Berita
Daerah
Humaniora
Inspirasi
Pelayanan Sosial
Konferda XI WKRI Sumsel Teguhkan Panggilan Perempuan Katolik untuk Melayani Gereja dan Masyarakat
PALEMBANG, Katolik Terkini — Panggilan perempuan Katolik untuk mengambil bagian dalam kehidupan Gereja dan menghadirkan nilai-nilai Injil di tengah masyarakat menjadi salah satu semangat yang mewarnai Konferensi Daerah (Konferda) XI Dewan Pengurus Daerah (DPD) Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Sumatera Selatan/Keuskupan Agung Palembang (KAPal).
Konferda XI berlangsung pada 25–27 September 2026 di Rumah Retret Giri Nugraha, Palembang, dan diikuti sekitar 100 utusan serta peninjau dari berbagai Dewan Pengurus Cabang (DPC) dan Ranting WKRI di wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu.
Mengangkat tema “Wanita Katolik RI DPD Sumatera Selatan Berperan Mewujudkan Kesejahteraan Bersama dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia,” Konferda menjadi ruang bagi WKRI untuk melihat kembali perjalanan pelayanan sekaligus merumuskan arah perutusan organisasi dalam lima tahun mendatang.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Perayaan Misa Syukur yang dipimpin oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Palembang sekaligus Moderator WKRI KAPal, Pastor Yohanes Kristianto. Pembukaan Konferda secara resmi dilakukan oleh Presidium I DPP WKRI, Lucy Willar.
Bukan Sekadar Organisasi, tetapi Wadah Perutusan
Dalam homilinya, Pastor Yohanes Kristianto mengajak anggota WKRI untuk tidak melihat organisasi semata-mata sebagai struktur administratif, tetapi sebagai wadah untuk melanjutkan semangat pelayanan para pendiri.
Menurutnya, keberadaan WKRI perlu diwujudkan melalui keterlibatan nyata dalam kehidupan masyarakat. Iman yang dihidupi dalam Gereja, kata dia, juga dipanggil untuk menghadirkan jawaban atas berbagai persoalan sosial.
“WKRI bukan sekadar organisasi yang sibuk dengan aturan dan struktur internal, melainkan wadah komitmen untuk mewarisi semangat para pendiri. WKRI hadir bukan hanya sebagai penonton di sekitar altar, tetapi menjadi solusi nyata dan bagian dari pemulihan berbagai persoalan masyarakat,” tegas Pastor Yohanes.
Pesan tersebut menempatkan pelayanan WKRI dalam hubungan erat antara kehidupan iman dan tanggung jawab sosial. Perempuan Katolik tidak hanya dipanggil untuk terlibat dalam kehidupan internal organisasi, tetapi juga menghadirkan kepedulian Gereja melalui karya nyata di tengah masyarakat.
Semangat itu sejalan dengan tema Konferda XI yang menempatkan kesejahteraan bersama atau bonum commune sebagai salah satu orientasi pelayanan.
Menghidupi Bonum Commune di Tengah Masyarakat
Ketua Presidium DPD WKRI Sumatera Selatan, Theresia Yuni Astuti, mengatakan tema Konferda XI merupakan bentuk kepekaan organisasi terhadap dinamika sosial sekaligus panggilan moral untuk memperjuangkan kesejahteraan bersama.
Ia menegaskan bahwa perhatian kepada masyarakat, khususnya mereka yang lemah dan terpinggirkan, merupakan bagian dari komitmen WKRI sejak awal berdiri.
“Sejak awal berdiri, komitmen WKRI konsisten tertuju pada kelompok masyarakat yang lemah dan terpinggirkan. Melalui Konferda XI, kami menegaskan kembali peran aktif perempuan Katolik untuk hadir membawa keadilan, kesetaraan, serta menjaga kebhinekaan NKRI agar tetap menjadi ruang hidup yang aman dan inklusif bagi seluruh warga bangsa,” ujar Yuni Astuti.
Bagi WKRI, keterlibatan tersebut menjadi salah satu bentuk kesaksian iman di tengah masyarakat yang majemuk. Nilai keadilan, kesetaraan, kepedulian terhadap kelompok rentan, serta penghargaan terhadap kebhinekaan diterjemahkan ke dalam panggilan pelayanan konkret.
Dengan demikian, kehidupan organisasi tidak berhenti pada kegiatan internal, tetapi diarahkan untuk memperluas dampak pelayanan Gereja di tengah masyarakat.
Konferda sebagai Ruang Discernment dan Kaderisasi
Sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) WKRI Tahun 2023, Konferda XI membahas tiga agenda pokok.
Pertama, evaluasi dan pengesahan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) DPD periode berjalan. Kedua, penyusunan dan penetapan Rencana Kerja Daerah untuk lima tahun mendatang. Ketiga, pemilihan dan penetapan tiga anggota Presidium DPD WKRI Sumatera Selatan untuk periode berikutnya.
Ketiga agenda tersebut bukan hanya berkaitan dengan tata kelola organisasi, tetapi juga menentukan arah pelayanan WKRI di masa mendatang.
Anggota Presidium I DPP WKRI, Lucy Willar, menekankan bahwa proses musyawarah menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi.
“Konferda adalah ajang musyawarah yang mengedepankan sikap saling menghormati. Terlaksananya forum ini secara berkala menandakan bahwa mekanisme kepemimpinan dan nilai-nilai pelayanan berbasis kasih tanpa pamrih terus hidup di dalam tubuh organisasi,” ungkap Lucy Willar.
Dalam perspektif Gereja, kepemimpinan dan kaderisasi tersebut tidak semata-mata berbicara mengenai jabatan, melainkan tentang kesediaan untuk mengambil tanggung jawab pelayanan. Karena itu, proses pemilihan kepemimpinan menjadi bagian dari upaya memastikan keberlanjutan perutusan WKRI.
Dari Ekaristi Menuju Perutusan
Persiapan Konferda XI juga telah dibangun melalui semangat kebersamaan antar-cabang serta rangkaian Safari Ekaristi yang berlangsung sejak akhir 2025.
Keterkaitan antara Ekaristi dan perutusan menjadi salah satu gambaran penting dalam perjalanan menuju Konferda. Perayaan iman tidak berhenti di dalam ruang ibadah, tetapi mengarah pada keterlibatan umat dalam kehidupan sehari-hari.
Semangat tersebut juga tercermin dalam harapan agar hasil Konferda XI tidak berhenti sebagai keputusan organisasi, melainkan diterjemahkan menjadi program-program pelayanan yang konkret.
Melalui Konferda XI, WKRI DPD Sumatera Selatan diharapkan semakin mampu menghidupi panggilannya sebagai bagian dari umat dan masyarakat: memperkuat kehidupan Gereja, hadir bagi mereka yang membutuhkan, serta mengambil bagian dalam membangun kesejahteraan bersama di tengah keberagaman bangsa Indonesia.
Dengan semangat pelayanan yang berakar pada iman dan diwujudkan dalam tindakan nyata, perjalanan WKRI lima tahun ke depan diharapkan menjadi bagian dari perutusan Gereja untuk menghadirkan kasih dan kepedulian Kristiani di tengah masyarakat.
Kontributor Palembang: Andreas Daris Awalistyo
Via
Berita


Posting Komentar