Berita
Daerah
Pelayanan Sosial
BPKP NTT Hadir di Posko Kemanusiaan Aeramo, Tegaskan NTT Tidak Sendiri
Nagekeo, Katolik Terkini - Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kapsari, bersama Tim BPKP hadir di Posko Pelayanan Kemanusiaan JPIC OFM Indonesia bersama jejaring Fransiskan di Aeramo, Mbay, Kabupaten Nagekeo, Minggu (30/8/2026).
Kehadiran tersebut merupakan bentuk kepedulian dan dukungan BPKP kepada masyarakat NTT, khususnya warga yang terdampak bencana gempa bumi Flores.
Dalam kesempatan tersebut, Kapsari bersama Tim turut menyerahkan bantuan berupa logistik, sembako, serta berbagai kebutuhan mendasar bagi masyarakat terdampak. Bantuan tersebut disalurkan melalui posko yang bergerak bersama dalam penanganan tanggap darurat dan pelayanan kemanusiaan bagi warga di wilayah Aeramo.
Posko Pelayanan Kemanusiaan JPIC OFM Indonesia tersebut terintegrasi dengan Pos Pengungsian Terpadu Aeramo yang berlokasi di Paroki Yesus Kerahiman Ilahi Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Sejak masa tanggap darurat, posko menjadi salah satu titik pelayanan bagi masyarakat terdampak, dengan relawan yang secara aktif menyalurkan bantuan dan memenuhi kebutuhan dasar warga.
Kehadiran BPKP di tengah masyarakat terdampak menjadi wujud nyata keberpihakan dan kepedulian terhadap kondisi masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit pascabencana. Selain menjalankan tugas dan fungsi pengawasan, BPKP juga berupaya menghadirkan kebermanfaatan melalui kepedulian sosial, khususnya ketika masyarakat membutuhkan dukungan dan solidaritas.
“NTT tidak sendiri. Kita bersama NTT,” menjadi pesan yang mengemuka dalam kehadiran BPKP di Posko Kemanusiaan Aeramo. Pesan tersebut menegaskan semangat solidaritas bahwa penanganan dampak bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, tetapi membutuhkan kebersamaan berbagai elemen untuk membantu masyarakat bangkit dan kembali menjalani kehidupan.
Romo Charles Lelu Umbu Sogar Ame Talu, OFM, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian serta kehadiran BPKP bersama masyarakat terdampak. Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak hanya memiliki arti secara material, tetapi juga menjadi bentuk nyata kasih dan kepedulian kepada sesama.
“Ini bentuk kasih Kristus yang tanpa batas. Kehadirannya selalu untuk kemanusiaan,” ungkap Romo Charles.
Kehadiran BPKP bersama jejaring kemanusiaan di Aeramo diharapkan dapat semakin memperkuat semangat gotong royong dalam membantu masyarakat terdampak bencana. Solidaritas yang dibangun bersama menjadi pengingat bahwa di tengah situasi sulit, masyarakat NTT tidak menghadapi cobaan tersebut seorang diri.
Via
Berita

Posting Komentar