-->
Telusuri
24 C
id
Katolik Terkini
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • Sosok
  • Humaniora
    • Humaniora
  • Refleksi
  • Lifestyle
  • Travelling
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
Katolik Terkini
Telusuri
Beranda Berita Nasional Pelayanan Sosial Caritas Indonesia Hadir di Empat Keuskupan, Perkuat Respons Darurat Gempa Flores
Berita Nasional Pelayanan Sosial

Caritas Indonesia Hadir di Empat Keuskupan, Perkuat Respons Darurat Gempa Flores

Katolik terkini
Katolik terkini
27 Agu, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Katolik Terkini - Jaringan Caritas Indonesia memperkuat respons kemanusiaan pascagempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026. Respons tersebut dilakukan melalui integrasi pelayanan darurat di empat keuskupan terdampak, yakni Keuskupan Agung Ende, Keuskupan Ruteng, Keuskupan Maumere, dan Keuskupan Labuan Bajo.

Gempa tektonik yang terjadi pada 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB tersebut bersumber dari zona Flores Back-Arc dengan mekanisme sesar naik (thrust fault). BMKG mencatat aktivitas gempa susulan yang sangat tinggi setelah gempa utama. Hingga 21 Agustus, misalnya, telah tercatat 4.256 gempa susulan dengan magnitudo terbesar 6,2. BMKG menyebut rangkaian gempa susulan diperkirakan masih dapat berlangsung selama sekitar tiga hingga empat minggu.

Berdasarkan data BNPB yang digunakan dalam laporan tanggap darurat per 26 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB, bencana ini telah menyebabkan 105 orang meninggal dunia, 1.603 orang luka-luka, dan 180.327 orang mengungsi. Kerusakan juga meliputi 73.818 unit rumah warga, dengan 23.276 di antaranya mengalami rusak berat. Selain itu, sebanyak 502 fasilitas pendidikan, 396 rumah ibadah, dan 118 fasilitas kesehatan dilaporkan mengalami kerusakan.

Sementara itu, aktivitas gempa susulan masih tinggi. Data BMKG yang dipublikasikan pada 26 Agustus mencatat 7.492 gempa susulan hingga pukul 05.00 WIB, dengan magnitudo terbesar 6,2 dan 143 kejadian dirasakan masyarakat.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan kemanusiaan di wilayah terdampak masih sangat besar. Warga membutuhkan pangan dan nutrisi, obat-obatan, air bersih, sanitasi, shelter kit, tandon air, pelayanan medis darurat, serta penguatan tempat-tempat pengungsian dan pemantauan kesehatan secara berkala.

Gereja Mengintegrasikan Respons Kemanusiaan


Sejak 24 jam pertama setelah bencana, Gereja Katolik Indonesia melalui Jaringan Caritas Indonesia bergerak mengintegrasikan pelayanan darurat di empat keuskupan terdampak.

Caritas Indonesia mengaktivasi personel Divisi Tanggap Darurat dan Core Response Team (CRT) untuk memfasilitasi koordinasi dan manajemen pelayanan kemanusiaan di setiap keuskupan.

Untuk memastikan pasokan bantuan dapat menjangkau Flores, Caritas Indonesia juga membuka Pos Logistik Nasional di sekitar Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Bantuan dari pos tersebut selanjutnya dikirim ke Flores melalui jalur laut.

Respons ini dikembangkan dengan semangat sinodalitas dan kolaborasi melalui prinsip “One Church, One Response”. Jaringan Caritas Indonesia mengintegrasikan berbagai sumber daya, mulai dari logistik, dukungan pendanaan, relawan, tenaga medis, pertukaran data kebencanaan, hingga penguatan layanan kemanusiaan di tingkat lokal.

“Dengan integrasi layanan ini, maka respons kemanusiaan jaringan Caritas Indonesia untuk gempa di Flores dapat semakin nyata memperlihatkan kehadiran Gereja Katolik di tengah warga terdampak bencana,” kata Direktur Caritas Indonesia, RD. Fredy Rante Taruk.

Romo Fredy berada di lokasi bencana pada 24–29 Agustus 2026 untuk mengoordinasikan pelayanan kemanusiaan bersama para uskup di empat keuskupan terdampak, para direktur Caritas keuskupan, serta tim relawan.

Menurutnya, kebutuhan warga masih sangat besar, terutama karena jumlah pengungsi tetap tinggi dan berbagai persoalan kesehatan mulai muncul di tempat-tempat pengungsian.

“Saat ini pengungsi masih sangat banyak dengan masalah penyakit yang biasa menyertai bencana gempa. Ini menjadi perhatian kami bersama Caritas di keuskupan, terutama bagi kelompok-kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, anak-anak dan orang tua rentan,” ujar Romo Fredy.

Pos Pengungsian Terpadu Aeramo


Salah satu bentuk integrasi pelayanan tersebut diwujudkan melalui pembukaan Pos Pengungsian Terpadu Aeramo di Paroki Yesus Kerahiman Ilahi Aeramo, Keuskupan Agung Ende.

Caritas Indonesia bersama Komisi Keadilan dan Perdamaian–Pastoral Migran dan Perantau (KKP-PMP) Keuskupan Maumere dan Justice and Peace OFM Indonesia, dengan dukungan BNPB, mengembangkan pos tersebut sebagai pusat pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak di Kecamatan Aesesa dan wilayah sekitarnya.

Wakil Vikep Mbay, Romo Basilius Lewa, menegaskan bahwa pos pelayanan tersebut dibangun dengan semangat inklusif.

“Posko ini adalah posko inklusif, yang terbuka untuk siapa saja,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan posko bukan semata-mata menjadi pelayanan internal Gereja, melainkan ruang untuk mewujudkan persaudaraan kemanusiaan dengan melayani siapa saja yang membutuhkan bantuan dalam situasi bencana.

Direktur Caritas Indonesia, Romo Fredy Rante Taruk, berharap kehadiran pos pelayanan tersebut dapat mengurangi beban warga yang sedang menghadapi situasi darurat.

“Semoga layanan kita ini bisa meringankan beban dan bersolider untuk saling membantu,” katanya.

Dukungan terhadap pelayanan tersebut juga datang dari pemerintah daerah. Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada, menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan pelayanan bagi masyarakat terdampak dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

Sementara itu, Direktur Fasilitasi Penanganan Korban dan Pengungsi BNPB, Nelwan Harahap, memastikan dukungan BNPB terhadap operasional pos pelayanan tersebut.

Ia mengajak seluruh pihak yang memiliki kepedulian untuk bergabung dalam pelayanan kemanusiaan.

“Siapapun yang memiliki kepedulian, siapapun yang memiliki kepedulian dengan semangat belas kasih, silakan bergabung dalam pelayanan di pos ini,” ujarnya.

Paroki Menjadi Ujung Tombak Pelayanan


Di tengah luasnya wilayah terdampak, keterlibatan paroki di empat keuskupan menjadi salah satu kekuatan utama respons kemanusiaan Gereja.

Paroki berfungsi sebagai pusat koordinasi yang mengorganisasi sumber daya lokal dan menjangkau warga yang membutuhkan bantuan. Para pastor, pengurus paroki, stasi, komunitas basis gerejani, serta kaum muda terlibat dalam pendirian pos pelayanan, tempat perlindungan sementara, dapur umum, distribusi bantuan, hingga pendampingan psikososial.

Yang menarik, banyak orang yang terlibat dalam pelayanan tersebut juga merupakan penyintas gempa. Mereka menjalankan pelayanan di tengah kondisi yang sama-sama sulit, namun tetap berupaya hadir bagi warga lainnya.

Pelayanan dilakukan secara inklusif tanpa membedakan latar belakang masyarakat yang menerima bantuan.

Dalam pengelolaan bantuan, paroki-paroki juga didorong untuk menjaga akuntabilitas dan transparansi. Hal ini penting agar pengelolaan bantuan tetap dapat dipertanggungjawabkan dan kepercayaan para donatur terjaga.

Memulihkan Luka Psikologis Penyintas


Ancaman tidak berhenti setelah gempa utama berlalu. Ribuan gempa susulan yang terus terjadi menimbulkan ketakutan dan kecemasan di kalangan penyintas.

Dalam situasi tersebut, pendampingan psikososial menjadi bagian penting dari respons kemanusiaan.

Sejumlah paroki melibatkan relawan Serikat Anak Misioner (SEKAMI) dan Orang Muda Katolik (OMK) untuk mendampingi anak-anak melalui berbagai kegiatan, seperti permainan interaktif, gerak dan lagu, storytelling, relaksasi, serta afirmasi positif.

Sementara bagi orang dewasa, pendampingan dilakukan melalui konseling, berbagi pengalaman, pendampingan psikospiritual, serta kehadiran pastoral.

Pendekatan ini diarahkan untuk membantu penyintas membangun kembali rasa aman dan kemampuan menghadapi kondisi pascabencana.

Respons di Keuskupan Agung Ende


Di wilayah pelayanan Keuskupan Agung Ende yang meliputi Nagekeo, Ende, dan Bajawa, Jaringan Kemanusiaan Caritas Indonesia bersama KKP-PMP melakukan intervensi yang mencakup distribusi logistik, pendirian posko, pelayanan psikososial, pendampingan pastoral, dan layanan kesehatan.

Bantuan logistik telah disalurkan ke sejumlah paroki dan stasi, antara lain Paroki St. Maria Sophia Barat Kombandaru, Paroki St. Maria Worhonio Kolibari, serta Paroki St. Yohanes Maria Vianney Pemo, termasuk Stasi St. Petrus Mbani, Stasi St. Maria Bunda Karmel Moranuo, Stasi St. Matius Wologai, Stasi Boateo, dan Stasi St. Fransiskus Asisi.

Khusus di Paroki Kombandaru dan Worhonio, distribusi bantuan telah menjangkau 372 kepala keluarga atau sekitar 1.860 jiwa.

Pos Pengungsian Terpadu Aeramo juga dilengkapi peralatan dapur umum, paket pangan untuk 100 KK, serta perlengkapan pendukung pengungsian.

Di bidang psikososial dan pendampingan pastoral, pelayanan difokuskan di Aeramo, Penginanga, Danga, Waemburung, dan Waekokak. Sebanyak 324 penerima manfaat telah mendapatkan pendampingan, terdiri dari 210 anak-anak dan 114 orang dewasa.

Anak-anak mengikuti permainan, gerak dan lagu, storytelling, relaksasi, serta afirmasi positif. Sementara orang dewasa memperoleh konseling, sesi berbagi, pendampingan psikospiritual, dan layanan pendampingan kehadiran.

Layanan medis juga dilakukan di Worhombera, Paroki Kombandaru, dan Paroki St. Fransiskus Xaverius Wolotopo. Di Desa Toposoke dan Nangaba, layanan kesehatan telah diberikan kepada 173 pasien.

Pelayanan kesehatan juga menjangkau 141 pasien di Paroki Nuabosi, Desa Ntentenda, Kecamatan Ende.

Keuskupan Maumere: Memperkuat Data dan Pelayanan Kesehatan


Di Keuskupan Maumere, Caritas Keuskupan memusatkan perhatian pada penataan data penerima manfaat, distribusi kebutuhan dasar, serta koordinasi pelayanan kesehatan.

Tim data melakukan pemutakhiran dan pemilahan data penerima manfaat berdasarkan titik distribusi. Di pergudangan, pemeriksaan silang barang masuk dan keluar diperketat untuk memastikan akuntabilitas bantuan.

Bantuan pangan juga diarahkan untuk mendukung Dapur Umum Seminari yang melayani 302 jiwa.

Selain itu, bantuan telah disalurkan ke 36 posko pengungsi, termasuk di Paroki Uwa yang melayani masyarakat Desa Kesokoja dan Desa Reruwairere/Dusun Woja, Desa Lidi.

Bantuan yang telah disalurkan mencakup 7.425 kilogram beras, 13.650 butir telur, dan 200 lembar matras atau tikar. Total penerima manfaat mencapai 2.454 jiwa atau 437 KK.

Di bidang kesehatan, tim medis terus memberikan pelayanan kepada pengungsi di pos pengungsian terpusat Lapangan Samador, Maumere.

Koordinasi dilakukan bersama Dinas Kesehatan setempat untuk memetakan kekurangan pelayanan, memperkuat mobilisasi rujukan, dan memenuhi kebutuhan obat-obatan.

Keuskupan Ruteng: Menjangkau Wilayah Sulit


Respons kemanusiaan di Keuskupan Ruteng bergerak pada distribusi logistik, bantuan shelter dan kebersihan, pelayanan medis di wilayah sulit dijangkau, serta penguatan koordinasi lintas paroki.

Pos Pelayanan Caritas Keuskupan Ruteng menerima donasi berupa obat-obatan, makanan, dan perlengkapan bayi.

Koordinasi dengan para pastor paroki se-Kevikepan Ruteng dilakukan untuk mengevaluasi pelayanan yang telah berjalan sekaligus mempersiapkan relawan baru untuk tim kajian data.

Hingga periode pelaporan, Caritas Keuskupan Ruteng telah menyalurkan 10.544 kilogram beras, 456 liter minyak goreng, makanan siap saji, hygiene kit, dan shelter kit.

Bantuan tersebut telah menjangkau 10.256 jiwa.

Sementara itu, pelayanan medis dan psikososial dilakukan di wilayah Kevikepan Reo, khususnya Paroki Kajong di Dusun Tureng, Desa Nggalak di Dusun Wangkal, dan Desa Lante di Dusun Ojang, Kecamatan Reok Barat.

Sebanyak 580 pasien mendapatkan pelayanan medis. Sementara 485 warga mendapatkan pendampingan psikososial. Dengan demikian, terdapat 1.065 layanan intervensi medis dan psikososial di wilayah tersebut.

Secara keseluruhan, akumulasi penerima manfaat di Keuskupan Ruteng mencapai 11.321 jiwa.

Keuskupan Labuan Bajo Fokus pada Kebutuhan Dasar


Di Keuskupan Labuan Bajo, respons diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dan dukungan bagi fasilitas medis darurat.

Bantuan logistik disalurkan ke Rumah Sakit Merombok serta sejumlah titik penyintas untuk menjaga keberlangsungan hidup masyarakat selama masa tanggap darurat.

Bantuan yang telah didistribusikan mencakup 900 kilogram beras, 380 liter minyak goreng, 81 kilogram gula pasir, 36.540 butir telur, 83 lembar selimut, serta paket hygiene kit.

Secara keseluruhan, distribusi bantuan di wilayah Keuskupan Labuan Bajo telah menjangkau 2.779 jiwa.

1.407 Pasien Mendapat Pelayanan Medis


Secara keseluruhan, hingga periode pelaporan 24 Agustus 2026, tim kesehatan Caritas Indonesia telah memperluas pelayanan ke 13 titik yang tersebar di lima kabupaten, yakni Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Sikka, dan Nagekeo.

Sebanyak 1.407 pasien telah mendapatkan pelayanan kesehatan.

Dari jumlah tersebut, penerima layanan terdiri atas 501 laki-laki dewasa/lansia, 802 perempuan dewasa/lansia, 45 anak laki-laki, 54 anak perempuan, dan lima ibu hamil.

Pelayanan kesehatan mencakup penanganan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), pemantauan penyakit kronis pada lansia, perawatan luka, serta pemeriksaan kehamilan atau antenatal care (ANC).

Pelayanan kesehatan menjadi semakin penting mengingat banyak warga masih tinggal di tempat pengungsian dan harus menghadapi kondisi lingkungan yang rentan terhadap persoalan sanitasi maupun penyakit.

Ribuan Kilogram Logistik Disalurkan


Dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar penyintas, jaringan Caritas Indonesia telah menyalurkan berbagai jenis bantuan.

Logistik pangan yang telah disalurkan meliputi: 16.425 kilogram beras; 80.910 butir telur; 62.560 bungkus mi instan; 2.584 liter minyak goreng.

Untuk mendukung pelayanan kesehatan, pada pengiriman pertama Caritas Indonesia telah mengirimkan 180 kilogram obat-obatan.

Saat ini Caritas juga sedang memproses pengiriman tambahan sekitar 1,1 ton obat-obatan yang diharapkan tiba di wilayah terdampak pada 30 Agustus 2026.

Selain bantuan yang dikirim dari tingkat nasional, Caritas Indonesia bekerja sama dengan lembaga kesehatan di masing-masing wilayah keuskupan untuk memenuhi kebutuhan obat-obatan sesuai kondisi lapangan.

Kebutuhan air bersih, sanitasi, dan kebersihan juga menjadi bagian penting dalam respons darurat.

Hingga periode pelaporan, bantuan yang telah disalurkan mencakup 16.350 Hygiene & Dignity Kit, 1.038 pembalut wanita, dan 261 popok bayi.

Bantuan perlengkapan mandi dan cuci antara lain terdiri dari 38 batang sabun mandi, 38 pasta gigi, 36 sikat gigi, 12 kotak sabun cuci atau deterjen, serta 720 produk antinyamuk.

Untuk kebutuhan non-pangan dan perlindungan sementara, Caritas Indonesia telah menyalurkan 290 lembar terpal, 332 lembar selimut, 200 matras atau tikar, serta 1.288 kantong plastik logistik.

“One Church, One Response”


Besarnya dampak gempa Flores membuat respons kemanusiaan tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja. Koordinasi antara pemerintah, Gereja, lembaga kemanusiaan, tenaga kesehatan, relawan, paroki, komunitas lokal, dan masyarakat menjadi bagian penting dari upaya memenuhi kebutuhan penyintas.

Dalam konteks tersebut, jaringan Caritas Indonesia menempatkan semangat “One Church, One Response” sebagai landasan untuk menyatukan sumber daya dan memperluas jangkauan pelayanan.

Di tingkat akar rumput, paroki menjadi salah satu simpul utama karena memiliki kedekatan dengan masyarakat dan memahami kondisi masing-masing komunitas.

Bagi Caritas Indonesia, kehadiran di tengah bencana bukan hanya soal menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan bahwa warga terdampak tetap diperlakukan dengan bermartabat.

Respons tersebut akan terus dilanjutkan selama masa tanggap darurat hingga memasuki tahap pemulihan.

Di tengah ribuan gempa susulan dan masih tingginya kebutuhan warga, jaringan Caritas Indonesia berkomitmen mempertahankan pelayanan kesehatan, distribusi kebutuhan dasar, dukungan psikososial, pendampingan pastoral, serta koordinasi lintas lembaga.

Bagi warga Flores yang masih bertahan di pengungsian, solidaritas tersebut menjadi bentuk nyata bahwa mereka tidak menghadapi bencana seorang diri.(AD)

Sumber Laporan dari Caritas Indonesia 
Via Berita
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama Tak ada hasil yang ditemukan
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Media Sosial

facebook Like
twitter Follow
youtube Langganan
instagram Follow

Featured Post

Caritas Indonesia Hadir di Empat Keuskupan, Perkuat Respons Darurat Gempa Flores

Katolik terkini- Agustus 27, 2026 0
Caritas Indonesia Hadir di Empat Keuskupan, Perkuat Respons Darurat Gempa Flores
Katolik Terkini - Jaringan Caritas Indonesia memperkuat respons kemanusiaan pascagempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), …

Most Popular

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026
Seni Lintas Agama Jadi Jembatan Merawat Toleransi dan Persaudaraan di Lampung

Seni Lintas Agama Jadi Jembatan Merawat Toleransi dan Persaudaraan di Lampung

Agustus 21, 2026
Pekan Kedua Gempa Flores, Caritas Perkuat Layanan Kesehatan, Logistik, dan Psikososial

Pekan Kedua Gempa Flores, Caritas Perkuat Layanan Kesehatan, Logistik, dan Psikososial

Agustus 21, 2026
Uskup Agung Palembang dan Bupati OKU Timur Letakkan Batu Pertama Gereja Katolik Tegalrejo

Uskup Agung Palembang dan Bupati OKU Timur Letakkan Batu Pertama Gereja Katolik Tegalrejo

Agustus 21, 2026

Editor Post

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

April 12, 2025
Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Januari 20, 2026
Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026
Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

April 11, 2025

Popular Post

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026
Seni Lintas Agama Jadi Jembatan Merawat Toleransi dan Persaudaraan di Lampung

Seni Lintas Agama Jadi Jembatan Merawat Toleransi dan Persaudaraan di Lampung

Agustus 21, 2026
Pekan Kedua Gempa Flores, Caritas Perkuat Layanan Kesehatan, Logistik, dan Psikososial

Pekan Kedua Gempa Flores, Caritas Perkuat Layanan Kesehatan, Logistik, dan Psikososial

Agustus 21, 2026
Uskup Agung Palembang dan Bupati OKU Timur Letakkan Batu Pertama Gereja Katolik Tegalrejo

Uskup Agung Palembang dan Bupati OKU Timur Letakkan Batu Pertama Gereja Katolik Tegalrejo

Agustus 21, 2026

Populart Categoris

  • Berita982
  • Cerpen7
  • Doa88
  • Film20
  • Filsafat11
  • Internasional368
  • Jelajah115
  • Lifestyle211
  • Nasional174
  • Pelayanan Sosial148
  • Puisi2
  • Refleksi391
  • Sosok326
  • Teologi73
Katolik Terkini

Tentang Kami

Katolik Terkini adalah platform berita online independen yang memiliki komitmen kuat untuk menyajikan informasi, berita, dan data seputar Gereja Katolik, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia.

Kontak kami: katolikterkini@gmail.com

Follow Us

© KATOLIK TERKINI oleh Katolik Terkini
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Daftar Isi Katolik Terkini