi setelah pertemuannya dengan Alex. Ia mulai tertarik untuk mengetahui bagaimana umat Kristen berdoa, dan menerima tiga buku dari Alex; Alkitab, Al-Qur’an, dan panduan doa Rosario.

"Saya tak membuka Al-Qur’an karena saya sudah tahu isinya. Tapi saat membaca buku Rosario, rasanya seperti masuk ke dunia lain," kata Hijaze.

Ketertarikannya semakin besar hingga ia diperkenalkan kepada Pastor Fransiskus, seorang imam Katolik yang menjadi pembimbing rohaninya. Namun, perjalanan rohani Hijaze tidak mulus. Ia mengalami mimpi-mimpi buruk, termasuk diserang oleh sosok setan dalam tidurnya.

“Saya tak bisa tidur. Saya bilang ke pastor, saya tak mau berdoa lagi. Ini semua menghancurkan hidup saya,” ujarnya.

Namun Pastor Fransiskus tetap mendampinginya dan terus mendoakan doa-doa pengusiran setan setiap hari

Tiga Tahun Penuh Tantangan dan Akhirnya Dibaptis

Tak hanya gangguan iman, Hijaze juga menghadapi tekanan dari keluarga. Ketika keluarganya mengetahui ia membaca Alkitab dan ingin pindah agama, Hijaze mengalami penolakan. Ia bertahan selama tiga tahun di tengah penderitaan batin dan sosial.

Akhirnya, pada awal 2021, Hijaze dibaptis di Kuil Bunda Maria di Harissa dan memilih nama Kristen “Rita”, untuk menghormati Santa Rita dari Cascia.

“Setelah dibaptis, mimpi buruk saya berhenti. Tapi iblis mencoba cara lain, lewat orang-orang di sekitar saya,” ujarnya.

Penolakan keras datang dari ibunya, Hadidza. Namun malam itu, sang ibu bermimpi melihat sosok tinggi berjubah dan mahkota emas yang diyakininya sebagai Yesus. Tak lama setelah itu, ia juga bermimpi melihat Bunda Maria. Sejak itu, Hadidza berhenti menentang keputusan putrinya.

Perang dan Pengungsian

Kisah Hijaze semakin dramatis ketika perang pecah di Lebanon pada September 2024. Kota asalnya, Douris, menjadi target serangan udara Israel. Rumahnya hancur, dan ia serta ibunya harus mengungsi dari satu sekolah ke sekolah lain, hidup di pengungsian dengan kondisi minim.

Beruntung, mereka diselamatkan oleh ibu baptis Hijaze dan dipindahkan ke Rumah Santo Yosef di Harissa, sebuah biara Katolik yang kini dialihfungsikan sebagai pusat retret oleh pasangan Kristen Lebanon-Amerika, Doud dan Kate Tayeh.

“Kami sempat takut. Tapi kehilangan terbesar adalah jika kami kehilangan kemanusiaan. Kami tak akan biarkan itu terjadi,” kata Kate.

Hijaze kini tinggal di tempat tersebut bersama ibunya dan saudarinya yang juga mengungsi dari serangan. Ia terus mengenakan rosario yang diberikan oleh Doud dan menggantungkan harapan pada masa depan yang lebih damai dan stabil.

“Saya hanya ingin hidup dengan damai dan bebas beriman,” ujarnya sambil meminta dukungan doa dari siapa pun yang membaca kisahnya.(AD)

Sumber: Catholic News Agency 

Via Berita
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Media Sosial

facebook Like
twitter Follow
youtube Langganan
instagram Follow

Featured Post

Perbarui Komitmen Pelayanan, 23 Imam Muda KAPal Ikuti Ongoing Formation di Banyuasin

Andreas Daris Awalistyo, S.Pd., M.I.Kom- Juni 26, 2026 0
Perbarui Komitmen Pelayanan, 23 Imam Muda KAPal Ikuti Ongoing Formation di Banyuasin
BANYUASIN, Katolik Terkini – Sebanyak 23 imam Diosesan Keuskupan Agung Palembang (KAPal) dengan usia tahbisan di bawah sepuluh tahun (Basepta) mengikuti kegi…

Most Popular

John Paul II Cup 2026 Siap Satukan Ribuan Misdinar KAJ dalam Semangat “Bara Aksi Lestari”

John Paul II Cup 2026 Siap Satukan Ribuan Misdinar KAJ dalam Semangat “Bara Aksi Lestari”

Juni 19, 2026
Sambut 100 Tahun Kolese Kanisius, Siswa Project AS2 Gelar Aksi Sosial untuk Anak-anak dan Penyandang Disabilitas

Sambut 100 Tahun Kolese Kanisius, Siswa Project AS2 Gelar Aksi Sosial untuk Anak-anak dan Penyandang Disabilitas

Juni 18, 2026
Caritas Indonesia dan Caritas Italiana Verifikasi Program Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Labuan Bajo

Caritas Indonesia dan Caritas Italiana Verifikasi Program Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Labuan Bajo

Juni 22, 2026
Ensiklik Paus Leo XIV Rerum Novarum: AI Harus Melayani Kemanusiaan

Ensiklik Paus Leo XIV Rerum Novarum: AI Harus Melayani Kemanusiaan

Mei 26, 2026

Editor Post

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

April 12, 2025
Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Januari 20, 2026
Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026
Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

April 11, 2025

Popular Post

John Paul II Cup 2026 Siap Satukan Ribuan Misdinar KAJ dalam Semangat “Bara Aksi Lestari”

John Paul II Cup 2026 Siap Satukan Ribuan Misdinar KAJ dalam Semangat “Bara Aksi Lestari”

Juni 19, 2026
Sambut 100 Tahun Kolese Kanisius, Siswa Project AS2 Gelar Aksi Sosial untuk Anak-anak dan Penyandang Disabilitas

Sambut 100 Tahun Kolese Kanisius, Siswa Project AS2 Gelar Aksi Sosial untuk Anak-anak dan Penyandang Disabilitas

Juni 18, 2026
Caritas Indonesia dan Caritas Italiana Verifikasi Program Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Labuan Bajo

Caritas Indonesia dan Caritas Italiana Verifikasi Program Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Labuan Bajo

Juni 22, 2026
Ensiklik Paus Leo XIV Rerum Novarum: AI Harus Melayani Kemanusiaan

Ensiklik Paus Leo XIV Rerum Novarum: AI Harus Melayani Kemanusiaan

Mei 26, 2026

Populart Categoris

  • Berita934
  • Cerpen7
  • Doa87
  • Film20
  • Filsafat11
  • Internasional366
  • Jelajah115
  • Lifestyle207
  • Nasional160
  • Pelayanan Sosial138
  • Puisi2
  • Refleksi384
  • Sosok323
  • Teologi73
Katolik Terkini

Tentang Kami

Katolik Terkini adalah platform berita online independen yang memiliki komitmen kuat untuk menyajikan informasi, berita, dan data seputar Gereja Katolik, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia.

Kontak kami: katolikterkini@gmail.com

Follow Us

© KATOLIK TERKINI oleh Katolik Terkini
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Daftar Isi Katolik Terkini