Frater OFM di Jakarta Olah Sampah Organik Menjadi Pupuk, Mgr Paskalis Beri Apresiasi
![]() |
| Mgr Paskalis dan Frater Gerry OFM mengolah sampah organik menjadi pupuk di komunitas pendidikan OFM Jakarta |
Katolik Terkini - Komitmen terhadap pelestarian lingkungan hidup terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari para Fransiskan. Hal itu tampak dalam sebuah video yang dibagikan kepada Katolik Terkini, di mana Uskup dan Fransiskan, Mgr. Paskalis Bruno Syukur OFM, terlihat mendampingi seorang frater yang sedang mengolah sampah organik di rumah pendidikan OFM di Jakarta.
Dalam video tersebut, Mgr Paskalis menjelaskan bahwa frater yang bertugas sedang mengolah sampah basah dari dapur serta mencacah daun-daun kering yang dikumpulkan dari halaman rumah untuk dijadikan pupuk.
"Saya lagi berada bersama Frater Gerry yang bertugas pagi ini untuk mengolah sampah basah dari dapur dan mencacah sampah daun kering dari halaman rumah," ujar Mgr Paskalis.
Menurutnya, sampah-sampah organik tersebut tidak dibuang begitu saja, melainkan diolah menjadi pupuk cair dan pupuk kompos yang dapat dimanfaatkan untuk menyuburkan tanah.
"Sampah ini diolah menjadi pupuk cair dan pupuk tanah kering yang bisa digunakan untuk menyuburkan tanah," jelasnya.
Saat dihubungi Katolik Terkini, Mgr Paskalis menegaskan bahwa kebiasaan mengelola sampah merupakan bagian dari tradisi dan spiritualitas persaudaraan Fransiskan yang menaruh perhatian besar pada kelestarian alam sebagai rumah bersama.
"Para saudara OFM menggunakan teknologi sederhana tetapi menolong untuk merawat tanah dan menjaga kebersihan lingkungan hidup. Ini salah satu kegiatan para frater di rumah pendidikan OFM di Jakarta," ungkapnya.
Beliau menambahkan bahwa praktik sederhana tersebut dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk mulai mengelola sampah dari lingkungan keluarga masing-masing. Menurutnya, langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar bagi kelestarian lingkungan.
"Ini pula salah satu contoh sederhana mengolah sampah mulai dari rumah tangga masing-masing. Ini juga bentuk mengaplikasikan prinsip: berpikir global, bertindak lokal," katanya.
Lebih jauh, Mgr Paskalis menekankan bahwa semangat Fransiskan dan nilai-nilai Injili tidak boleh berhenti pada tataran gagasan atau refleksi semata, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang menyentuh kehidupan sehari-hari.
"Wawasan Fransiskan dan Injili perlu dikonkretkan dalam tindakan lokal," tegasnya.
Menurutnya, pengelolaan sampah yang ramah lingkungan semestinya menjadi bagian dari gaya hidup setiap komunitas Fransiskan, terutama di rumah-rumah formasi tempat para calon imam dan biarawan dibentuk.
"Cara kerja ini mestinya menjadi cara hidup di setiap rumah formasi Fransiskan atau komunitas-komunitas Fransiskan di mana saja kita berkarya," pungkasnya.
Kegiatan sederhana yang dilakukan para frater OFM ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari hal-hal kecil di sekitar kita. Melalui pengolahan sampah organik menjadi pupuk, para Fransiskan tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan teladan tentang pentingnya merawat ciptaan sebagai bagian dari tanggung jawab iman dan kehidupan bersama.(AD)

Posting Komentar