-->
Telusuri
24 C
id
Katolik Terkini
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • Sosok
  • Humaniora
    • Humaniora
  • Refleksi
  • Lifestyle
  • Travelling
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
Katolik Terkini
Telusuri
Beranda Berita Daerah Inspirasi Pendidikan Perdamaian Romo Richardus Manggu Ditunjuk Ketua MTQ Manggarai Barat, Wujud Nyata Toleransi
Berita Daerah Inspirasi Pendidikan Perdamaian

Romo Richardus Manggu Ditunjuk Ketua MTQ Manggarai Barat, Wujud Nyata Toleransi

Katolik terkini
Katolik terkini
10 Apr, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Romo Richardus Manggu, Pr dipercaya menjadi Ketua Panitia Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI tingkat kabupaten di Labuan bajo

Katolik Terkini - Peristiwa unik sekaligus inspiratif terjadi di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Seorang imam Katolik dipercaya menjadi Ketua Panitia Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI tingkat kabupaten, sebuah kegiatan keagamaan yang identik dengan umat Islam. Penunjukan ini menjadi sorotan karena menghadirkan praktik nyata toleransi lintas iman di tengah masyarakat yang majemuk.

Tokoh yang dipercaya tersebut adalah Romo Richardus Manggu, yang saat ini menjabat sebagai Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Labuan Bajo sekaligus Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Manggarai Barat.

Ia ditetapkan sebagai ketua panitia dalam rapat pembentukan MTQ yang digelar di Labuan Bajo pada Selasa (7/6/2026), dipimpin oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Manggarai Barat, Fransiskus Xaverius Nambut.

“Sebagai ketua umum, Romo Richard Manggu, Pr,” ujar Fransiskus saat membacakan susunan panitia. Rapat tersebut turut dihadiri berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, Kementerian Agama, MUI, LPTQ, BAZNAS, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga unsur TNI-Polri.

MTQ XXXI tingkat Kabupaten Manggarai Barat sendiri dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 27 April hingga 1 Mei 2026, dan dipusatkan di Masjid Nurul Falah Wae Mata Labuan Bajo.

Wajah Toleransi yang Hidup

Dalam pernyataannya, Romo Richard menyambut baik kepercayaan yang diberikan oleh tokoh-tokoh Muslim. Ia menilai penunjukan tersebut mencerminkan wajah Manggarai Barat yang terbuka dan toleran.

“Ini adalah bentuk penghargaan dan kepercayaan. Sebagai Ketua FKUB, saya ingin menegaskan komitmen bersama untuk menjaga Manggarai Barat sebagai ruang yang inklusif dan harmonis,” ungkapnya.

MTQ selama ini dikenal bukan hanya sebagai ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga sebagai ruang pembinaan iman dan ekspresi religius umat Islam. Karena itu, kepercayaan untuk memimpin kegiatan ini kepada tokoh dari luar komunitas Muslim dinilai sebagai langkah yang tidak biasa, namun sarat makna.

Sejumlah tokoh masyarakat menilai keputusan ini bukanlah sesuatu yang muncul secara tiba-tiba. Kehidupan lintas agama di Manggarai Barat telah lama terjalin harmonis, ditopang oleh budaya gotong royong dan relasi sosial yang kuat.

“Ini bukan sekadar simbol, tetapi wujud nyata kepercayaan dan kebersamaan,” ujar seorang tokoh masyarakat di Labuan Bajo.

Pengamat sosial juga melihat peristiwa ini sebagai contoh praktik baik toleransi di Indonesia. Di tengah berbagai tantangan keberagaman, Manggarai Barat justru menunjukkan bahwa perbedaan dapat menjadi kekuatan ketika dilandasi dialog dan kepercayaan.

Meski demikian, sejumlah pihak mengingatkan agar nilai toleransi yang ditampilkan tidak berhenti pada seremoni. Semangat inklusivitas diharapkan terus hidup dalam berbagai aspek kehidupan, seperti pendidikan, pelayanan publik, dan relasi sosial sehari-hari.

Peristiwa ini juga dinilai memiliki nilai edukatif, terutama bagi generasi muda. Lembaga pendidikan diharapkan dapat menjadikannya sebagai contoh konkret pembelajaran tentang kebhinekaan, kepemimpinan inklusif, dan pentingnya kerja sama lintas identitas.

Refleksi Kebhinekaan

Manggarai Barat, dengan Labuan Bajo sebagai wajah utamanya, selama ini dikenal sebagai destinasi pariwisata unggulan. Namun, peristiwa ini menunjukkan sisi lain yang tak kalah penting: harmoni sosial yang hidup dan nyata.

Penunjukan seorang imam Katolik sebagai ketua MTQ menghadirkan refleksi mendalam tentang makna kebhinekaan. Di tengah identitas keagamaan yang kuat, kepercayaan justru mampu melampaui sekat-sekat tersebut.

Peristiwa ini bukan sekadar anomali, melainkan cermin kedewasaan sosial. Ia menunjukkan bahwa kebhinekaan sejati tidak berhenti pada slogan, tetapi terwujud dalam tindakan nyata, ketika perbedaan dirangkul dalam kerja bersama.

Pada akhirnya, Manggarai Barat tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga pelajaran berharga tentang bagaimana harmoni dapat dibangun dari kepercayaan. Di sanalah kebhinekaan menemukan maknanya yang paling dalam.(AD)

Oleh: Komsos Keuskupan Labuan Bajo

Via Berita
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Media Sosial

facebook Like
twitter Follow
youtube Langganan
instagram Follow

Featured Post

Mgr. Maksimus Regus Luncurkan Dua Buku dalam Syukuran Pengukuhan Guru Besar

Katolik terkini- Mei 16, 2026 0
Mgr. Maksimus Regus Luncurkan Dua Buku dalam Syukuran Pengukuhan Guru Besar
Katolik Terkini - Mgr. Maksimus Regus resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Sosiologi Agama dan Multikulturalisme di Unika St. Paulus Ruteng pada 8…

Most Popular

Rabu Suci: Antara Kesetiaan dan Pengkhianatan yang Sunyi

Rabu Suci: Antara Kesetiaan dan Pengkhianatan yang Sunyi

April 01, 2026
Mgr. Maksimus Regus Hadir di Tengah Umat Wetik, Tekankan Peran Keluarga sebagai Gereja Kecil

Mgr. Maksimus Regus Hadir di Tengah Umat Wetik, Tekankan Peran Keluarga sebagai Gereja Kecil

Mei 14, 2026
36 Organisasi Profesi Guru Sepakat Bentuk Forum Koordinasi Nasional di Bawah Kemenag

36 Organisasi Profesi Guru Sepakat Bentuk Forum Koordinasi Nasional di Bawah Kemenag

Mei 08, 2026
Jalan Salib di Balik Jeruji, Uskup Labuan Bajo Hadirkan Harapan bagi Tahanan

Jalan Salib di Balik Jeruji, Uskup Labuan Bajo Hadirkan Harapan bagi Tahanan

April 01, 2026

Editor Post

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

April 12, 2025
Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Januari 20, 2026
Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

April 11, 2025
Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026

Popular Post

Rabu Suci: Antara Kesetiaan dan Pengkhianatan yang Sunyi

Rabu Suci: Antara Kesetiaan dan Pengkhianatan yang Sunyi

April 01, 2026
Mgr. Maksimus Regus Hadir di Tengah Umat Wetik, Tekankan Peran Keluarga sebagai Gereja Kecil

Mgr. Maksimus Regus Hadir di Tengah Umat Wetik, Tekankan Peran Keluarga sebagai Gereja Kecil

Mei 14, 2026
36 Organisasi Profesi Guru Sepakat Bentuk Forum Koordinasi Nasional di Bawah Kemenag

36 Organisasi Profesi Guru Sepakat Bentuk Forum Koordinasi Nasional di Bawah Kemenag

Mei 08, 2026
Jalan Salib di Balik Jeruji, Uskup Labuan Bajo Hadirkan Harapan bagi Tahanan

Jalan Salib di Balik Jeruji, Uskup Labuan Bajo Hadirkan Harapan bagi Tahanan

April 01, 2026

Populart Categoris

  • Berita899
  • Cerpen7
  • Doa83
  • Film20
  • Filsafat11
  • Internasional362
  • Jelajah115
  • Lifestyle205
  • Nasional145
  • Pelayanan Sosial127
  • Puisi2
  • Refleksi370
  • Sosok318
  • Teologi70
Katolik Terkini

Tentang Kami

Katolik Terkini adalah platform berita online independen yang memiliki komitmen kuat untuk menyajikan informasi, berita, dan data seputar Gereja Katolik, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia.

Kontak kami: katolikterkini@gmail.com

Follow Us

© KATOLIK TERKINI oleh Katolik Terkini
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Daftar Isi Katolik Terkini