-->
Telusuri
24 C
id
Katolik Terkini
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • Sosok
  • Humaniora
    • Humaniora
  • Refleksi
  • Lifestyle
  • Travelling
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
Katolik Terkini
Telusuri
Beranda Berita Internasional Jelajah Lifestyle Traveling Pramuka Katolik Prancis dan Salib Canigou: Kisah Penuh Petualangan dan Keberanian dalam Perang Dunia II
Berita Internasional Jelajah Lifestyle Traveling

Pramuka Katolik Prancis dan Salib Canigou: Kisah Penuh Petualangan dan Keberanian dalam Perang Dunia II

Katolik terkini
Katolik terkini
06 Jan, 2024 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Pramuka Katolik Prancis dan Salib Canigou Kisah Penuh Petualangan dan Keberanian dalam Perang Dunia II

Katolik Terkini - Delapan puluh tahun yang lalu, di antara 18 dan 28 Juli 1943, di tengah kegelapan pendudukan Nazi Jerman selama Perang Dunia II, sekelompok pramuka Katolik Prancis memulai sebuah perjalanan luar biasa. 

Dipandu oleh pembimbing mereka, mereka membuat keputusan berani untuk mendirikan salib besi tempa di puncak Gunung Canigou, yang menjulang tinggi di Pegunungan Pyrenees Prancis. Ini bukan hanya petualangan fisik, tetapi juga suatu pernyataan iman dan kesetiaan terhadap negara mereka.

Melayani Negara dalam Perlawanan

Di tengah gejolak Perang Dunia II, pramuka Katolik dan pembimbing di Prancis merasa terpanggil untuk melayani negara mereka dengan cara yang luar biasa. 

Banyak dari mereka, termasuk kelompok pramuka dari Perpignan di selatan Prancis, memutuskan untuk bergabung dalam Perlawanan dengan tekad tinggi. Dipimpin oleh pembimbing Jo Tasias, kelompok ini mengambil inisiatif unik untuk memberikan harapan dan doa bagi Prancis yang diduduki.

Mendirikan Salib di Puncak Gunung Canigou

Pada awal tahun 1943, kelompok pramuka ini memutuskan untuk melakukan perjalanan yang mengubah hidup mereka: mendirikan salib di puncak Gunung Canigou. 

Sebuah ide gila yang muncul sebagai wujud dari ziarah berdoa bagi negara mereka dan untuk membawa harapan bagi tawanan perang. Dalam upaya ini, mereka tidak hanya membangun sebuah salib, tetapi juga membawa salib seberat 112 kg melalui perjalanan yang penuh rintangan.

Pramuka dan pembimbing mereka melakukan perjalanan lebih dari 6.000 kaki, sebagian tanpa alas kaki, dari kota Prades ke tempat perlindungan Cortalets yang lebih dekat dengan puncak. 

Dengan peralatan yang dibutuhkan diangkut menggunakan gerobak tangan, mereka berhasil menyelesaikan pembangunan dasar dan mendirikan salib pada 26 Juli 1943. Momen tersebut diwarnai dengan berkat dan perayaan misa di puncak gunung yang dingin.

Jo Tasias mencatat dalam catatannya, "Ah ya, betapa indah dan menyentuh hati!" sebuah gambaran yang mencerminkan keindahan spiritual dari pengorbanan mereka.

Mengatasi Rintangan dan Kembali Berkarya

Kisah petualangan ini tidak berakhir begitu saja. Tanpa izin resmi, pramuka membangun salib terlalu dekat dengan titik geodetik, yang menyebabkan salib dihancurkan pada tahun 1960. 

Meskipun menghadapi rintangan, pramuka tidak menyerah. Mereka mengumpulkan potongan-potongan salib lama yang dibuang, memperbaiki salib asli, dan bahkan membuat salib yang lebih besar.

Dengan langkah-langkah pencegahan yang lebih bijaksana, termasuk meminta konsesi tanah, mereka berhasil mendirikan salib baru pada 30 Juli 1961. 

Upacara peresmiannya lebih besar daripada sebelumnya, menandai keberhasilan dan keuletan pramuka dalam mempertahankan warisan spiritual mereka.

Warisan Salib Canigou

Salib Canigou tetap berdiri sebagai simbol keberanian, ketekunan, dan iman. Cerita ini mengajarkan kita tentang pentingnya mempertahankan nilai-nilai kita bahkan di tengah kesulitan terbesar. 

Salib ini juga mengingatkan kita akan kekuatan doa dan harapan dalam menghadapi masa sulit.

Delapan puluh tahun setelah peristiwa tersebut, kisah petualangan pramuka Katolik Prancis di Gunung Canigou tetap menginspirasi dan menyentuh hati, menyisakan jejak-jejak perjuangan dan keberanian yang tak terlupakan dalam sejarah mereka.

Via Berita
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Media Sosial

facebook Like
twitter Follow
youtube Langganan
instagram Follow

Featured Post

Demi Keselamatan Pascagempa, Keuskupan Labuan Bajo Hentikan Penutupan Festival Golo Koe 2026

Katolik terkini- Agustus 15, 2026 0
Demi Keselamatan Pascagempa, Keuskupan Labuan Bajo Hentikan Penutupan Festival Golo Koe 2026
Labuan Bajo, Katolik Terkini - Keuskupan Labuan Bajo memutuskan menghentikan seluruh rangkaian kegiatan penutupan Festival Golo Koe 2026 yang sedianya digelar…

Most Popular

Romo Robertus Pelita, Pejuang Pertanian Organik dari Waning yang Masuk Nominasi Satya Pangan Loka

Romo Robertus Pelita, Pejuang Pertanian Organik dari Waning yang Masuk Nominasi Satya Pangan Loka

Agustus 09, 2026
Keuskupan Labuan Bajo Gelar Pelatihan Paralegal untuk Perkuat Perlindungan Anak dan Pencegahan TPPO

Keuskupan Labuan Bajo Gelar Pelatihan Paralegal untuk Perkuat Perlindungan Anak dan Pencegahan TPPO

Agustus 10, 2026
Perdalam TPE 2020, Paroki Santo Yoseph Palembang Bekali 96 Pelayan Musik Liturgi

Perdalam TPE 2020, Paroki Santo Yoseph Palembang Bekali 96 Pelayan Musik Liturgi

Agustus 07, 2026
Biara Inbo CCSS Resmi Berdiri di Banyuasin, Perkuat Pelayanan Sosial dan Pembinaan Panggilan

Biara Inbo CCSS Resmi Berdiri di Banyuasin, Perkuat Pelayanan Sosial dan Pembinaan Panggilan

Agustus 08, 2026

Editor Post

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

April 12, 2025
Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Januari 20, 2026
Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026
Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

April 11, 2025

Popular Post

Romo Robertus Pelita, Pejuang Pertanian Organik dari Waning yang Masuk Nominasi Satya Pangan Loka

Romo Robertus Pelita, Pejuang Pertanian Organik dari Waning yang Masuk Nominasi Satya Pangan Loka

Agustus 09, 2026
Keuskupan Labuan Bajo Gelar Pelatihan Paralegal untuk Perkuat Perlindungan Anak dan Pencegahan TPPO

Keuskupan Labuan Bajo Gelar Pelatihan Paralegal untuk Perkuat Perlindungan Anak dan Pencegahan TPPO

Agustus 10, 2026
Perdalam TPE 2020, Paroki Santo Yoseph Palembang Bekali 96 Pelayan Musik Liturgi

Perdalam TPE 2020, Paroki Santo Yoseph Palembang Bekali 96 Pelayan Musik Liturgi

Agustus 07, 2026
Biara Inbo CCSS Resmi Berdiri di Banyuasin, Perkuat Pelayanan Sosial dan Pembinaan Panggilan

Biara Inbo CCSS Resmi Berdiri di Banyuasin, Perkuat Pelayanan Sosial dan Pembinaan Panggilan

Agustus 08, 2026

Populart Categoris

  • Berita965
  • Cerpen7
  • Doa88
  • Film20
  • Filsafat11
  • Internasional368
  • Jelajah115
  • Lifestyle210
  • Nasional167
  • Pelayanan Sosial140
  • Puisi2
  • Refleksi389
  • Sosok326
  • Teologi73
Katolik Terkini

Tentang Kami

Katolik Terkini adalah platform berita online independen yang memiliki komitmen kuat untuk menyajikan informasi, berita, dan data seputar Gereja Katolik, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia.

Kontak kami: katolikterkini@gmail.com

Follow Us

© KATOLIK TERKINI oleh Katolik Terkini
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Daftar Isi Katolik Terkini