Berita
Daerah
40 Tahun Setia Merawat Panggilan: Empat Imam dan Satu Bruder SCJ Rayakan Yubileum Perjalanan Hidup Membiara di Palembang
PALEMBANG, Katolik Terkini – Suasana penuh syukur dan sukacita menyelimuti Kapel Seminari Menengah St. Paulus Palembang pada Sabtu (25/7/2026) pagi. Ratusan umat, biarawan-biarawati, para seminaris, serta tamu undangan berkumpul dalam Perayaan Ekaristi Kudus untuk memperingati Pesta 40 Tahun Hidup Membiara empat imam dan bruder dari Kongregasi Imam-imam Hati Kudus Yesus (SCJ).
Para yubilaris yang merayakan empat dekade kesetiaan ini adalah Romo Titus Waris Widodo SCJ (Rektor Seminari Menengah St. Paulus Palembang), Romo Donatus Kusmartono SCJ (Ketua Yayasan Musi Palembang), Romo Vincentius Suparman SCJ (misionaris di Florida, AS), Romo Aegidius Warsito SCJ (misionaris di Kanada), dan Bruder Antonius Sudaryono SCJ (berkarya di Paroki St. Yohanes Penginjul Bengkulu).
Misa syukur dipimpin langsung oleh Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono, didampingi Uskup Emeritus Mgr. Aloysius Sudarso SCJ, Dekan Dekanat Palembang Romo Hyginus Gono Pratowo, dan Sekretaris Dewan SCJ Provinsi Indonesia Romo Christoforus Wahyu Triharyadi SCJ. Di hadapan altar, kelima yubilaris memperbarui tiga kaul membiara mereka melalui madah Non Tingat Aras sebagai wujud penyerahan diri total kepada Hati Yesus di tengah dunia.
Dalam homilinya, Mgr. Yohanes Harun Yuwono menegaskan bahwa hidup membiara adalah sebuah ucapan syukur atas “fiat” (jadilah kehendak-Mu) yang terus dirawat. Kaul religious kemiskinan, kemurnian, dan ketaatan bukanlah beban, melainkan cerminan nyata dari cara hidup Yesus sendiri.
“Kebahagiaan seorang religius bukan karena memiliki banyak hal, melainkan karena memiliki Tuhan, dan itu sudah lebih dari cukup,” ujar Mgr. Harun mengenai makna kemiskinan.
Terkait kemurnian, ia memberikan analogi yang membumi tentang cinta yang universal. “Cinta kepada sesama itu seperti sikap sopir angkot pada penumpangnya: jauh dekat sama saja. Entah umat itu baik atau kurang, berpunya atau sederhana, seorang religius dipanggil untuk mengasihi tanpa membeda-bedakan.” Sementara untuk ketaatan, Mgr. Harun mengibaratkannya dengan penyatuan visi total. “Tidak ada visi menteri, yang ada adalah visi presiden. Ketaatan religius disatukan utuh pada kehendak dan mimpi-mimpi Tuhan.” Ia juga berharap kesetiaan para yubilaris ini menginspirasi umat, mulai dari pasutri untuk saling setia, hingga pekerja dan aparatur negara agar melayani masyarakat dengan jujur dan bersih dari korupsi.
Sementara itu, Uskup Emeritus Mgr. Aloysius Sudarso SCJ dalam sambutannya berharap momen ini menjadi kompas dan visi masa depan bagi para seminaris yang sedang meniti panggilan. Tokoh yang aktif di Caritas Indonesia ini mengingatkan pentingnya menghidupi spiritualitas Hati Kudus secara kontekstual di era modern.
“Menghayati Spirit 'Silih' di era baru tidak boleh berhenti pada devosi semata, melainkan harus membuka mata untuk melihat Kristus yang terluka pada sesama, serta terlibat nyata menghadirkan pemulihan bagi mereka yang rapuh,” tegas Mgr. Sudarso. Ia juga memberi apresiasi khusus bagi peran Bruder yang disebutnya sebagai sakramen kesaksian biarawan lewat kerja keras dan ketulusan hidup sehari-hari. Selain itu, ia mengajak Gereja memberikan ruang aman dan merangkul Orang Muda Katolik (OMK) yang kerap mengalami krisis makna di tengah gempuran zaman.
Mewakili para yubilaris, Romo Donatus Kusmartono SCJ menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak yang telah menjadi teman seperjalanan dalam semangat sinodalitas menuju kekudusan. Imam asal Kalirejo, Lampung ini menutup sambutannya dengan sebuah pantun: “Perahu berlayar menuju samudera, menembus ombak tiada patah. Empat puluh tahun hidup membiara, doa dan harapan Anda semua peneguh langkah.”
Usai perayaan liturgis, kegembiraan berlanjut dengan pemotongan tumpeng oleh para yubilaris yang secara khusus dianugerahkan kepada C. Bernardi, seorang pensiunan guru yang telah lama mendedikasikan hidupnya di Seminari Menengah St. Paulus Palembang. Acara kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama dan ramah tamah yang berlangsung hangat dalam semangat persaudaraan dehonian.
Kontributor Palembang : Andreas Daris Awalistyo
Via
Berita



Posting Komentar